
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
...****************...
Karena tugas yang mereka kerjakan itu udah selesai, tinggal sebagian yang emang bukan sekarang waktunya, Nada pun pulang.
Ghibran sempat nawarin Nada untuk dia antar, tapi Nada menolak dan beralasan minta di jemput oleh kakak nya.
Nada sendiri masih memakai seragam sekolah nya, karena sebelum ini dia emang gak berniat pergi kemana mana.
Ghibran menatap Nada yang berjalan menjauh dari gerbang rumah nya. Dan ternyata memang ada sebuah mobil hitam metalik yang telah menunggu cewek itu.
Gue gak nyangka cewek se dingin dia ternyata punya rasa trauma karena kecelakaan. Ghibran membatin saat mengingat kejadian tadi siang. Dia pun masuk lagi ke dalam rumah nya setelah mobil yang membawa Nada bener bener gak terlihat lagi oleh pandangan nya.
...****************...
Nada memasuki rumah nya.
Begitu ya bentuknya... 🤣
Nah..... Ini keadaan bagian dalam nya. Dan itu taman halaman tempat Nada sering melamun waktu malam.
Nada dan Kak Rey emang tinggal di rumah yang gak terlalu besar. Mereka sebenarnya lebih dari mampu untuk membeli rumah mewah yang luas. Tapi mereka memilih rumah minimalis begitu. Karena keduanya merasa lebih nyaman.
"Assalamualaikum... Nada pulang..." kata Nada yang terbiasa mengucapkan salam sebelum masuk rumah. Gak peduli ada orang atau nggak.
Nada melihat sekeliling...
Sepi...
Kak Rey pasti belum pulang.. Dia di Cafe apa di kantor ya??
Batin Nada yang gak menemukan kakak tercinta nya itu.
Dia akhirnya masuk ke kamar nya dan merebahkan badan. Mengingat kejadian tadi siang sewaktu motor yang membawa nya oleng, dia pun mengidikkan badannya.
Seandainya itu semua gak terjadi di masa lalu...
Gak mau terlalu lama ada dalam kenangan menyakitkan, Nada memilih mandi untuk menghilangkan rasa panas di otak nya.
Skip...
Nada melirik jam dinding yang tergantung, jam tiga sore, dia pun pergi ke halaman belakang rumah dan melihat taman bunga yang ada disana.
Rumah ini sebenarnya peninggalan kedua orang tua nya. Dan taman bunga kecil ini hasil dari apa yang ibu nya tanam. Karena itu, Nada selalu pergi ke tempat ini jika dia rindu mama nya. Taman ini membawa kenangan indah.
Nada menyentuh pelan bunga mawar berwarna oranye, sambil mengingat kalau ini adalah bunga favorit mama.
Nada yang begitu dingin, tanpa ekspresi, kaku, cuek, dan gak pedulian ketika ada di sekolah, di taman kecil ini gak ada lagi.
Yang ada cuma Nada yang merindukan mama dan papa nya. Nada yang berwajah sendu, Nada yang rindu dirinya yang dulu.
Karena dia tahu, dia yang sekarang begitu beda dengan dia yang dulu.
Nada di waktu semua kenangan pahit itu belum terjadi adalah Nada yang periang, berwajah cerah, selalu tersenyum, Nada yang bagi mama nya adalah senyuman sebuah bintang.
Senyum itu hilang saat kedua orang tuanya pergi dan tak akan pernah bisa kembali. Mama dan papa Nada, kecelakaan ketika menempuh perjalanan ke kota lain.
Usia nya masih cukup kecil, masa masa dimana dia masih butuh belaian kasih sayang. Sepuluh tahun. Kakak nya empat belas tahun.
Mereka berdua menolak tawaran paman dan bibi nya untuk tinggal bersama. Mereka ingin tetap ada di sini. Di tempat semua nya berawal.
Seseorang datang dan membuat Nada kembali ceria. Meski pun awal nya begitu susah. Orang itu Bagas, yang hadir kemudian dalam hidup Nada.
Sejak ada Bagas, Nada yang biasanya jarang berbaur, jadi lebih mudah mencari teman. Sampai dia bertemu Adan dan Mita. Jadi lah mereka berempat bersahabat.
__ADS_1
Nada kembali jadi anak periang. Senyuman nya juga kembali.
Sampai Bagas yang pergi ninggalin dia, senyum itu hilang lagi sampai sekarang.
Kadang, Nada sendiri pengen dirinya balik kayak dulu lagi. Tapi entah lah. Rasanya susah.
...****************...
Menjelang magrib, Kak Rey pulang.
Nada yang sejak tadi udah masuk ke kamar nya kini malah ketiduran. Sampai suara abang nya itu pun dia gak denger.
"Kemana anak ini?" tanya Kak Rey pada diri sendiri sewaktu ngelihat rumah yang sepi.
Ya iya sepi. Lah orang yang ngisi nya juga cuma berdua.
Rey kemudian masuk ke kamar nya sendiri, dan setelah itu dia langsung menyegarkan dirinya.
Di saat dia mandi, Nada ternyata bangun dan langsung kaget ngelihat waktu yang sebentar lagi malam. Dia pun segera pergi ke dapur dan memasak untuk makan malam.
Begitu lah Nada kalau sedang ada di rumah jam segini. Sore adalah waktunya masak... 🤣
Nada yang sibuk meracik bumbu masakan itu pun gak sadar kalau abangnya memperhatikan dia dari atas tangga.
Nada memasak beberapa masakan kesukaan nya dan abangnya itu. Juga ada makanan yang jadi favorit mama dan papa nya.
Sementara itu, Kak Rey cuma memerhatikan tanpa mau mengganggu. Sebab dia tau, adiknya bakal marah kalau kegiatan masak nya tertunda.
Kak Rey duduk manis di meja makan menunggu hasil karya adiknya itu.
Setelah cukup lama, Nada pun selesai dengan acara masak nya. Dia pun membawa makanan makanan itu ke arah meja makan. Dan saat dia menoleh, melihat ke arah tempat mereka akan makan itu, dia kaget, kakaknya yang entah kapan pulang ternyata udah duduk menunggu.
"Kak.... Kapan pulang?" tanya Nada.
"Baru aja kok." jawab Kak Rey.
"Kok Nada gak liat?"
"Apa sih gak lucu."
"Kaka bantuin ya...." Kak Rey menawarkan diri nya.
"Enggak. Udah duduk aja di situ."
Nada pun beberapa kali bolak balik mengambil dan menghidangkan makanan yang dia masak.
"Wuih... Enak nih... Adek kakak mah emang yang ter the best lah..." Kak Rey memuji Nada.
"Biasa aja."
Mereka pun makan dengan khidmat dan gak ada obrolan.
Selesai makan, kakak adek itu pun mencuci piring bersama. Ada rasa rindu di hati Kak Rey. Dia rindu Nada yang cerewet, Nada yang gak pernah berhenti tersenyum, tapi yang sekarang ada di hadapan nya adalah Nada yang penuh dengan sejuta luka.
...****************...
Karena waktu belum larut, baru juga maghrib, Kak Rey pun duduk diam bersandar di bawah pohon yang ada di belakang rumah nya.
Kak Rey juga menatap taman bunga yang indah itu.
Mama.... Papa... Sampai kapan dia bakal selalu begini.... Batin Kak Rey.
Di usia Kak Rey yang terbilang masih muda, baru dua puluh satu tahun, dia yang sibuk dengan urusan kantor dan Cafe pun agak kesulitan untuk menghibur Nada.
Paling paling, dia cuma bisa memantau adik nya itu dari jauh.
Kak Rey melamun...
"Dorrrr"
__ADS_1
Gubrak......
"Aduh..... Sakit pinggang gue... Siapa sih yang maen ngagetin aja..." kata kak Rey yang jatuh menggedebluk dari pohon itu.
Kak Rey melirik ke semua arah. Dan tatapan nya berhenti sewaktu melihat cewek cantik di sampingnya yang ternyata sibuk tertawa.
"Duuuh... Dasar adek gak ada akhlak emang."
"Ya lagian suruh siapa ngelamun mulu." kata cewek yang gak lain adalah Nada yang tadi muncul ide jail nya.
"Sini dek... Duduk..." kata Kak Rey yang udah kembali ke posisi semula, sambil menepuk pinggir nya.
Nada pun duduk di samping kakak nya itu.
"Kakak ngelamunin apa an sih?"
"Kepo kamu ah."
"Dih...."
"Mau tau?"
Nada mengangguk
"Mau tau aja apa mau tau banget??" goda Kak Rey mengedipkan sebelah mata nya.
Nada refleks memukul bahu kaka nya itu.
"Kak Rey mah..."
Kak Rey terkekeh pelan dengan kelakuan adiknya yang sedang timbul manja nya itu.
"Kakak pengen kamu terus tersenyum kayak gini dek... Kakak kangen ama kamu yang dulu."
Nada diam mendengar nya.
"Ikhlas, dek... Mereka udah tenang.. Dengan kesedihan kamu yang masih ada sampai saat ini, itu justru menjadi beban buat mereka."
"Kak Rey tau.... Nada juga pengen kayak diri Nada yang dulu. Tapi susah kak... Nada gak bisa semudah itu ngelupain semua kenangan yang terjadi di hidup Nada."
"Ikhlasin mereka dek.."
"Sejak dulu juga Nada udah ikhlas kak, dengan kepergian mereka.. Tapi kesedihan itu gak akan bisa hilang."
"Apa kamu gak bisa kembali jadi adek kakak yang periang kayak dulu... Kakak rindu kamu yang dulu, yang gak gampang menyerah."
"Kakak kan tau... Dulu ada Bagas yang nyemangetin Nada, sekarang dia udah gak ada di samping Nada lagi."
"Cari orang lain yang bisa ngasih kamu sebuah kebahagiaan, sebuah kesemangatan. Yang udah pergi gak akan kembali. Kamu harus bangkit lagi dan mencari kebahagiaan kamu yang baru.."
Nada termenung mendengar ucapan kakak nya itu.
Tiba-tiba terbayang wajah Ghibran di benak nya.
Kenapa gue jadi ngebayangin senyum si Ghib ya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai hai.....
Sorry ya cuma bisa up sedikit...
Jangan lupa...
Pantengin terus kisah Nada and Ghibran,...
Jangan lupa juga..
LIKE.... VOTE.... COMMENT YANG BANYAK YAAAAA.....
__ADS_1
Love you..