
Jangan lupa like, coment, dan masukkan ke daftar favorit yaaa
......................
Ghibran yang sekarang sedang ada di perjalanan ke tempat Nada sedikit ngebut supaya bisa segera sampai ke tempat yang dituju dan menunjukkan nya pada Nada.
Dia masih ingat dengan jelas dimana tempat Nada bersama teman-teman anak jalanan itu berkumpul. Dan ke sana lah Ghibran melajukan motor nya.
Dia melirik sebentar ke arah langit yang menaungi. Dan dia bersyukur malam ini seperti nya gak akan turun hujan.
......................
Sesampainya Ghibran di tempat perkumpulan mereka, Ghibran segera mengedar kan pandangan nya mencari Nada. Tapi lagi-lagi dia gak melihat cewek yang dia cari itu di mana pun.
Duh Naaad, lo dimana sih? Batin Ghibran yang masih kebingungan mencari posisi Nada.
Tiba-tiba di pojok penglihatan nya dia melihat seorang cowok, lalu bih tepat nya cowok yang dulu sempet menyinggung soal orang yang bernama Bagas ketika dia mengantar Nada ke sini.
Tapi Ghibran lupa siapa namanya. Dan akhirnya dia lebih memilih untuk melangkah kan kaki nya ke tempat cowok itu, dari pada harus memanggil nya dari jarak yang cukup jauh.
Cowok itu melihat kedatangan Ghibran yang kini malah melangkah ke arah nya, dan dia mengernyit kan kening keheranan. Karena dia merasa gak mengenal siapa yang menghampiri nya.
Dan ketika cowok yang gak dia kenal itu sudah ada di hadapan nya, dia malah bengong dan ternyata sedang mengingat kalau cowok itu adalah cowok yang pernah menonton balapan Nada dengan Reza dulu.
Ghibran memanggil nya beberapa kali, tapi karena cowok itu sedang melamun, dia jadi gak engeh kalau di hadapan nya udah ada orang yang berdiri.
Ghibran melambai lambai kan tangan nya di depan mata cowok itu. Dan tetep masih gak di respon. Akhirnya Ghibran pun berteriak dengan cukup kencang tepat di telinga nya.
"WOOOY...."
"BUJU BUSRAK......" cowok itu balik teriak karena kaget.
Dia lalu mengelus elus telinga nya yang dirasa budek seketika. "Siapa sih lu? Dateng dateng maen teriak aje.." katanya.
Ghibran memutar bola matanya dengan malas. "Salah sendiri di panggil kagak nyaut." kata Ghibran dengan kesal. Ghibran kembali melirik ke sekitar nya. Dan tetap aja dia gak melihat cewek yang dia suka itu.
"Ghibran." ucap Ghibran dengan malas sambil mengulurkan tangan kanan nya mengajak berkenalan.
Cowok itu membalas uluran tangan Ghibran. "Angga." balas nya. "Lo cari siapa? Seinget gue lo bukan anak sini kan? Tapi kalo gak salah lo pernah ke sini pas si Dya balapan." kata nya to the point.
Kali ini Ghibran yang mengernyit bingung. Siapa itu Dya? Perasaan dia datang ke sini cuma pernah dua kali dan itu pun gara gara Nada. Sedangkan ini bilang Dya.
" Dya? Siapa tuh? "tanya Ghibran.
" Lah lu gak tau si Dya? Kan lu dateng ke mari pas Dya balapan ama si cunguk Reza tempo hari." kata Angga heran.
__ADS_1
Ghibran pun akhirnya mengerti kalau Dya adalah panggilan khusus Nada di tempat ini.
"Terus, sekarang Nada nya ada di mana?"
"Jadi lo kesini buat cari si Dya?" tanya Angga lagi. Bukan nya jawab malah balik nanya.
"Tapi kayaknya percuma deh lo kemari. Si Dya baru sekitar 10 menit yang lalu pergi ama best friend nya."
Ghibran menghembus kan napas nya dengan lelah. Lagi lagi Nada gak ada. Dia lalu melihat pada jam tangan nya yang menunjukkan waktu jam lima sore. Sementara yang ingin dia tunjuk kan bakal di mulai nanti jam enam.
Angga yang melihat Ghibran begitu lesu pun menawarkan buat duduk dulu dan merileks kan pikiran nya. Ya kan siapa tau Nada bakal balik lagi. Begitu pikir nya.
Tapi Ghibran menolak dan bertanya kemana tujuan Nada. Yang di jawab mungkin ke Cafe favorit nya kalau ke sini. Dan Angga pun memberi tahu alamat nya.
..........
Ghibran segera meluncur lagi ke tempat selanjutnya. Dia berharap semoga kali ini Nada benar benar ada di Cafe itu. Karena kalau Nada gak ada lagi di tempat ke tiga ini. Ghibran mungkin memilih untuk pulang dan menyiap kan pertunjukan nya lagi nanti.
Tapi.....
Mungkin kali ini adalah sebuah keberuntungan untuk Ghibran. Karena begitu dia sampai di dekat Cafe yang sesuai dengan alamat di nota pemberian Angga tadi, saat itu juga Nada, Mita, dan Adan keluar dari Cafe itu. Selesai dari acara mereka.
Dan seperti nya sekarang mereka berniat untuk pulang.
Begitu Ghibran melihat sosok familiar yang sejak tadi dia cari melangkah ke arah parkiran Cafe bersama kedua temannya itu, Ghibran segera mematikan mesin motor nya dan turun lalu berjalan dengan cepat menuju ke arah Nada.
Nada yang masih berjalan di belakang Mita dan Adan merasa mendengar suara yang memanggil namanya. Dan dia pun menoleh ke belakang.
Nada cukup terkejut begitu melihat Ghibran yang masih agak berlari mengejar nya sambil melambaikan tangan. Seolah gak peduli dengan sorotan orang orang yang ada di sekitar nya.
Sedang kan Mita dan Adan yang gak mendengar teriakan Ghibran pun tetap melanjutkan langkah nya dan bahkan sudah membuka pintu mobil.
"Mita.... Adan.... Tungguin bentar... '' ucap Nada yang menghentikan gerakan kedua nya.
Dan dua orang itu pun menoleh ke arah Nada kemudian bertanya ada apa. Nada lalu menunjuk Ghibran yang sudah dekat.
Sejoli yang berawal dari sahabat itu pun membulatkan mata begitu melihat siapa yang mendekati mereka.
"Huuuuh... Huuuuh..." Ghibran yang sekarang agak membungkuk mengatur napas nya begitu ada di depan Nada. Sungguh perjuangan.... Wkwkwkwk..
Nada menaikkan sebelah alis nya. Raut nya seolah bertanya kenapa?
Tapi Ghibran mengangkat satu tangan tanda dia masih butuh waktu untuk menghirup udara.
Setelah dirasa cukup, Ghibran pun menegakkan badan nya kembali dan melirik Mita dan Adan. Mengerti apa yang Ghibran maksud, keduanya pun berkata kalau mereka akan pulang lebih dulu pada Nada.
__ADS_1
Nada melotot. "Trus gue pulang ama siapa?" tanya nya kesal karena akan ditinggal.
"Ama gue." Ghibran memotong dengan cepat. Dia kembali memberi isyarat supaya dua orang itu segera pergi.
Begitu kedua nya meninggalkan Nada dan Ghibran, Ghibran pun menarik tangan Nada dan mengajak nya berjalan ke motor nya yang tadi dia tinggal kan.
"Lo mau apa sih?!" kata Nada ketus.
"Jangan marah marah napa Naad.. Gue tuh capek tau nyariin elo." Ghibran menjawab sambil terus menarik Nada.
'' Ngapain lo nyari gue? " tanya nada sedikit curiga." Kan udah gue bilang gak mau pergi ama lo ke puncak itu. Mau maksa.. Sini gue bogem.." ucao Nada kemudian mengepalkan bogeman di depan wajah Ghibran.
"Dihhh... Siapa juga yang mau ngajak lo ke puncak berdua... Ya kali..."
"Orang lo sendiri kan yang ngomong."
"Iya gue ngomong gitu. Tapi ya gak beneran juga kali." kata Ghibran santai.
Nada memicingkan mata nya "Maksud lo?"
"Sebenarnya sih, gue malam ini mau ngajak lo liat sesuatu. Dan please jangan nolak ya. Gue tuh udah capek muter muter cuma buat nyari lu doang."
"Emang lo nyari gue ke mana?" tanya Nada.
"Pertama nih, gue cari elu di Cafe, lu gak ada, katanya lu ke arena itu loh. Gue ke sana. Lo gak ada lagi. Akhirnya gue dikasih tau Cafe ini. Pas banget lo ada."
"Pfffft.... Kasian amat lo... Ngapa gak nelpon gue aja?" tanya Nada lagi sembari menahan tawa.
Ghibran menepuk dahinya. "Lupa gue.. Udah lah... Jangan nolak."
"Emang lo mau ajak gue ke mana sekarang?"
Ghibran menaik turun kan alis nya. "Gue mau ajak lo lihat bintang yang tersenyum." jawab Ghibran kemudian naik ke motor nya dan terus menarik Nada supaya ikut naik.
Nada yang mendengar nya malah melongo, dan gak sadar kalau dia udah duduk rapi diatas motor Ghibran.
Begitu motor melaju, dia pun sadar dan memukul pelan kepala Ghibran yang ada didepan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Holla holla dear readers ku tercintaaaa....
Penasaran gak? Penasaran gak?
Jangan lupa pantengin terus kisah Ghibran and Nada yaaaa... Dan jangan lupa tinggalkan jejak.... Gampang kok... Tinggal pencet jempol ajaaa.
__ADS_1
Love you, see you in the next episode... Babay...