Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 10


__ADS_3

Perlahan tapi pasti, Alex Menggesek-gesekan senjatanya, Lalu Menekan secara perlahan.


"Ah, Sakit Tuan". Ucap Rara, Rara merasakan sakit yang luar biasa di area Sensitif nya, Rasa yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


Alex membutuhkan perjuangan ekstra, untuk bisa Membob*l pertahan milik Rara. Dan akhirnya, setelah perjuangan panjang, akhirnya Senjata Alex yang memiliki ukuran bes*r itu tenggelam dengan sempurna di sarang milik Rara, Alex pun merasakan nikm*t yang luar biasa.


Berbeda dengan apa yang Rara rasakan. "Ah... Sakit Tuan_". hiks..hiks Rara menggigit kuat bibirnya, Agar bisa menghilangkan Rasa sakit di area sensitif nya. Air matanya pun tak berhenti mengalir, akibat sakit yang luar biasa Rara rasakan di area sensitif nya. Dan Rasa kecewa Rara kepada diri sendiri, Karena Satu-satunya barang berharga yang ia miliki, Telah ia berikan kepadanya orang yang sama sekali tidak di kenalnya, Demi untuk bisa membayar pengobatan sang adik.


Beberapa saat, Alex mendiamkan senjatanya Agar Sarang wanita di bawah Kungkungannya bisa beradaptasi, Dengan senjata perkas* miliknya. Perlahan tapi pasti, Alex mulai menggerakkan pinggulnya. Alex merasakan rasa nikmat yang luar biasa, Sebab ini pertama kali nya ia menb**** gawang gadis peraw*n.


Aaahhh... Des*Han demi Des*Han pun lolos dari bib*r Alex.

__ADS_1


Sama halnya dengan Rara, Dengan perlahan rasa yang di awal sangat menyakitkan baginya, kini secara perlahan berubah menjadi rasa nikm*at yang luar biasa. Rasa yang tidak bisa Rara ungkapkan dengan kata-kata.


Des*Han demi Des*Han lolos dari bib*r mereka berdua. Sepasang manusia yang sedang mengejar kenikm*tan dunia.


Keesokan harinya....


Eeuunggh. Rara terbangun dari tidurnya, Ia merasa tubuhnya sangat lemas dan pegal. Entah sampai jam berapa Tuan kanebo kering itu mengga*li nya. Hingga, sekitarnya jam sembilan pagi Rara baru terbangun dari tidurnya. Rara pun bergegas bangkit dari ranjang.


"Ah... Kenapa rasanya sakit sekali". dengan langkah tertatih-tatih, Rara berjalan menuju ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri, Rara bergegas akan segera keluar. Tapi, netra matanya melihat selembar kertas, Rara pun mendekat lalu mengambil kertas tersebut, Ternyata itu adalah sebuah Cek dengan nominal, Dua ratus lima puluh juta. Rara memegang Cek tersebut dengan perasaan Antara senang dan sedih. Senang karena ia bisa membayar biaya perawatan adiknya. Serta perasaan Sedih, karena harta yang kelak akan Rara berikan kepada suaminya, Sudah ia jual kepada lelaki yang sama sekali tidak Rara kenal.


"Kak". Panggil Lulu, saat Rara tiba di rumah sakit.

__ADS_1


"Iya, Kenapa Lu?".


"Bagaimana, Apakah kakak sudah dapat pinjaman?. Untuk membayar biaya pengobatan Lily kak".


"Alhamdulillah, Uda Lu"


"Wah, Serius kak?, Kakak pinjam dengan siapa?"...


"Dengan anak pemilik Bar Tempat kakak bekerja lu". Ucap Rara berbohong, Bagaimana mungkin Rara mengatakan dari mana ia mendapatkan uang, Rara merasa lebih bagus ia berbohong dari pada berkata jujur, Kalau ia mendapatkan uang biaya pengobatan Lily dengan hasil menjual diri.


"Alhamdulillah kak, Anak pemilik bar tempat kakak bekerja itu, Baik sekali ya kak". Ucap Lulu dengan nada riang. "Maafin Lulu yak kak, Lulu enggak bisa bantu kakak apa-apa". Ucap Lulu dengan nada penuh kesedihan. Karena Lulu merasa, dia sama sekali tidak bisa membantu sang kakak, saat tengah dilanda musibah seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Lulu sekolah dengan rajin saja, Kakak sudah merasa senang. Kakak berharap, Semoga kamu dan Lily bisa sekolah sampai perguruan tinggi, Supaya kelak Kalian mudah mencari pekerjaan, Yang menjanjikan untuk masa depan kalian". Ucap Rara, dengan penuh keseriusan.


To Be Continue.....


__ADS_2