Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 39


__ADS_3

Sandy terlihat bersabar, menjawab semua pertanyaan serta celotehan yang keluar dari mulut Arsy, saat menanyakan nama binatang yang tidak di ketahui oleh Arsy.


''Om, lihatlah itu!''. Tunjuk Arsy, pada hewan yang menurutnya sangat menyeramkan.


Sandy pun melihat, ke arah tangan Arsy menunjuk. ''Oh, itu namanya harimau sayang''.


''Oh halimau, halimau itu sangat menyelamkan ya om, Sama kayak kak Aca kalau lagi malah. Hihihi''.


Arsya sendiri, langsung menoleh ke arah sang adik, saat mendengar bahwa dirinya di samakan seperti harimau.


''Arsy, tidak boleh seperti itu tau!, Arsya itukan kakaknya Arsy. Masak di samakan dengan harimau''. Ucap sandy


''Tapi, kak Aca itu memang seperti halimau om. Om aja, yang belum lihat sepelti apa kalau kak Aca malah. Iyakan Ma?''. Ucap Arsy, mencari pembelaan pada sang mama.


''Kak Arsya kan kalau marah sama Arsy, juga ada alasan sayang. Terkadang, apa yang kakak bilang itu, memang benar. Hanya saja, mungkin pengucapan kakak yang sedikit kurang tepat''.


''Mama, sama om kan sepelti itu. Selalu bela-belain kak Aca, padahal kak Aca seling sekali malahin Aci, makanya Aci bilang kak Aca itu selam, sepelti halimau''. Sungut Arsy, yang terlihat merajuk.


Arsya, mendengar perkataan sang adik hanya bisa menggelengkan kepalanya. ''Terserah, Arsy mau bilang kakak apa. Toh, kalau kakak terlihat seperti harimau, berarti Arsy itu adikkan harimau''.


''Kan, kakak aja yang menyelamkan. Aci itu kan, cantik. Kenapa, kakak bilang Aci ini adikkan halimau?''. Protes Arsy, mendengar penuturan sang kakak.

__ADS_1


''Arsy kan, adik kakak. Berarti, kalau kakak harimau, Arsy itu adiknya harimau''. Ucap Arsya, dengan tanpa ekspresi.


''Mama!, tengok itu kak Aca. Kak Aca, kata-katain Aci ma.''


''Sudah!, sudah!. Kenapa jadi pada berdebat. Ingat enggak, pesan mama?''.


''Ingat''. Ucap Arsya, dan Arsy secara bersamaan.


''Apa?''.


''Arsya, dan Arsy itu saudara. Jadi, kita enggak boleh berantem-berantem, harus akur, harus saling menyayangi. Juga, Melindungi dan membantu kalau lagi kesusahan''. Ucap Arsya, dan Arsy Secara kompak.


''Aci, minta maaf ya kak. Uda bilang kakak, seperti halimau. Walaupun, sebenalnya kakak itu, memang milip halimau''. Ucap Arsy, sambil mengulurkan tangan nya.


''Hm''. Jawab Arsya, sekenanya. membalas uluran tangan sang adik.


Rara, dan Sandy melihat tingkah Arsy, hanya bisa menggelengkan kepala saja. Sudah, meminta maaf, tapi tetap saja, mengatai sang kakak seperti harimau.


''Sudahin debatnya. Ayo!, kita makan. Cacing di perut om sudah demo, meminta jatah makan''. Ucap Sandy.


''Om!, kata buk gulu Aci, kalau kita cacingan itu halus cepat minum obat om''.

__ADS_1


Alis Sandy, terlihat naik sebelah, mendengar penuturan Arsy. ''Obat untuk?''.


''Bukanya Om tadi bilang, kalau cacing di pelut om sudah demo. Itu belalti, om itu cacingan dan halus cepat-cepat minum obat. Kalau enggak, nanti badan om kulus, di makan cacing''.


''Hahaha''. Akhirnya, tawa Rara terdengar nyaring mendengar ucapan Arsy. Padahal, Rara sudah berusaha untuk menahannya, namun akhirnya terlepas juga. Sedangkan Arsya, hanya tersenyum saja mendengar penuturan sang adik.


Sandy sendiri, menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar penuturan Arsy. ''Sayang, bukan seperti itu juga. Cacing di perut om itu, berbeda dengan cacing keremi yang Arsy sebutkan tadi. Cacing di perut om, cukup di kasih makan saja, sudah tidak akan berdemo lagi''. Terang Sandy.


''Tapi, tetap saja, om itu cacingan''. Ucap Arsy menggebu.


''Sudah-sudah!. Kalau kalian berdebat terus, kapan kita makannya''. Ucap Rara menengahin.


''Ayok!, di dekat sini ada restoran enak. Kakak jamin kalian akan menyukainya''. Ucap Sandy cepat, saat melihat Arsy hendak bersuara. ''Untung sayang sama emaknya". Batin Sandy dalam hati.


Mereka pun, berjalan keluar dari kebun binatang, Menuju ke tempat parkir mobil.


Sandy, terlihat fokus mengemudi menuju restoran yang mereka tuju.


Setelah sampai di restoran yang mereka tuju, Mereka pun berjalan masuk. Saling bergandengan tangan, dengan Arsya dan Arsy yang berada di tengah. Terlihat seperti keluarga Cemara. Tampa mereka sadari, bahwa ada seseorang yang menatapnya secara tidak suka.


To Be Continue....

__ADS_1


__ADS_2