Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 42


__ADS_3

''Ini informasi yang tuan minta''. Max menyerahkan berkas tersebut kepada Alex.


Alex menyimak informasi tersebut, dengan sangat teliti. ''Sandy dan Rara mulai dekat dalam waktu 2 tahun belakangan ini. Awal pertemuan Mereka bermula, saat Sandy menolong Arsy yang hampir tertabrak oleh mobil. Dan dari kejadian itulah, akhirnya mereka dekat sampai sekarang ini. Sandy sendiri memiliki perasaan khusus terhadap Rara, dan Rara juga tahu ke tertarik Sandy kepadanya Rara. Namun, Ineke tidak merestuinya. Ineke merasa, sang anak akan mendapatkan wanita yang lebih segalanya dari Rara. Apalagi, status Rara yang belum menikah tapi sudah memiliki anak. Semakin membuat Ineke tidak menyukai Rara, karena Ineke yakin, Rara itu bukan seorang wanita baik-baik. Walaupun, Ineke melarang keras agar Sandy menjauhi Rara, Sandy seolah tak mendengarnya. Sandy sering menentang perkataan Ineke semenjak dekat dengan Rara. Ineke meyakini, itu semua atas pengaruh Rara hingga anaknya menjadi pembangkang''.


''Heh... Jadi ternyata mereka terhalang oleh restu''. Guman Alex lirih, sambil tersenyum smirk.


Alex merasa sangat senang, saat mengetahui fakta bahwa perasaan Sandy di tentang oleh Mamanya. Alex merasa, ia masih memiliki kesempatan untuk dekat dengan sang anak, hanya dengan sang anak, tidak dengan ibunya. Setelah Alex pikir-pikir, ia harus bisa mengambil hati anak-anaknya. Walaupun tanpa persetujuan dari Rara, Alex juga merasa memiliki hak atas ke dua anaknya.


Alex memandang foto Arsya dan Arsy saat tengah mengenakan seragam sekolah. Ada perasaan membuncah dalam dirinya, Alex sangat ingin memeluk keduanya. Walaupun Alex terkenal dingin, tapi dia sangat menyayangi anak-anak.


''Apa saja agenda ku, hari ini Max''.


''Jam 10 nanti, kita ada meeting dengan para pemegang saham tuan, dan pukul 2 siang kita akan bertemu investor dari Jepang tuan''.


Alex melirik jam tangan dengan merek, BVLGARI. Terlihat sangat macho, saat melingkar di pergelangan tangannya. Setelah Alex pikir-pikir, Alex masih Mempunyai waktu untuk datang ke sekolah Arsya dan Arsy. Sekedar melihat, kegiatan anak-anaknya.


''Max, antar saya ke TK Tunas Karya!''.


''Baik tuan''.


Alex berjalan keluar dari ruangan menuju lift khusus CEO, dengan Max yang selalu setia menemani sang Tuan.

__ADS_1


Karyawan yang melihat Alex, cepat-cepat segera menunduk hormat. Mereka mulai beraktivitas kembali saat melihat, mobil Rolls Royce milik Alex meninggalkan area perusahaan.


''Tuan Alex tampan sekali ya''.


''Iya, sangat tampan. Pasti rasanya sangat bahagia bisa menjadi nyonya D'lemos''. Sahut resepsionis yang bernama Yuli tersebut.


''Kalau aku sih, dapat tuan Max saja sudah sangat bahagia sekali. Tuan Max juga tidak kalah Tampan dari tuan Alex''. Ucap Jena menimpali.


''Kalian itu kalau berkhayal jangan terlalu tinggi. Bukanya bekerja, ini malah bergosip ria''. Ucap Linda, menager ke uangan perusahaan D'lemos. Wanita paruh baya itu tak habis pikir saat melintas di meja resepsionis, bisa-bisanya mereka menggosipkan atasan mereka di saat jam kerja seperti ini.


Bella mengernyitkan dahinya, saat orang suruhan mengirim sebuah foto. Yang membuat Bella bingung adalah, kenapa mobil yang suami berada di sebuah TK Tunas karya?, sedang apa Alex di sana?. Sedangkan Kenan saja bersekolah, di TK Al Azhar.


📨Pantau terus kegiatan suami saya, jangan sampai ada yang terlewat. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, segera hubungi saya.


"Kenapa wajahmu cemberut seperti itu dear?''.


''Entahlah, aku merasa ada something yang Alex sembunyikan dariku''.


''Seharusnya, jika sedang bersamaku jangan pernah menyebutkan namanya dear. Aku cemburu mendengarnya''. Sungut Willy, sambil memeluk tubuh Bella.


''Sorry''...

__ADS_1


''Kali ini aku maafkan dear, tapi tidak lain kali. Aku sayang merindukanmu''. Bisik Willy, di telinga Bella.


''Aku Juga, merindukan keperkasaan mu sayang''. Ucap Bella, dengan nada menggoda.


Willy ******* bibir Bella secara rakus. Meraka saling bertukaran saliva, Willy dengan kasar mendorong tubuh Bella ke tempat tidur. Decapan demi decapan, berubah menjadi suara ******* yang membuat jiwa bergetar, saat mendengarnya.


Bella selalu merasa puas dengan permainan Willy. Willy sangat pandai membuatnya merasa melayang, dengan permainan kasarnya. Bukan berarti Alex tidak bisa memuaskan hasrat Bella. Alex juga sama perkasanya dengan Willy, hanya saja permainan Alex yang lembut membuat Bella bosan. Berbeda saat ia bersama Willy, Willy mampu mewujudkan fantasi- fantasi liar di jiwanya.


Awalnya Bella merasa bersalah, telah mengkhianati Alex. Tapi lama-kelamaan, Akal sehatnya terkalahkan oleh nafsu yang bergelora di dirinya.


''Apa kau puas dear?''.


Bella menganggukkan kepalanya. ''Aku selalu merasa puas saat bersamaan mu yank. Hanya saja aku takut, bagaimana kalau Alex sampai mengetahui hubungan kita. Aku tidak siap jika harus kehilangan fasilitas yang aku nikmati saat ini. Dan aku sangat yakin, Alex tidak akan melepaskan kita begitu saja yank''.


''Seperti yang pernah ku bilang dear, alihkan aset yang di miliki Alex atas namamu dan juga kenan. Kalau pun dia tahu tentang penghianat yang telah kita lakukan, Setidaknya kau memiliki aset untuk masa depan kita, terutama kenan. Jika kita memiliki kuasa kita akan mudah untuk melawannya dear''.


Bella menatap langit-langit apartemen kamar Willy, kamar yang menjadi saksi bisu penghianat Bella selama ini kepada Alex. Bella tampak memikirkan saran dari Willy, pasalnya walaupun dia berasal dari kalangan berada, tetap saja rasanya tidak rela bila harus kehilangan tambang emas seperti Alex. Boutique yang saat ini di milikinya saja, bisa ramai dan terkenal juga karena pengaruh dari Alexander D'lemos .


To be Continue....


Annyeong Haseyo 👋

__ADS_1


Aku mau ucapin makasih, buat yang selalu setia dengan cerita aku☺️🤗


Jangan lupa, tinggalkan like, coment, serta votenya ya 🙏🥰


__ADS_2