Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 37


__ADS_3

Tak terasa 1 Minggu berlalu...


Alex memegang sebuah amplop, mengeluarkan kertas yang bertuliskan DNA Test REPORT. Dengan sangat teliti Alex membaca hasilnya, betapa terkejutnya Alex saat melihatnya, 99,9% hasilnya positif. Fakta yang membuat Jantung Alex serasa seperti berhenti berdetak. Walaupun sedari awal, Alex sudah mempertimbangkan seperti apa hasilnya nanti, tapi tetap saja Alex merasa sangat bingung. Haruskah ia merasa bahagia?, Alex sendiri merasa sangat bodoh.


Entah bagaimana ia akan menyikapi masalah ini?. Alex memijit pelipisnya yang terasa seperti akan meledak. "langkah apa yang harus ku lakukan''. Ucap Alex lirih.


''Aku harus segera menemui perempuan itu, semangkin cepat untuk menemuinya akan semangkin bagus!, jangan sampai Bella mengetahui masalah ini''. Dengan langkah cepat Alex berjalan keluar.


Max cepat-cepat berdiri dan sedikit menunduk, saat melihat Alex keluar dari ruangannya. '' Ada yang bisa saya bantu Tuan?''. Ucap Max sambil menunduk hormat.


''Kkalau nanti ada yang mencari saya, katakan kalau saya lagi ada keperluan di luar, dan jangan ganggu saya sampai nanti saya kembali!''.


''Baik Tuan''.


Dengan langkah panjang, Alex pun segera berlalu. Membuat Max sedikit heran dengan sikap sang Atasan, pasalnya baru kali ini Alex pergi tanpa mengajak serta dirinya. Biasanya kemana pun Alex pergi pasti Max akan selalu ikut serta.


Mobil Rolls Royce yang di kemudikan Alex melaju dengan saat pesat, membela jalanan kota J. Mobil Rolls Royce berwarna hitam itupun, berhenti tepat di sebuah toko yang bertuliskan Lily Bakrie.


Alex menatap bangunan 1 lantai yang terletak di barisan paling ujung. Setelah memantapkan hatinya, Alex bergegas turun dari mobil. Berjalan dengan langkah yang terasa berat, Aroma wangi roti memenuhi Indra penciumannya.


''Ada yang bisa kami bantu tuan?''. Ucap Mira sambil tersenyum Ramah.


''Ekhm, Saya ingin bertemu dengan pemilik toko ini, apakah ada?''. Ucap Alex to the point.


''Ehm maaf tuan, tapi kak Raranya lagi keluar. Mungkin sebentar lagi kembali''. Jawab Mira sambil tetap tersenyum ramah.


''Baiklah, saya akan menunggu nya''. Alex pun bergegas kembali menuju mobilnya, Alex memutuskan bahwa hari ini juga Alex harus bisa bertemu dengan wanita yang bernama Rara itu. Alex harus cepat-cepat membereskan masalah dengan wanita itu, jangan sampai sang istri mengetahui fakta yang akan membuat rumah tangga mereka goyah.


Alex tengah memikirkan langkah apa yang harus Alex ambil, Alex merasa harus bertanggung jawab kepada kedua anaknya. Bagaimana pun mereka adalah darah dagingnya, kalau untuk wanita yang bernama Rara Alex tidak ambil pusing. Toh dulu wanita itu sudah Alex bayar, jadi Alex merasa tidak perlu bertanggung jawab untuk wanita tersebut.


Sudah 1 jam lebih Alex menunggu, tapi wanita yang sedang Alex tunggunya belum juga terlihat batang hidungnya. Alex mengambil kembali tablet yang tadi ia letakkan, mencoba berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaannya sambil menunggu kehadiran wanita tersebut.

__ADS_1


Akhirnya setelah 2 jam lebih menunggu, Terlihat seorang wanita tengah menggandeng ke dua anaknya berjalan masuk ke arah toko.


''Kak!, ada seseorang yang mencari kakak, sudah dari tadi tuan itu menunggu kakak''. Ucap Mira sambil menunjuk ke arah sebuah mobil Rolls Royce yang terlihat paling menonjol di antara mobil lainnya.


Rara memicingkan matanya, menatap bingung ke arah mobil tersebut. Entah kenapa, perasaan Rara menjadi tidak enak saat melihat mobil tersebut. Pasalnya Rara tidak memiliki teman ataupun kenalan yang mengendarai mobil yang terbilang sangat mewah tersebut. Dan benar saja, firasat nya tidak pernah salah. Saat melihat seorang pria berwajah tampan dengan balutan kemeja berwarna navi yang sangat pas membalut tubuh gagah nya. Seseorang yang tidak ingin Rara temui, namun sekarang dengan langkah tegap pria tersebut berjalan ke arahnya. Ada keperluan apa Sehingga lelaki itu Mencarinya?, pikir Rara.


''Bisa kita bicara?''. Ucap Alex langsung tanpa basa-basi saat tiba di hadapan rara.


''Hah, bicara?''. Ucap Rara seperti orang bodoh.


''Ya, hanya sebentar!''. Ucap Alex dengan nada yang tidak bisa di bantah.


''Baiklah, tapi hanya sebentar saja. Ayo!, kita bicara di Taman itu saja''. Ucap Rara sambil menunjuk ke arah taman yang terletak di seberang jalan.


''Baiklah''.


''Mira, kakak pergi sebentar ya. Kakak titip anak-anak ya!''.


''Sayang kalian tunggu di sini sebentar ya sama kak Mira, Mama mau pergi sebentar saja''. Ucap Rara pamit dengan si kembar.


''Apa Aci enggak boleh ikut Ma?''. Ucap Arsy dengan nada memelas.


''Mama hanya sebentar saja sayang, Arsy di sini saja ya bareng kak Arsya dan kak Mira ya. Mama janji hanya sebentar saja''.


''Hem, okelah. Aci di sini saja baleng sama kakak''. Ucap Arsy, dengan wajah yang sedikit murung.


''Good girls. Mama pergi dulu, Arsya mama titip adik ya!''.


''Iya Ma, mama pergi saja!, Arsya pasti jagain Arsy''. Ucap Arsya dengan wajah datar nya.


Tatapan Alex tak pernah lepas menatap ke arah anak lelaki dan perempuannya. Siapa yang sangka bahwa dia mempunyai anak dari wanita lain selain istrinya. Saat tatapan matanya bersibobbrok langsung dengan Arsya, terlihat sekali anak lelaki itu tidak menyukai ke hadirannya. Tapi Alex mencoba masa bodoh, walaupun hatinya sedikit gundah.

__ADS_1


''Tuan''. Rara mencoba menyadarkan Alex dari lamunannya, pasalnya sedari tadi Alex tak beranjak dari tempat ia berdiri.


''Hah, Iya''. Alex terlihat sedikit canggung setelah tersadar dari lamunannya, pasalnya tatapan mereka semua tertuju ke arahnya. Alex pun bergegas mengikuti langkah wanita muda yang bernama Rara tersebut.


''Ada keperluan apa?, sehingga tuan ingin bertemu dengan saya''. Rara angkat bicara setelah mereka sampai di taman seberang toko miliknya. Duduk bersama dengan rasa canggung, hanya meja di hadapan mereka menjadi pemisah di antara ke duanya. Entah kenapa firasat Rara menjadi tidak enak?, Entahlah Rara pun tidak tahu pasti.


Alex bergerak mengeluarkan secarik surat dari saku celananya, lalu menyerahkan kepada Rara. ''Bisa jelaskan semua ini?''.


Rara dengan sedikit bingung menerima kertas tersebut. Dengan perlahan ia membuka lipatan kertas itu, betapa terkejutnya Rara saat melihat isinya. Bagaimana tidak terkejut, melihat surat yang bertuliskan DNA TEST REPORT, Yang menunjukkan hasil 99.9% positif. Bagaimana bisa?, lelaki di hadapannya ini bisa melakukan test DNA, sedangkan anak-anaknya selalu berada dalam pengawasannya.


''Bisa anda menjelaskan kepada saya?''. Ulang Alex sekali lagi saat melihat Rara hanya terdiam mematung menatap kertas tersebut.


Rara sendiri merasa bingung bagaimana harus menjelaskan, satu sisi Rara juga takut melihat lelaki di hadapannya yang memiliki kuasa. ''Huh'', Rara menghembuskan nafas secara kasar, setelah mengumpulkan keberanian Rara menatap lawan bicara di hadapannya. Ya, jangan sampai Rara terlihat lemah. Karena kalau sampai ia terlihat lemah, bisa saja nanti lelaki itu semangkin menindasnya.


Rara sedikit memicingkan matanya. ''Penjelasan seperti apa yang anda inginkan dari saya?''. Ucap Rara dengan nada datar, walaupun dengan suara sedikit bergetar.


''Huh, penjelasan seperti, Tentunya tentang hasil test tersebut. Kenapa anda menyembunyikan?, Apakah anda memiliki rencana untuk menghancurkan saya melalui ke dua anak itu?''. Alex membalas perkataan Rara dengan nada sinis.


''Picik sekali pikiran anda tuan. Saya tidak menyangka orang berpendidikan seperti anda memiliki pikiran sepicik itu''.


''Anda tidak Perlu berbelit lagi, saya yakin sekali. Saat melihat saya dan keluarga saya waktu lalu, pasti kau tertarik dengan kehidupan yang kami jalanin. Dan akan menjadikan kedua anak itu sebagai jembatan untuk menaikan derajat hidupmu''.


''Picik sekali pikiran anda tuan. Sebenarnya apa tujuan tuan datang menemui saya?''. Rara berusaha menahan emosinya, saat mendengar ucapan lelaki di hadapannya ini menghina dirinya.


''Saya ingatkan kepadamu!, jangan pernah menjadi kan kedua anak itu untuk merusak kebahagiaan kecil keluarga saya. Jangan pernah sekali-kali Kau meminta pertanggung jawaban atas dirimu, kalau untuk kedua anak itu, aku akan memberi nafkah setiap bulannya jadi jangan pernah mengganggu ke hidup saya. Apalagi memberi tahu kepada orang-orang bahwa mereka adalah anak-anak saya!''. Ucap Alex memperingati.


''Huh, maaf tuan. Tapi saya tidak butuh sepersen pun uang dari tuan. Dan saya juga tidak meminta pertanggung jawaban dari tuan, jadi tuan tidak perlu khawatir. Tapi satu yang saya minta dari tuan, jangan pernah sekalipun tuan menemui kedua anak-anakku!, kalau tuan tidak ingin ke hadirannya ke dua anak-anakku menghancurkan kebahagiaan keluarga tuan. Dan anda tidak perlu risau, karena anak saya Sudah terbiasa besar Tampa kehadiran seorang papa dalam hidup mereka. Yang mereka tahu bahwa papa mereka sudah meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya, jadi tuan jangan pernah risau. Dan saya rasa di antara kita sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, saya rasa ini kali terakhir kita membahas masalah anak-anakku, permisi''. ucap Rara cepat-cepat berlalu, Apalagi yang Rara harapankan dari lelaki seperti itu. Rara rasa keputusan selama ini sangat tepat, agar tidak pernah memberi tahu seperti apa rupa sang papa kepada si kembar. Karena sikap lelaki itu pasti akan sangat melukai hati si kembar.


Alex duduk terpaku setelah kepergian Rara, entah kenapa hati Alex sakit mendengar perkataannya. Bukankah seharusnya Alex merasa senang?, tapi entah kenapa hati Alex merasa sakit. Saat mendengar perkataan Rara bahwa ke dua anak itu menganggap sang papa sudah meninggal dunia. Padahal dirinya masih sehat walafiat, seharusnya hatinya menjadi lebih tenang karena perempuan itu tidak akan mengusiknya. Tapi entah kenapa hatinya sakit sekali, bukan seperti ini kemauannya.


To Be Continue.....

__ADS_1


__ADS_2