
''Max, Carikan informasi seorang wanita yang saya kirim!, Dan Jangan sampai ada yang terlewat kan!, walaupun hanya sekecil apapun ''.
''Baik tuan, paling lambat nanti sore saya kirim informasi nya''.
''Baiklah. Dan kamu boleh keluar!''.
''Permisi tuan''. max berlalu keluar.
Klekk.
Kenapa anak wanita itu terasa familiar sekali?. Dan terlihat seperti seumuran dengan Kenan. Jangan-jangan?. Ah tapi mana mungkin. Alex merasa pusing memikirkan nya, di tambah lagi dengan kerjaan yang menumpuk yang harus segera Alex selesai kan.
''Bagaimana bisa?, lo jumpa dengan lelaki itu''. Tanya Lea, saat Rara berkunjung ke rumah nya.
''kemarin kan gue bilang sama elo kan, kalau gue di undang Tante Risa ke acara syukuran cucunya. Dan ternyata lelaki itu anak dari Tante Risa''. Ucap Rara dengan nada pelan karena takut anak-anaknya mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
''Jadi, elo Uda bilang terus terang belum?. tentang keberadaan si kembar''.
Rara menggeleng kan kepala. ''Bagaimana gue mau bilang, kalau ternyata pria itu sudah punya istri dan anak. Gue enggak mau ngerusak ke bahagian keluarga kecil itu''.
''Tapi Ra, si kembar harus tau!, siapa ayah mereka''.
''Gue enggak mau egois Lea. kalau gue memberi tahu tentang keberadaan si kembar, otomatis gue bakal ngehancurin kebahagiaan mereka''.
''Elo memikirkan ke bahagian mereka, dengan merahasiakan semua. Tapi satu hal yang tidak pernah Lo pikirin Ra!, bagaimana dengan kebahagiaan anak-anak lo!, Apakah elo tidak pernah memikirkan perasaan si kembar?. Perasaan seorang anak yang ingin tau seperti apa wajahnya!, seperti apa rasanya di peluk seorang ayah!. Elo bahkan, mungkin saja tidak memikirkan ke arah sana, Sesekali jadilah manusia yang egois!. Walaupun mungkin saja ke beranda mereka tidak di akui, tapi setidaknya si kembar tahu seperti apa wajah ayah mereka!. Maaf kalau omongan gue nyakitin hati Lo, tapi gue kasihan melihat mereka yang sangat ingin melihat seperti apa sosok sang ayahnya''.
Rara hanya menundukkan kepalanya, Rara membenarkan ucapan Lea. Apakah selama ini ia sangat egois?, Rara juga ingin mengabulkan ke inginkan anak-anaknya. Rara juga tidak ingin terlihat terlalu egois!, namun bagaimana dengan resikonya, saat ia memberi tahu tentang ke beranda si kembar berputar-putar di kepala. Resiko terbesar yang sangat Rara takuti adalah, pria itu mengambil si kembar dari hidupnya. Melihat kekayaan pria tersebut, Rara yakin! dia pasti bisa melakukan apa saja.
Rara mengatupkan kedua tangannya ke wajah. Tanpa mereka tahu, bahwa Arsya mendengar semua pembicaraan mereka.
Lea mendekat ke arah Rara, sambil memeluk nya mencoba memberikan kekuatan. Lea paham perasaan Rara, Lea merasa bersalah dengan perkataan nya tadi. Rara benar!, tidak ada seorang ibu yang tidak ingin melihat ke bahagia sang anak. Tapi apa yang Rara alami memang rumit, apalagi pria tersebut sudah memiliki keluarga.
__ADS_1
''Ayok!, kita ke depan. Rasanya sudah terlalu lama kita meninggalkan mereka''. Setelah merasa perasaan nya sedikit tenang, Rara mengajak Lea untuk ke depan melihat anak-anak mereka. Terlihat Arsy yang dengan telaten mengayun si kecil Tia.
''Wah-wah, Kakak Arsy pintar sekali jagain adek Tia''. Ucap Lea memberikan pujian.
''Iya dong aunty, Aci kan sudah kakak-kakak. Jadi halus pandai jagain adek Tia, Benal kan Ma''.
''Benar sayang''. Rara mengelus kepala Arsy, Rara merasa bersyukur memiliki anak seperti Arsya dan Arsy.
''Arsya kenapa sayang?''. Rara merasa heran, pasalnya sedari tadi Arsya seperti terlihat murung dan seperti tidak bersemangat. Padahal tadi arsya terlihat sangat ceria dan antusias saat mengunjungi baby Tia.
''Tidak ada ma, Arsya hanya mengantuk''. Jawab Arsya sekenanya. Padahal Otak kecilnya sedang memikirkan dan mengingat setiap bait pembicaraan Aunty Lea dan mama nya. Entah harus merasa senang atau sedih Saat mengetahui, siapa ayahnya. Padahal selama ini, itu yang sangat Arsya harapkan. Mengetahui siapa ayahnya, Tapi setelah ia mengetahui nya entah bagaimana mana Arsya mendeskripsikan perasaannya. Haruskah ia senang atau sedih!, melihat dan mendengar tangisan dan ungkapan hari sang mama. Mama yang sudah membesarkan mereka dengan penuh perjuangan seorang diri, mengahadapi kenakalan nya serta kenakalan Arsy, serta sering menjadi bahan gunjingan para tetangga mereka. Arsya berjanji!, apapun yang terjadi suatu saat nanti, Arsya akan tetap berada di sisi sang mama.
''Bagaimana hasilnya Max?, apakah kau sudah mendapatkan?''.
"Sudah Tuan". Max lalu menyodorkan berkas informasi tentang wanita tersebut, seperti yang Alex minta tidak ada yang boleh terlewat walau hanya berita sekecil apapun.
__ADS_1
**TO Be Continue.....
Maaf baru bisa update🙏🙏, Soalnya dari kemarin anak rewel. Jadi baru bisa update hari ini walaupun Enggak banyak.