
''Wow, ada angin apa nih? kok sohib kita yang satu ini tumben tiba-tiba datang.'' Ucap Daniel kepada Alex
''Iya, kok tumben-tumbenan ni, pak CEO yang super sibuk kemari. Kalau di lihat dari raut wajahnya si, kelihatan seperti ada something?.'' Adraw pun ikut menimpali
''Sehat bro?.'' Alex bukanya menjawab perkataan sahabat, tapi Mala balik bertanya.
''Kalau kita si senantiasa selalu di beri kesehat bro. Tapi entahlah kalau yang nanya.'' Hehehe, Goda Daniel.
''Kalau gue enggak sehat, enggak mungkin gue datang kemari.'' Ucap Alex dengan sarkas.
Pusing dengan permintaan Bella, Alex memutuskan untuk pergi ke night Club. bukan tidak ingin mengabulkannya, tapi kali ini entah kenapa Alex serasa berat untuk mengabulkan keinginan Bella. Biasanya apapun yang Bella inginkan, Alex akan dengan cepat mengabulkannya. Alex memejamkan matanya, sembari menikmati suara musik yang memekakkan telinga itu. Setelah di rasa pikiran tak kunjung tenang, Alex pun memesan cocktail kepada Kevin, seorang bartender di night Club tersebut. Alex sangat menyukai cocktail racikan Kevin, karena racikan Kevin memang terasa sangat enak. Dulu Sebelum menikah dengan Bella, hampir setiap malam Alex datang ke night club. Tetapi semenjak menikah dengan Bella, Alex sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan buruknya itu.
''Lagi!.'' Ucap Alex kepada bartender tersebut
Daniel dan Adraw terlihat mengerutkan keningnya, melihat Alex meminum cocktail dengan sekali tegukan. Lalu, Pandangan ke-duanya beralih ke arah Max guna untuk meminta penjelasan, pasti max tahu alasan kenapa Alex seperti itu.
Max yang di tatapan oleh keduanya pun, terlihat mengangkat bahunya. Bukan ranahnya menceritakan masalah sang tuan kepada siapapun.
''Ck, Dasar payah''. Ucap Adraw
''Entah apa yang Alex berikan kepadamu? hingga kau sangat setia denganya Max.'' Ucap Danie menimpali.
"Kalau kalian penasaran, tanyakan langsung kepada tuan Alex!''. Ucap Max yang masa bodoh, mendengar umpatan kedua sahabat sang tuan.
''Bro.'' Daniel menggambil gelas milik Alex, pasalnya sudah tak terhitung berapa gelas Alex meminumnya. ''Lo kalau ada masalah cerita ke kita-kita, jangan melampiaskan dengan cara seperti ini. Ingat kesehatan! kalau minum hanya sekedarnya saja.''
''Ck, sini minuman gue! Gue masih ingin minum lagi.''
''Oke akan gue berikan, tapi sebelumnya Lo harus cerita dulu ke kita! Lu lagi sedang ada masalah apa?.''
__ADS_1
Huh...
''Bella minta separuh saham milik gue.'' Ucap Alex , setelah beberapa saat diam
''What! Jadi elu kasih?''
Alex menggelengkan kepalanya.
''Kalau sekarang belum, gue masih bingung. Kalau dia minta mobil, perhiasan, atau barang-barang branded lainya pasti akan langsung gue berikan. Tapi ini, saham perusahaan.''
''Kalau sampai Lu berikan saham milik Lu ke Bella, Lu bener-beber goblok bro.'' Ucap Adraw
Alex yang mendengar ucapan Adraw pun langsung menoleh ke arahnya.
''Gue bukannya apa-apa bro__
''Dia marah sama gue, karena ada Seseorang yang ngirim Poto gue saat meluk seorang anak kecil ke dia.''
''Masalahnya anak perempuan itu anak gue. Seperti yang pernah gue bilang ke kalian. Bahwa ada seorang anak lelaki yang sangat mirip sekali dengan gue, dan setelah gue selidiki, ternyata benar, mereka anak-anak gue. Dan yang gue peluk itu Adiknya, mereka kembar.''
Keduanya pun tercengang mendengar penuturan Alex.
''Maksud Lo, anak dari wanita yang pernah elo sewa beberapa tahun lalu?''
''Wanita yang mana? bukannya dari dulu, banyak sekali wanita yang di sewa oleh teman kita ini.''
Alex menatap tajam ke arah Adraw, ingin rasanya Alex menjejalkan kaos kaki miliknya ke mulut sahabat itu.
''Gue Uda tobat semenjak menikah dengan Bella. hanya saja, karena kalian yang menjerumuskan gue saat malam itu. Dan siapa sangka, kalau malam itu akan menghasilkan anak.''
__ADS_1
''Lalu, apa yang elo takuti kalau Bella tahu?, dan apa lu akan tetap merahasiakan keberadaan anak-anakmu itu''. Ucap Adraw
''Entahlah, gue gak tahu, gue bener-beber bingung harus seperti apa.''
''Tapi ngomong-ngomong mantap juga ya lu bro, sekali main langsung jadi dua bocah. Hehehe''
''kalau gue ya kalau jadi Lo, gue enggak akan mau ngasih saham ke Bella. Cuma karena Bella enggak curiga dan enggak marah sama Lo. Permintaan istri Lo itu konyol, serta berlebihan tau enggak? kalau emang bener dia sayang sama elo, dia pasti bisa terima anak-anak Lo. lagipula, lu dulu lakuin seperti itu juga karena ada andil Bella sendiri, dia yang lalai memenuhi kebutuhan lo sebagai laki-laki, Dia Mala pergi liburan enggak jelas dengan teman-temannya sampai berminggu-minggu lamanya.'' Ucap Daniel
''Tapi masalahnya, walau bagaimanapun gue tetap salah. Gue takut Bella enggak akan terima, lalu dia pergi ninggalin gue dengan membawa Kenan.''
''Kalau Kenan pergi di bawah oleh Bella. Bukanya elo masih punya anak lain, lagian gue rasa sebelum Lo menyerahkan saham Lo ke Bella, alangkah bagusnya Lo selidiki dulu! bukannya apa, gue takut nanti lu sendiri yang nyesel.'' Ucap Daniel
''Maksud lu?''
''Sebelumnya gue minta maaf, kalau nanti omongan gue nyinggung perasaan elo. Gue beberapa kali pernah melihat Bella, pergi dengan seorang pria tapi gue enggak tahu namanya, soalnya baru pertama kali juga gue lihat. Ya awalnya, gue berfikir mungkin kliennya, tapi lama-kelamaan gue jadi curiga. Soalnya gue juga pernah beberapa kali, melihat Bella membawa Kenan bersama dengan pria itu. Dan yang paling buat gue sedikit enggak habis pikir ialah, tapi sebelumnya gue bener-beber minta maaf ke Lu, gue tahu apa yang akan gue bilang ini akan menyinggung perasaan lu, jadi gue bener-beber minta maaf. Kenan itu terlihat lebih mirip bahkan sangat mirip dengan lelaki itu dari pada elu yang Daddy nya sendiri.''
''Maksud lu apaan?.'' Alex bangkit dari tempat duduknya sambil mengepalkan tangan, menatap nyalang ke arah Daniel, Alex sangat tidak terima atas apa yang di ucapkan oleh Daniel.
''Tenang bro... Tenang! Kita dengarkan dulu penjelasan Daniel!''.
Nafas Alex terlihat menderu, tatapannya tak sedikit beralih dari Daniel.
''Gue minta maaf! kalau omongan gue bikin elo tersinggung. Tapi apa salahnya, kalau elo coba selidiki dulu. Kalau seandainya omongan gue terbukti enggak bener, gue siap lakuin apapun buat elu. Gue hanya enggak ingin, suatu saat nanti lu yang nyesel sendiri. Dan bukan pula karena gue enggak suka dengan Bella, makanya gue bicara seperti ini.''
''Bener bro, gue setuju dengan ucapan Daniel. Apa salahnya coba cari tahu dulu. Gue takut sebenarnya Bella Uda tahu sesuatu tentang elu.''
Alex memejamkan mata, memijit pelipisnya guna mengurangi rasa sakit di kepalanya. Niat hati pergi ke klub untuk mencari ketenangan, ini Mala semangkin pusing saja. Bukan hanya sekali ini saja, Alex mendengar tentang Kenan yang tidak memiliki kemiripan dengannya. Sudah sering dia mendengar suara sumbangan seperti itu, Alex merasa tidak mau ambil pusing. Toh tidak semua anak mirip dengan orang tuanya, batin Alex.
''Kali ini saja, coba dengarkan saran dari kami!. Ini juga demi kebaikan elu bro.''
__ADS_1
Max pun sebenarnya setuju dengan yang di ucapkan oleh sahabat sang tuan, karena selama ini pun sang tuan terlalu membebaskan kehidupan sang istri, dan tak pernah curiga sedikitpun.
To Be Continue.....