Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 51


__ADS_3

''Mama, Oma Lisa baik sekali ya. Kalau Aci punya Oma sepelti Oma Lisa, pasti Aci akan senang sekali.'' Ucap Arsy dengan antusias


Rara hanya tersenyum saja menanggapi ucapan sang putri. Sedikit banyak pun, Rara juga merasa bersalah kepada anak-anaknya. Andai dia dulu tidak melupakan omongan Lea, untuk menggunakan pil kontrasepsi, pasti nasib anak-anaknya tidak seperti sekarang. Walaupun Rara tidak menyesal atas kehadiran si mereka, Rara merasa kehadiran ke dua anaknya sebagai anugerah terindah dalam hidupnya. Namun Rara sangat paham, bagaimana anak-anaknya menginginkan sosok seorang papa dalam hidup mereka, terutama Arsy.


''sudah malam, Arsy tidur ya sayang! sebelum tidur jangan lupa baca doa!.''


''Oke Ma''. Jawab Arsy, sambil menengadah tangan seraya membaca doa.


''Princes mama baca doa apa si? kok lama sekali''. Ucap Rara yang penasaran dengan doa sang putri.


''Aci baca doa tidul siap itu Aci juga berdoa, semoga mama, kak Aca, aunty Lulu, aunty lily sehat selalu. Telus Aci juga beldoa juga, semoga suatu saat nanti, Aci juga punya papa seperti teman-teman Aci yang lainnya Ma.'' Ucap Arsy dengan wajah polosnya.


Rara yang mendengar ucapan polos sang putri pun sangat merasa bersalah, apa benar yang di ucapkan lelaki itu, Bahwa semua ini terjadi atas andil dirinya yang egois. Apa mungkin saat dulu Rara mengetahui kehamilannya, lalu pergi mencari lelaki itu dia lantas akan bertanggung jawab atas anak-anaknya, dan juga akan percaya bahwa saat itu Rara tengah hamil anak lelaki tersebut. Dan mungkin yang seperti lelaki itu ucapkan, kalau anak-anaknya tetap akan merasakan kasih sayang dari pria itu sebagai seorang papa.


''Amin, semoga doa Arsy suatu saat nanti di kabulkan sama Allah ya nak. Dan sekarang Arsy tidur ya, lihatlah! kak Arsya saja sudah berpetualang di alam mimpinya.''

__ADS_1


''Iya ma, good night. Sayang mama banyak-banyak.''


''Good night sayang, semoga princess mama mimpi indah.'' Ucap Rara, sambil mencium kening Arsy dan juga Arsya yang sudah terlelap dalam mimpi indahnya.


Rara menutup pintu kamar anaknya, lalu berjalan masuk ke kamar miliknya. Rara mengambil handphone yang terletak di meja riasnya. Alis Rara terlihat menyatu, saat mendapat pesan dari nomor ya tidak di kenalnya.


📨Saya ingin! kamu mengenalkan saya kepada anak-anak, bahwa saya adalah papa mereka. Saya tidak mau, mereka menganggap saya seperti orang asing.


📨 Kalau saya tidak mau bagaimana? lagian anak-anak saya akan sangat terkejut kalau mengetahui, bahwa anda adalah papa mereka. Kalau tuan ingin mendapatkan pengakuan dari mereka itu pasti akan saya lakukan, Tapi tidak sekarang!.


Rara Sampai menahan nafasnya, saat membaca pesan dari Alex. Walaupun, Rara membesarkan anak seorang diri tanpa bantuan pria itu, tetap saja Rara merasa takut. Bagaimana kalau benar, hak asuh anak-anaknya jatuh ke tangan lelaki itu. Alex memiliki kekuasaan, bukan hal susah baginya untuk melakukan itu semua. Dan Rara pun tidak akan siap, bila harus kehilangan kedua anaknya, Rara sangat takut kalau sampai pria itu benar-benar melakukannya.


📨 Beri saya waktu beberapa hari, untuk memberi tahu mereka. Saya tidak ingin, masalah ini mengejutkan mental anak-anak saya. Apalagi sebelumnya kalian sudah pernah bertemu. Tapi saya minta satu hal dari anda tuan, tuan harus berjanji! setelah saya mengatakan siapa sebenarnya anda kepada anak-anaknya, jangan pernah sekalipun tuan memisahkan saya dengan anak-anak saya, apalagi sampai merebut hak asu Meraka. Apakah anda setuju?


Setelah Rara pikir-pikir, akhirnya Rara memutuskan untuk bicara pelan-pelan kepada anak-anaknya. Walau bagaimanapun, mereka tetap harus tahu siapa papa mereka. Apalagi saat mengetahui doa yang di panjatkan oleh sang putri, doa seorang anak yang ingin merasakan pelukan sang papa, Rara pun mencoba menurunkan egonya demi anak-anaknya.

__ADS_1


📨Baik saya setuju, saya beri kamu waktu tiga hari. Dan untuk tempat dimana nanti kami bertemu, akan saya Sherlock.


Alex berharap, apa yang ia lakukan ini akan benar. Benar kata para sahabatnya, tidak mungkin ia terus menyembunyikan status ke dua anaknya itu. Walau bagaimanapun, di dalam darah mereka mengalir darahnya, darah dari seorang Alexander D'lemos. Setelah memantapkan hati serta meyakinkan diri, bahwa keputusan yang ia ambil saat ini benar. Pandangan Alex pun beralih ke sang istri.


Alex menatap wajah sang istri yang tengah terlelap, benarkah Bella melakukan hal-hal yang di tuduhkan oleh sahabat-sahabatnya itu. Walaupun, sejujurnya Alex mengetahui bahwa Adraw dan Daniel memang tidak menyukai sang istri tetapi tetap saja, kedua sahabat itu Takan berbicara seperti itu dengannya kalau tidak memiliki bukti.


📨 Selidiki info tentang istri saya! dan saya harap tidak ada suatu apapun yang terlewatkan. Saya beri kalian waktu satu hari.


Setelah di pikir-pikir tidak ada salahnya, sesekali mendengar nasehat para sahabatnya. Walaupun dalam hati meyakini, bahwa sang istri tidak akan melakukan hal-hal yang di tuduhkan oleh para sahabatnya.


To Be Continue....


Annyeong....


Saya ingin menyampaikan, Tolong! bagi siapa pun yang tidak ingin membaca cerita saya, di harapkan jangan melakukan bom like ya🙏. Karena itu bisa mempengaruhi retensi cerita saya. Terimakasih 👍

__ADS_1


__ADS_2