Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 6


__ADS_3

Dret...Dret...


πŸ“žGimana Keadaan Lily Ra?. Ucap Lea


πŸ“ž Lily saat ini belum sadar Le. Rara pun, menceritakan semuanya kepada Lea, Mulai dari biaya rumah sakit, dan yang lainnya.


πŸ“žYa Allah Rara, Sampai separah itukah keadaan Lily?.


πŸ“ž Itulah yang membuat ku pusing Lea, Dari mana aku mendapat uang sebanyak itu, Cuma dalam waktu lima hari.


πŸ“žAku cuma ada satu juta dua ratus Rara, Kalau Lo mau, Pakai saja dulu!, Untuk tambah-tambahan. Bagaimana, kalau Lo coba pinjaman sama bos di cafe kita?.


πŸ“žApa mungkin, Bos mau minjamin aku uang sebanyak itu Lea?.


πŸ“žKita coba saja dulu Rara!!


πŸ“ž Baiklah, Besok akan ku coba. Nanti malam pun, akan ku coba Meminjam dengan pemilik Bar.


πŸ“žGitu dong Ra, Elo harus semangat. Gua yakin elo pasti bisa, Allah itu memberi ujian, Karena Allah yakin elo itu kuat. Maaf ya Rara, Gue enggak bisa bantu apa-apa.


πŸ“ž Elo Uda mau dengar keluh kesah gue aja, Gue Uda bersyukur Lea. Makasih ya, Lo Selalu support gue, Kalau enggak ada eLo, Rasanya gue enggak kuat jalanin semua cobaan dalam hidup gue Lea.

__ADS_1


πŸ“ž Uda-uda, Enggak usah sedih-sedih. Elo nanti ada yang mau di titipkan enggak?. Soalnya, habis pulang kerja, gue rencananya nanti mau singgah.


πŸ“ž Enggak ada Lea, Cuma gue minta tolong sama elo, Tolong kasih tau Lulu ya Lea. Soalnya, dia belum tau kalau Lily masuk rumah sakit. Gue belum sempat pulang soalnya. Takutnya Lulu nyariin, Biasanya kalau Lulu pulang sekolah, Lily Uda ada di rumah.


πŸ“žOke Ra, Ya Uda gue tutup dulu telponnya ya Ra.


πŸ“ž Iya Lea.


Tut...Tut..Tut...


"Tuan, Tadi nyonya besar menelfon. Nyonya besar mengundang anda makan malam, Di rumah utama Tuan".


"Jadwal hari ini, Meeting di Cafe green light, Dengan Tuan Bian Mahendra Tuan".


"Hanya itu saja?". Ucap Alex


"Iya Tuan".


"Kalau begitu, Kabarin nyonya besar, Nanti malam saya akan kesana. Dan kau boleh keluar sekarang!!".


"Baik Tuan".

__ADS_1


Cafe Green Light.


"Keuntungan apa yang akan saya dapat, Bila saya bekerja sama Dengan Perusahaan anda, Tuan Mahendra". Ucap Alex dengan nada angkuh.


"Bila Tuan Alex, Menerima Kerja sama dengan saya, Kita akan menerima keuntungan yang sama Besar nya. Dan poin plus nya, Lokasi hotel saya sangat strategis, Dekat dengan lokasi wisatawan Tuan". Ucap bian Mahendra, dengan nada meyakinkan.


"Jika Lokasi strategi, Mengapa hotel anda, Berada Di ambang kebangkrutan Tuan Mahendra?".


" Begini Tuan Alex, Uang saya di bawak kabur, Oleh orang kepercayaan saya Tuan". Ucap Bian Mahendra.


"Saya akan menerima kerja sama ini, Tapi dengan syarat, Saya akan menerima hasil enam puluh persen, Bagaimana?"....


"Apakah tidak bisa, jika Kita sama-sama menerima lima puluh persen Tuan Alex?". Ucap Bian Mahendra, Merasa keberatan jika pembagian nya, seperti itu.


"Dana yang saya anggarkan bukan sedikit Tuan Mahendra, Kalau Tuan Mahendra merasa keberatan, Silahkan cari investor Lain saja". Ucap Alex, Yang tidak Mau menerima Negosiasi.


"Baiklah Tuan Alex, Saya setuju". Ucap Bian Mahendra. Walaupun berat, Tapi dari pada hotel milik nya bangkrut lebih baik menyetujui saja. Karena sangat susah mencari investor, Yang mau menggelontorkan dana yang sangat besar.


Akhirnya, mereka Sama-sama menanda tangani kontrak, Sebagai bukti kesepakatan hitam di atas putih. Walaupun, Bian Mahendra Merasa Berat, Tapi apa boleh buat, Alex D'lemos adalah pemimpin yang tidak terima negosiasi.


To be continue....

__ADS_1


__ADS_2