Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 36


__ADS_3

Hari berlalu...


Tak terasa hari ini adalah hari pertama si kembar mulai masuk taman kanak-kanak. Terlihat sekali, bahwa mereka sangat antusias.


''Mama!, bagaimana?, apakah Aci sudah telihat cantik belum?''. Tanya Arsy, sambil memutarkan badannya.


''Sudah. Anak mama sudah terlihat sangat cantik, sudah seperti princess''.


''Kalau Arsya bagaimana Ma?''. Gantian Arsya yang meminta pendapat sang mama.


''Eehm, Arsya juga sudah terlihat sangat tampan. Berhubung kalian sudah siap dan rapi jadi, ayo!, kita berangkat''.


''Lets go ma''. Arsy sangat antusias sekali, pasalnya ia sudah tidak sabar untuk bersekolah. Dan mendapatkan teman-teman baru saat di sekolah nanti, pasti akan seru pikir Arsy.


Saat sampai sekolah taman kanak-kanak, Arsy yang awalnya terlihat antusias, kini wajahnya terlihat sedikit murung.


''Arsy!, kenapa sayang?, kok terlihat murung begitu?''. Rara merasa heran dengan perubahan Arsy.


Arsy diam tak menjawab pertanyaan sang mama, namun matanya fokus menatap ke arah anak-anak yang di antar dengan papa dan mama mereka. Entah kenapa, Arsy sangat iri melihatnya.


''Sayang!''. Rara mengelus kepala Arsy, Hati Rara rasanya sakit, Saat melihat tatapan sang anak. Sekarang Rara tahu, apa yang membuat sang putri terlihat murung.


''Ayo!, kita turun''. Ucap Arsya angkat bicara. Arsya paham tentang kesedihan sang adik, karena Arsya juga merasakan hal yang sama. Tapi Arsya tidak mau memperlihatkannya pada sang mama, melihat Arsy seperti itu saja, sang mama sudah sangat sedih. Sudahlah!, Arsya rasanya tak bisa melihat sang mama sedih dan terluka.


''Ayo!, Aci sudah tidak sabal ingin masuk kedalam''. Setelah beberapa saat, Arsy bisa menguasai perasaan. Apalagi melihat tatapan sang kakak, serta wajah sang mama yang terlihat sedih walaupun sang mama mencoba berusaha menutupinya.


''Bukankah, hari ini hari pertama mereka masuk sekolah?''. Tanya Alex,


''Iya tuan, menurut informasi. Hari ini, hari pertama mereka masuk sekolah''. Jawab Max sambil tatapannya tetap fokus mengemudi.


''Putar balik!, antar saya ke sekolah mereka''. Ucap Alex datar.


''Baik tuan''. Bos mah bebas, batin max. Pasalnya mereka sudah dekat dengan kantor, namun harus putar balik lagi. Padahal jam-jam sekarang, jalanan ke arah taman kanak-kanak tersebut pasti akan macet.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mereka melewati kemacetan, akhirnya mereka sampai. Alex terlihat enggan untuk turun, namun matanya fokus ke arah 2 orang anak yang beberapa waktu menguras pikiran Alex.


''Bagaimana rencananya, apakah guru tersebut sudah menyetujuinya?''. Tanya Alex, matanya tetap fokus menatap ke arah si kembar.


''Sudah tuan, walaupun harus dengan sedikit paksaan. Akhirnya guru tersebut menyetujuinya''.


''Bagus, setelah mendapat Sempel rambut Mereka, secepatnya lakukan tes DNA''. Entahlah, saat pertama kali Alex melihat mereka, apalagi anak lelaki yang bernama Arsya tersebut. Alex merasa penasaran saja, Apalagi Anak lelaki tersebut seperti mempunyai daya tarik tersendiri.


''Baik tuan, saya akan memberi tahu tuan, saat nanti hasilnya sudah keluar''.


''Hem, berangkat ke kantor sekarang!''. Ucap Alex, saat melihat anak-anak tersebut sudah mulai memasuki kelas mereka.


''Baik tuan''. Dengan perlahan, mobil Rolls Royce berwarna hitam itupun mulai melesat, meninggalkan sekolah taman kanak-kanak tersebut.


Bella terlihat tengah bersiap-siap, akan berangkat pergi ke suatu tempat dengan membawa Kenan.


''Kita mau pelgi kemana mom?'',


''Baik mom, Kenan akan menuruti perintah mommy''. jawab Kenan cepat, Kenan sangat senang sekali. Jarang-jarang mereka pergi berdua seperti sekarang ini.


Setelah sampai di cafe yang mereka tuju, Bella melihat seorang pria yang tengah duduk menunggunya di meja yang terletak paling ujung. Cepat-cepat Bella menghampirinya,


''Maaf Will aku terlambat, Sudah lama menunggu?''.


''Its oke dear, aku juga baru sampai''. Jawab William sambil tersenyum hangat ke arah Bella, lalu perhatian teralih ke Kenan. ''Hy Boy!''.


''Hy om''. Jawab Kenan sekenanya.


Tanpa menunggu waktu lama, William dan Kenan sudah terlihat sangat akrab. Sebenarnya William sudah lama ingin bertemu dengan Kenan, tapi baru hari ini Bella mengabulkannya.


Tak terasa sudah terlalu lama mereka di cafe tersebut, Bella pun memutuskan untuk segera kembali kerumah.


''Bagaimana sayang?, Kenan suka dengan teman mommy?''.

__ADS_1


''Suka, Om Willy sangat baik''. Jawab Kenan tersenyum.


''Kenan nanti mau bertemu om Willy lagi tidak?''.


''Mau Mom''. Jawab Kenan antusias,


''Kalau mau, Kenan jangan bilang sama Daddy ya!, kalau kita habis bertemu dengan om Willy''.


''Emang Kenan Mom?, kalau Kenan bilang ke Daddy''.


''Nanti, kalau Kenan bilang ke Daddy, Kenan enggak bisa bertemu lagi dengan om Willy. Jadi, Kenan harus nurut omongan mommy ya!''.


''Baiklah Mom''. Kenan pun akhirnya menuruti perintah sang mommy.


Tok...tok..tok..


''Masuk!''.


Ceklek...


''Permisi Tuan''.


''Ada apa?''. Tanya Alex yang tengah fokus menandatangani berkas-berkas yang menumpuk di mejanya.


''Maaf tuan, saya hanya ingin memberi tahu, bahwa guru tersebut sudah mendapatkan Sempel rambutnya. Dan sekarang sudah di serahkan ke ruang laboratorium, kemungkinan hasilnya akan keluar 1 Minggu lagi''.


''Apakah tidak bisa di percepat?''.


''Maaf tuan, tapi memang sudah seperti itu prosedur''. Ucap Max memberi tahu.


''Huh''. Alex menghembuskan nafas secara kasar, pasalnya ia masih harus menunggu 1 Minggu lagi untuk mengetahui hasil tesnya.


To Be Continue....

__ADS_1


__ADS_2