Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 22


__ADS_3

Terkadang Rara merasa bersalah, Dengan kedua anaknya. Apalagi dengan sang putri, Arsy yang selalu berharap kehadiran seorang papa. Melihat putri kecilnya menangis tersedu Karena ejekan teman seusianya, Rasanya dada Rara Sangat sesak dan nyeri. Dan untuk Arsya sendiri, Mungkin sama juga dengan adik nya Arsy yang sangat berharap hadirnya seorang Ayah. Hanya saja Arsya lebih memilih memendam nya seorang diri. Sifat Arsya yang sangat dewasa ini, Terkadang membuat Rara bersyukur. Tapi Rara Juga sangat kwartir, Sebab Arsya tidak pernah mau menceritakan apa yang ia rasa. Rara lebih senang kalau Arsya memilih mengungkap isi hatinya seperti sang adik, Namun di saat Rara bertanya Arsya tidak pernah mengatakan. Rara menatap kedua anaknya yang tengah terlelap, Rara teringat pembicaraan Arsya dengan Arsy tadi, Saat Rara Tengah membuat makan malam mereka.


Flash Of..


"Arsy''..


''Hm, kenapa kak''. Arsy menoleh ke arah Arsya sambil terus menyusun mainan lego nya.


''Kakak minta, Arsy jangan pernah lagi membahas masalah papa pada mama ya!''. Ucap Arsya sedikit memelankan suaranya, Agar sang mama tidak mendengar nya.


''Kenapa kak?, Aci kan cuma Lindu cama papa. Aci kan cuma tanyak papa di mana ?, kenapa tidak pulang-pulang''. Ucap Arsy dengan nada bingung.


''Pelankan suara mu Arsy!, Nanti mama mendengar nya. Dengar kan perkataan kakak!, Apa Arsy tidak kasih pada mama, Saat Arsy membahas tentang papa, Mama selalu terlihat sedih, Walaupun mama coba menutup inya dari kita. Tetapi saat Arsy membahas tentang papa, Mama pasti akan menangis secara diam-diam''.


Arsy terdiam mendengar penuturan sang kakak. ''Aci tidak belmaksud membuat mama belsedih kak, Aci hanya ingin ketemu dengan papa, Aci Lindu cekali dengan papa kak''.

__ADS_1


''Huh, Dengarkan kakak Arsy, Kalau papa sayang dengan kita, Pasti papa akan menemui kita. Dan juga papa tidak akan meninggalkan kita dengan Mama saja. Mama sudah membesar kita seorang diri dengan susah payah, Jadi kakak minta sama Arsy, Jangan membuat mama bersedih dengan pertanyaan Arsy. Kakak juga tau perasaan Arsy seperti apa, Kakak juga sama memiliki perasaan seperti Arsy. Kakak juga berharap suatu saat nanti papa datang, Tapi jangan pernah mengatakan langsung dengan Mama oke''. Ucap Arsya dengan nada pelan, Arsya berharap semoga adiknya bisa mengerti.


''Baiklah kak, Aci minta maaf. Pasti kalena Aci makanya tadi mama menangis di dapul. Aci janji, Aci endak akan tanyak-tanyak papa lagi''. Ucap Arsy sungguh-sungguh sambil mengangkat jari kelingking nya.


Flash back.


Mama minta maaf ya nak, Nanti suatu saat, mama akan menceritakan semua pada kalian. Tapi tidak untuk sekarang, Masalah orang dewasa terlalu rumit untuk kalian pahami. Ucap Rara dalam hati, Sambil mencium kening anaknya secara bergantian.


...----------------...


''Hy''. Balas Alex sambil berpelukan dengan Adraw dan Daniel secara bergantian.


''Nongol juga akhirnya elo bro, Setelah sekian lama''. Ucap Adraw sambil terkekeh ke arah sahabatnya


''Tumben nih''. Ucap Daniel tak kalah ketinggalan

__ADS_1


''Huh'' Alex menghembuskan nafas secara kasar.


''Lo lagi ada masalah bro?''. Ucap Adraw yang sudah hapal dengan tabiat temannya, Ketika mempunyai masalah pasti larinya akan ke Bar seperti mereka.


''Iya bro, Kalau Lo punya masalah cerita aja ke kita-kita''. Daniel melihat Wajak kusut sahabat dengan perasaan sedikit iba, Sedikit banyak mereka tahu perihal rumah tangga sahabatnya itu.


''Biasa, Namanya juga hidup. Pasti ada saja masalah nya''. Jawab Alex


''Lo ribut dengan Bella''. Ucap Daniel menebak persoalan sahabatnya, Sebenarnya Daniel kurang suka dengan Bella. Sifatnya yang keras kepala serta tidak mau mendengar perkataan orang sekitarnya membuat Daniel jengah. Dari sebelum Alex dan Bella belum menikah, Memang Daniel tidak pernah menyukai. Walaupun Alex tau sifat Bella seperti itu, Tapi Alex tetap menerima nya. Mau bagaimana lagi sahabatnya ini sudah menjadi budak cinta seorang Bella, Jadi ya seperti itulah.


''Huh, Sebenernya gue heran sekali dengan sikap Bella. Sudah hampir 5 tahun usia Kenan, Tapi belum juga bisa meluluhkan keras nya hati Bella, Bella tidak pernah mau tahu menahu tentang tubuh kembang Kenan dan sikapnya Bella terlalu Abai terhadap Kenan. terKadang gue kasihan melihat Kenan''. Ucap Alex sambil menghembuskan nafas nya secara kasar.


''Jadi sikap Bella ke anak Lo belum berubah juga?''. tanya Adraw tak habis pikir sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Alex pun menggelengkan pelan kepala nya. ''Entahlah gue aja heran, Rasanya Bella terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri. Hingga mengabaikan Kenan yanga Masih sangat membutuhkan kasih sayang nya''.

__ADS_1


To Be Continue....


__ADS_2