
Setelah memastikan keadaan Kenan, Alex pun merasa lebih tenang. Beruntung sang putra hanya cidera ringan saja.
''Bagaimana bisa Kenan jatuh dari tangga bik?''. Ucap Alex mulai mengintrogasi sang Nany.
''Maaf tuan, Tadi den Kenan ingin bermain bola di halaman. karena sangat bersemangat den Kenan terus berlari, Padahal sudah saya larang dan sudah saya kejar tuan. sekali lagi saya minta maaf tuan''. Ucap nany yang sudah berusia lebih dari 50 tahun tersebut.
''Huh... Untuk kali ini saya maaf kan. Tapi saya minta jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi bik''. Ucap Kenan dengan nada tegas, Untuk kali ini Alex memaafkan ke lalaian Nany tersebut. Karena memang Kenan termasuk anak yang hiperaktif, sehingga sang Nany sering kewalahan saat menjaganya. Pernah sekali, Alex berfikir untuk mengganti Nany tersebut tapi Alex urungkan. melihat kedekatan sang putra dengan Nany tersebut, Apalagi mencari Nany yang dapat di percaya juga sangat susah.
Klek...
Alex menatap ke arah pintu, Terlihat sang mama dengan raut wajah paniknya.
''Gimana keadaan Kenan Lex?, tidak apa-apa kak?, Gimana bisa sih Kenan jatuh dari tangga ?. Risa melontarkan pertanyaan secara beruntun.
''Kenan mengalami cedera ringan Ma, mungkin besok sudah boleh pulang. Mama kan tau Kenan kalau kenan terlalu aktif, sehingga Nany nya kewalahan saat mengejar dia''.
''Bagus kamu sewa 1 Nany lagi deh Lex, Biar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan, karena ke aktifan kenan. Bella kemana?, kenapa tidak kelihatan?''. Ucap Risa, sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
''Bella lagi ada meeting ma, mungkin sebentar lagi datang''.
''Ck, bagaimana si istri mu itu Lex. Anak masuk rumah sakit dia malah mentingin kerjaan nya''. Sungut Risa yang geram melihat tingkah sang menantu.
''Sudah lah ma, paling juga bentar lagi Bella datang''. Ucap Alex membela sang istri.
''Bela saja terus istri kesayangan mu itu Lex''.
__ADS_1
''Sudahlah ma, nanti Kenan bangun mendengar suara kita''.
''Tapi kalau kamu biar kan saja tingkah nya semangkin__''
Uueegghh...
Terdengar lenguhan dari mulut Kenan, Sehingga Risa menghentikan pembicaranya. Pandangan nya langsung terpusat ke sang cucu.
''Ada yang sakit Sayang atau kurang nyaman?''. Ucap Risa pada sang cucu
Kenan hanya menggelengkan kepala Mendengar pertanyaan sang Oma.
''Daddy''. Lirih Kenan.
''Ada apa sayang?, Kenan butuh sesuatu?''.
Alex pun langsung memeluk sang anak dengan hati-hati.
''Bel, Bukan nya Lo bilang Kenan masuk rumah sakit?''. Tanya Nila.
''Iya, Kenan memang lagi di rawat''. Ucap Bella sambil terus menggambar desain.
''Terus kenapa Lo masih di sini?, elo enggak lihat keadaan anak lo?''.
''Tadi gue Uda telpon Nany nya, Kenan baik-baik saja. Lagian kan sudah ada Alex dan mertua gue di sana''.
__ADS_1
Nila hanya menggelengkan kepala Mendengar jawaban dari Bella. ''Tapi kan, seharusnya Lo pasti kan secara langsung dulu Bel!, Gimana si lo?.
"Nanti saja, Selepas gue nyelesain kerjaan gue dulu"
"Terserah elo deh!, Gue mau buat kopi dulu biar enggak ngantuk". Ucap Nila berlalu pergi.
"Arsya bisa tidak nak?". Tanya Rara, saat melihat sang putra kesusahan merakit mainan yang di belikan oleh Lulu.
"Bisa ma, Lihat lah!, Arsya hampir menyelesaikan nya". Jawab Arsya dengan bangga.
"Wah, Kakak hebat sekali". Ucap Arsy antusias saat melihat mobil-mobilan sang kakak sudah hampir selesai.
"Iya, Kak Arsya hebat. Mama pikir tadi kak Arsya tidak bisa, Soal nya mama saja bingung melihat nya". Ucap Rara tersenyum.
"Jagoan itu memang harus serba bisa!, Benar tidak Arsya?". ucap Lulu.
"Aunty benar, Jagoan memang harus serba bisa". Lagi-lagi Arsya membanggakan diri.
"Lagian kamu Lu!, Lain kali jangan membelikan si kembar mainan yang harganya mahal-mahal seperti ini''.
''Gak papa si kak, Lulu hanya ingin menyenangkan mereka dengan gaji pertama Lulu. sesekali kan enggak papa''.
''Iya Kaka tahu dan kakak terimakasih sama Lulu, Tapi lain kali. Lebih bagus uang nya Lulu simpan saja, Untuk kebutuhan Lulu''.
''Kakak tenang saja, Untuk kebutuhan Lulu sudah Lulu sisihkan''.
__ADS_1
To be Continue...