
📨Ra, Lo jadikan mampir ke rumah gue?.
📨 Insyaallah jadi Le, ini juga gue Uda di jalan sama anak-anak. Tapi gue enggak bisa lama kayaknya Le.
''Ma, kita mau pelgi kemana?''. Tanya Arsy penasaran, pasalnya jalanan yang mereka lewati tidak mengarah ke rumah mereka ataupun toko kue sang mama.
''Kita mau ke rumah Aunty Lea sebentar sayang, lagian sudah lama juga kita tidak bertemu dengan adik Tia. Arsy rindu tidak dengan adek Tia?''.
''Holle... main kelumah adik bayi Tia, Aci Lindu banyak-banyak sama adik bayi Tia Ma''.
''Wah... Kakak Arsy seperti sudah tidak sabar ni kelihatannya, ingin bertemu dengan adik Tia. Kata aunty Lea, sekarang adik Tia sudah bisa telungkup''.
''kalau begitu, belalti adik Tia Uda bisa main belbie-belbiean dong sama Aci Ma''.
''Nanti kita tanyak saja langsung dengan aunty Leanya ya sayang, Adik Tia nya Uda bisa main Barbie apa belum. Soalnya Mama kan juga kurang tahu''.
Sepanjang jalan yang terdengar hanya celotehan Arsy seorang dan sesekali Rara menimpali serta menjawab pertanyaan sang putri. Berbanding balik dengan Arsya yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara sama sekali. Arsya lebih fokus dengan mainan rubik di tangannya. Sebenarnya fokus Arsya bukan hanya pada rubik itu saja, melainkan mengingat pertemuan sang mama dengan lelaki itu. Arsya takut lelaki itu datang untuk menyakiti Mamanya, kalau sampai Arsya melihat sang mama menangis karena perbuatan lelaki itu, Arsya tidak akan tinggal diam. Arsya akan membuat perhitungan dengan lelaki itu, Arsya akan menjadi garda terdepan untuk melindungi sang Mama.
Rara dan anak-anaknya akhirnya sampai di rumah mendiang nenek Lea. Yang sekarang sudah menjadi hak milik penuh atas Lea, sebab sang Nenek sudah mewariskannya kepada Lea.
''Akhirnya, yang di tunggu-tunggu datang juga. Punya sahabat gini amat, kalau enggak gue yang ngechat duluan, pasti enggak pernah ngechat. Kelihatannya main kemari juga karena terpaksa''.
__ADS_1
''Ya ampun Lea. Gue bukan lupa atau apa, tapi gue sungkan aja. Elo sekarangkan punya baby, gue takut ganggu Lo aja, bukan karena gue Uda lupa sama elo''. Sungut Rara.
''Aunty, mana adik bayi Tia nya? Kok Aci enggak nampak''.
''Oh, adik Tia nya barusan bobok sayang. Habis dari tadi adik Tia tunggu-tunggu kak Aci enggak sampai-sampai''. Lea memasang wajah memelas.
''Ya, padahal Aci pingin main baleng sama adik bayi Tia. Lagian tadi mama sih, mama kayaknya keceliusan ngoblol-ngoblol sama om ganteng di sekolah Aci, makanya balu sampai aunty. Om gantengnya ganteng sekali Lo aunty. Kalau aunty tidak pelcaya, tanya saja sama mama, iya kan Ma''.
''Om ganteng siapa? Om Sandy ya maksud Arsy?''.
''Bukan om Sandy aunty, om nya itu lebih ganteng lagi Dali om Sandi, benel kan Ma?''.
Lea menatap Rara dengan pandangan menyelidik, pasalnya lelaki yang biasa dekat dengan Rara dan di panggil om ganteng oleh Arsy itu adalah Sandy. Tapi ini Arsy mengatakan kalau om ganteng itu bukan om Sandy. Lea terlihat sangat penasaran sekali,
''Nanti gue ceritain Le. Apa kami enggak boleh masuk ni, kaki gue rasanya pegel tau enggak. Berdiri kayak patung Pancoran di depan rumah elo''.
''Hehehe, maaf gue lupa nyuruh kalian untuk masuk. Lagian si Elo macem sama siapa aja Ra, harus gue suruh masuk dulu baru pada mau masuk''.
''Gue bukannya apa si Le, nanti kalau tiba-tiba gue asal masuk aja. Eh ternyata ada lakik Lo di dalam rumah, gue jadi segan tau enggak?''.
''Ya Ela Ra, lakik gue jam segini itu jarang ada di rumah. Jadi enggak masalahnya kalau elo langsung masuk aja. Btw, Lo masih hutang penjelasan sama gue Ra''.
__ADS_1
Rara menatap ke dua anak-anaknya. Lea pun seakan paham melihat tatapan Rara, bahwa Rara tidak bisa menjelaskan saat ini karena ada anak-anaknya.
''Yaudeh, kalau begitu Aunty ke dapur dulu ya. Mau ambil minum, sekali juga mau ambil perkedel jagung''.
Arsy terlihat asik menikmati perkedel jagungnya sambil menonton Tv, melihat siaran Upin Ipin dengan fokus. Sedangkan Lea tengah menarik tangan Rara menuju dapur, Lea sangat penasaran sekali dengan omongan yang Arsy katakan tadi.
''Ra, gue gak mau tahu! pokoknya elo harus jelasin sama gue, tentang omongan Arsy tadi''.
Rara terlihat mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
''Laki-laki itu tiba-tiba kembali Le, dia mulai mengusik kehidupan gue. Dan yang lebih buat gue terkejut adalah, lelaki itu tahu bahwa si twins adalah darah dagingnya''.
''What... tunggu-tunggu! jadi maksud Lo, ini tentang Papa si kembar. Berarti yang di sebut dengan om ganteng itu tadi adalah lelaki yang membuat Lo hamil Ra''.
''Ya, lelaki itu bahkan sudah terang-terangan datang ke hadapan Arsya dan Arsy. Padahal sebelumnya, dia sudah sepakat untuk tidak saling mengganggu kehidupan satu sama lain, namun ternyata dia mengingkarinya. Dan sekarang dia malah mengancam ku, agar aku tidak melarangnya untuk bertemu dengan si kembar, kalau aku bersih keras tetap melarangnya dia akan merebut hak asu si twins dari tanganku Le''. Ucap Rara dengan mata berkaca-kaca
''Gilak, berani-beraninya dia ngancam elo Ra. kemana aja dia selama ini, sekarang saat dia tahu anak-anaknya tumbuh besar menjadi anak yang cerdas serta berwajah menawan, seenak jidatnya saja dia ingin mengambil hak asu atas twins, Laki-laki berengsek. Pokoknya bagaimana pun caranya, Lo jangan pernah mengalah kepada orang-orang seperti itu Ra. Gue akan bantu Lo semampu yang gue bisa, gue janji itu Ra''.
''Gue enggak akan mengalah dengan lelaki itu Le. Apapun caranya, akan gue lakuin supaya si kembar tetap selalu berada di sisi gue, mereka adalah kekuatan gue selama ini. Walaupun gue tahu, bahwa melawan pria itu tidaklah mudah apalagi dia mempunyai kekuasaan. Tapi, gue akan tetap berusaha walaupun nyawa gue sendiri yang jadi tarunanya Le''.
Rara dengan kasar menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Lea mendekat lalu memeluk tubuh Rara serta mengusap punggung Rara, Lea berusaha memberikan kekuatan untuk sahabat nya itu. Lea berjanji dalam hatinya, bahwa ia akan selalu ada sisi Rara, dan Lea tidak akan membiarkan sahabatnya menghadapi masalahnya seorang diri.
__ADS_1
To Be Continue....
Yuk mampir!!!, ke cerita baru aku yang berjudul Secercah Rasa Untukku. Ceritanya baru aku Up tadi pagi ya guys, jadi jangan lupa mampir ya🙏☺️