Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 53


__ADS_3

Rahang Alex mengeras, saat mengetahui informasi tentang sang istri. Bahkan wajah Alex terlihat merah padam serta terlihat sorot matanya yang terlihat sangat mengerikan.


Buuggh....


Alex meninju meja kerjanya, hingga retak. Terlihat darah segar mengalir dari sela-sela jarinya. Namun Alex tidak merasakan sakit, dikarenakan kekecewaan yang begitu besar terhadap sang istri. Kurang apa selama ini sikapnya kepada sang istri, bahkan apapun keinginan Bella, Alex berusaha untuk memenuhinya. Ternyata kebebasan yang di berikan oleh Alex, di salah gunakan oleh Bella. Bahkan mereka menjalin hubungan sebelum hadirnya Kenan di pernikahan mereka.


Alex mengacak rambutnya secara kasar, betapa bodohnya dia selama ini yang Terlalu mempercayai sang istri, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya dia baru mengetahuinya. Andai sedari awal dia mengikuti saran kedua sahabat, mungkin dia tidak sebodoh seperti saat ini. Alex selalu menepis ucapan mereka, karena Alex yakin atas dasar cinta bahwa sang istri tidak akan pernah berkhianat.


Dret...Dret...Dret...


Alex melirik ke arah handphone nya,


My Wife Is Calling...


Alex membiarkan saja telpon dari Bella, hingga panggilan yang entah ke berapa Alex tetap tidak mengangkatnya. Hati dan pikirannya saat ini sedang kacau, biarlah hingga Alex bisa menguasai emosi di dirinya. Alex takut, saat membahas masalah ini dengan saat istri saat dirinya tengah di kuasai emosi, Alex akan melakukan tindakan yang akan merugikan dirinya sendiri. Alex mencoba menjernihkan pikiran, berharap menemukan langkah apa yang akan Alex lakukan terhadap Bella beserta selingkuhannya itu.


Alex melihat kembali, ke arah Vidio yang di dapatkan dari anak buahnya. Terpantau dari CCTV sebuah resto terlihat, Bella tengah bercengkrama dengan selingkuhannya itu bersama dengan sang putra, Kenan. Apakah Kenan sering di ajak oleh Bella untuk menemui selingkuhannya itu? Timbul sedikit keraguan di dalam hatinya, saat melihat wajah lelaki itu yang memang terlihat sangat mirip dengan sang putra. Apakah benar, Kenan bukan darah dagingnya?. Serta banyak lagi bukti lainnya, yang menunjukan bahwa hubungan mereka sudah sangat terlampau jauh.

__ADS_1


''Wanita sialan. Jangan kira Aku akan diam saja, setelah mengetahui penghianatmu sialan. Akan ku pastikan, aku akan membuatmu merasakan kesakitan melebihi perasaanku saat ini. Dasar ****** sialan, betapa menjijikkannya selama ini dirimu.''


Arrrrggghhh....


Teriak Alex frustasi....


Alex yang merasa familiar dengan wajah pria tersebut pun, mencoba mengingat-ingatnya. "Sialan", siapa sebenarnya laki-laki yang membuat sang istrinya sampai tergila-gila dengan lelaki itu. Setelah berpikir keras, akhirnya Alex mengingatnya. Pria masa lalu sang istri, serta juga cinta pertama sang istri.


''Heh, ternyata mereka melanjutkan kisah kembali, meneruskan kisah lama yang belum usai. Kita lihat saja ****** sialan, kau dan lelaki selingkuh mu itu, akan mendapatkan imbalan yang setimpal atas apa yang kau lakukan padaku.''


Bella ingin menanyakan kepada Alex, apa Alex sudah menyetujui ke inginkan yang kemarin Bella inginkan. Karena geram tidak mendapatkan Respon, bahkan chatnya saja tidak di baca oleh Alex. Bella pun menyambar Tas besarta kunci mobilnya, hendak bertemu langsung ke kantor sang suami.


''Aku harus, segera mendesak Alex. Jangan sampai, Aset-aset Alex beralih kepada ke dua anak haramnya itu, Dan kami hanya mendapatkan sedikit.'' Geram Bella


Akhirnya Bella sampai ke perusahaan milik Alex, setelah mengalami kemacetan yang sangat menguji kesabarannya yang hanya setipis tisu itu. Dengan langkah tegak, serta pinggul yang berlenggak lenggok seperti model catwalk. Bella berjalan masuk ke perusahaan sang suami. Namun langkahnya terhalang oleh seorang resepsionis.


''Maaf nyonya, apakan nyonya ingin bertemu dengan tuan Alex?.''

__ADS_1


''Kau itu bodoh atau bagaimana! sudah pasti saya kesini untuk menemui suami saya. Lagian perusahaan ini milik suami saya, jadi saya bebas kapanpun saya ingin datang kemari. Dan kau, jangan halangi jalan saya! minggir! dasar tidak sopan.'' Omel Bella


''Maaf nyonya. Tapi tuan Alex saat ini sedang tidak berada di ruangan. Beliau berpesan kepada kami, untuk melarang siapapun orang yang akan datang untuk menemui tuan Alex. Sekali lagi saya minta maaf nyonya.''


''Larangan itukan hanya berlaku untuk orang lain, sedangkan saya ini istrinya. Jadi, jangan halangi langkah saya! Dasar tidak sopan. Seorang resepsionis rendahan berprilaku seperti ini, apalagi kepada istri sang tuan.''


''Sekali lagi saya ucapkan Maaf nyonya. Tapi memang seperti itulah pesan pak Alex kepada kami, kalau nyonya tidak percaya nyonya bisa menghubungi tuan Alex secara langsung.''


''Kalau aku bisa menghubungi Alex, mana mungkin aku datang kemari.'' Batin Bella


Setelah tidak mendapat kepastian, Bella berjalan kembali ke parkiran perusahaan dengan langkah berlenggak lenggok.


Bughh .....


Bella memukul stir mobilnya, " Dasar Alex sialan, bisa-bisanya dia memperlakukan aku seperti ini.'' Tak henti-hentinya Bella melontarkan umpatan untuk Alex.


To Be Continue....

__ADS_1


__ADS_2