
''Lulu, Kakak boleh bicara enggak sama kamu?, Tapi kalau kamu enggak lagi sibuk atau ada keperluan lain''. Ucap Lea saat berpapasan dengan Lulu di jalan.
''Oh, Kak Lea. Lulu lagi enggak sibuk kok, Ini kebetulan mau pulang, Tadi abis ngerjain tugas di rumah temen. Kakak Mau bicara apa?''.
''Ehm..Gimana kalau kita bicara di depan sana sambil minum-minum ". Ucap Lea, sambil menunjuk sebuah cafe.
''Ehm, Emang kakak mau ngomong apa?, Kenapa enggak di sini saja?''. Ucap Lulu dengan tidak enak, Bukan bermaksud kurang sopan dengan kak Lea saat menolak ajakannya. Tapi menurut Lulu, Dari pada uangnya untuk minum di sebuah cafe, Bagus ia simpan saja. Apalagi sang kakak saat ini tengah mengandung sambil kerja, Rasanya Lulu enggak enak nyantai-nyantai di sebuah cafe sementara kakaknya Tengah mengais rezeki dalam keadaan hamil muda.
''Tenang aja Lu, Kakak yang bayarin''. Ungkap Lea, Agar Lulu mau ikut dengannya.
''Bener nih, Kakak yang mau bayarin Lulu?''.
''Aman itu Lu, Kalau cuma untuk minum mah jangan risau''. Hehehe ...
''Kirain sekalian bayarin makan''. Hehehe ucap Lulu sambil cengengesan.
"Kalau mau pesan makanan juga enggak papa Lu, Kakak baru gajian nih, Jadi bisalah''.
__ADS_1
Hehehe...''Lulu becanda kak, Tadi Lulu Uda makan di rumah Tia, Jadi sekarang masih kenyang''. Ucap Lulu
Mereka pun jalan berbarengan menuju cafe yang Lea tunjuk tadi.
Setelah sampai di cafe, Lulu beneran hanya memesan Minuman saja. Padahal Lea sudah menawarkan untuk sekalian pesan makanan, Tapi Lulu bener-beber menolak nya Karena memang saat ini perutnya masih sangat kenyang.
''Kak Lea, Mau ngomong apa sama Lulu?''. Lulu angkat bicara terlebih dahulu, Setelah beberapa saat mereka sama-sama terdiam.
''Eekkmm, Kakak cuma mau tanyak. Lulu sudah tau kan kalau kak Rara saat ini sedang hamil?''.
Wajah Lulu berubah keruh saat membahas masalah sang kakak.
''Jadi tanggapan Lulu bagaimana?''.
''Entahlah, Tapi saat ini Lulu masih kecewa dengan kak Rara''. Jawab Lulu terus terang.
''Kakak Rara sudah cerita belum sama Lulu, Kronologinya hingga kak Rara hamil?''.
__ADS_1
''Kak Rara enggak ada bilang apa-apa, Selain kata maaf saja kak. Padahal Lulu itu pingin agar kak Rara jujur, Siapa yang sudah menghamilinya?. Lulu cuma pengen lelaki yang menghamilin kak Rara itu tanggung jawab. Lulu enggak mau lihat kak Rara menanggung nya sendiri, Lulu enggak tega dengan kak Rara, Pasti nanti bakal menjadi bahan cemoohan tetangga sekitar. Sebenarnya Lulu diamin kak Rara, Supaya kak Rara mau bicara jujur aja, bukan ada maksud yang lain apalagi membenci''. Hiks...hiks..hiks...Ucap Rara setelah mengeluarkan unek-unek yang di pendamnya beberapa hari ini.
''Kak Lea, Akan ceritakan tentang semua sama Lulu, Tapi kakak minta, Apapun yang kakak bilang ini. Lulu jangan Marah Apalagi benci dengan kak Rara ya''. Ucap Lea kepada Lulu. '' Sebenarnya dari kemarin kakak Uda ngebujuk kak Rara agar menceritakan semuanya sama Lulu, Tapi kakak mu itu bandel''. Sungut Rara dengan nada geram.
'' Jadi kakak tahu lelaki yang menghamilin kak Rara?''.
''Kakak sih enggak tahu lu, siapa lelaki yang menghamilin kakak mu. Tapi kakak tahu, Alesan kenapa kakak mu bisa sampai hamil''. Ucap Lea.
''Lulu ingat enggak waktu Lily kecelakaan dan membutuhkan banyak biaya untuk membayar pengobatan, Nah itulah awal mula kejadiannya, hingga membuat kakak mu hamil lu. Kakak mu Rara, Menjual harga diri dengan tidur bersama lelaki itu untuk bisa membayar pengobatan Lily''.
''Bukankah kak Rara mendapatkan pinjaman dari anak bos di tempatnya bekerja kak?''.
''Siapa orang yang mau meminjamkan uang sebanyak itu kepada orang seperti kita lu?, Itu hanya alibi kakak mu saja untuk menutupi semua. Hingga terdengar kabar kehamilan kakak mu, Dan kakak mu ngelakuin itu semua bukan semata-mata demi kesenangannya saja. Tapi itu semua kakakmu lakukan karena keadaan Lu. Jadi kakak minta sama kamu, Jangan pernah lagi kamu menanyakan siapa pria yang menghamilinya. Karena kakak mu sendiri bahkan tidak tau nama pria itu''. Ucap Lea dengan pelan agar Lulu mengerti maksudnya.
Hiks...hiks..hiks..
''Ya Allah kak Rara''. hiks...'' Bahkan aku sempat berpikir yang tidak-tidak tentang kakak. Padahal kak Rara ngelakuin ini semua demi Lily demi kami adik-adiknya. Tapi dengan tidak tahu malu nya aku mala marah dengan nya, dan mendiamkan kak Rara. Padahal kak Rara banyak berkorban demi kehidupan kami. Maafin Lulu kak, Maafin Lulu Hiks...hiks..hiks''. Lulu mengingat semua perkataan nya pada sang kakak, Perkataan yang telah menyakitkan hati sang kakak. Padahal sang kakak sangat membutuhkan suport dari orang-orang terdekat nya. Tapi dengan tidak tahu dirinya Lulu malah menghina sang kakak. Hiks...hiks..hiks ...
__ADS_1
TO BE CONTINUE...