
"Bagaimana ini?, Apakah aku terima saja, Tawaran dari buk Ayu?". Buk Ayu, Adalah manajer Bar di tempat ku bekerja.
*Flash back...
"Buk, Rara Bisa pinjam uang enggak?. Tanya Rara pada buk Ayu.
"Kamu, mau pinjam berapa Ra?".
" Tujuh puluh juta, Kalau Ada buk". ucapku dengan nada lirih.
"What, Untuk apa kamu pinjaman uang sebanyak itu Ra?. Ucap Buk Ayu, Dengan nada terkejut.
"Untuk biaya berobat adik saya Lily buk, Adik saya menjadi korban tabrak lari. Makanya, saya ingin meminjam uang Dengan ibu, kalau boleh?". Ucap Rara dengan suara lirih.
"Mana ada saya uang sebanyak itu Rara, Kalau pun saya ada, Bagaimana nanti kamu mengembalikan nya?".
__ADS_1
"Saya akan mencicilnya buk". Ucapku Sangat lirih, Bahkan hampir tak terdengar.
"Hahahaha, Yang Ampun Rara. Uang tujuh puluh juta, Kalau kamu cicil Kapan lunasnya. Sementara saja, Gaji kamu pas-pasan. Begini saja, Saya ingin bertanya, Apakah kamu masih perawan?".
" Masih buk". Jawabku dengan nada bingung, Apa hubungannya dengan Masih peraw*n atau tidak, pikir Rara.
"Saya ingin memberi saran, Itu pun kalau kamu mau Ra. Bagaimana, kalau kamu Jual saja peraw*n mu Ra?. Ibu yakin sekali, Mereka akan membayar mu dengan harga mahal, Selain Kamu Masih Peraw*n, Wajah mu juga tergolong cantik Ra. Itupun, kalau kamu bersedia Ra?. Ibu rasa, dengan saran dari ibu Masalah kamu akan Clear". Ucap buk Ayu
"Tapi buk". Ucap Rara tertahan, Rara merasa keberatan dengan saran dari buk Ayu.
"Uda, enggak usah di jawab sekarang Ra. Kamu pikirkan saja dulu Ra, Kalau kau setuju, Besok malam kabarin ibu. Uda sana, kamu pergi! Bukan nya ini masih jam kerjamu?".
Flash Off.
"Apa aku terima saja ya, Tawaran dari buk Ayu?". Ucap Rara Secara Lirih. Sebenarnya, tadi Rara mencoba meminjam dengan buk Dewi, Tapi buk Dewi hanya mampu Memberikan Rara pinjaman sebesar 5 juta.
__ADS_1
" Gimana Ra, Dapat enggak pinjaman nya?". Ucap Lea
"Hanya lima juta Le, Kemana lagi aku harus mencari pinjaman?". Ucap Rara, dengan nada frustasi. " Apa, aku terima saja ya Tawaran dari buk Ayu?".
"Tawaran, Tawaran apa Ra?".
"Buk Ayu, memberikan aku Tawaran. Bagaimana, kalau aku menjual keperawan ku Lea?".
"Astaghfirullah Ra, Lo Uda gila ya Rara?. Jadi, eLo mau nerima tawaran dari buk Ayu?. Dan Kapan, buk Ayu Nawarin tawaran laknat itu ke Elo?". Ucap Lea dengan nada menggebu.
"Lalu, Aku harus bagaimana Lea?. Dimana, ada orang yang mau Memberikan aku pinjaman sebanyak itu?. Waktu ku tinggal Beberapa hari lagi Le. Saat ini saja, Uang yang ada di tangan ku, Masih sangat jauh dari kata kurang Lea". Ucap Rara dengan terisak. " Gue Uda Buntu Lea, Kalau bukan karena kondisi adek gue. Gue pun enggak akan mau, Melakukan hal selaknat itu Le. Gua enggak sanggup Lihat Adek gue kesakitan, Kalau gue enggak ikutin saran dokter, Adek gue enggak akan bisa jalan Lea". Teriak Rara, dengan nada frustasi." Masa depan adek gue, Masih sangat panjang Lea".
"Lalu, Masa depan elo Bagaimana Lea?".
"Hanya untuk kali ini saja, Aku akan Lakukan perbuatan laknat itu. Setelah itu, aku Akan berhenti dan mungkin, aku akan keluar dari Bar itu untuk selama-selamanya". ucap Rara dengan nada sangat yakin.
__ADS_1
"Baiklah, Kalau memang itu sudah menjadi keputusan Elo Ra. Maafin gue ya Ra, gue enggak bisa Menolong Apa-apa ke elo. Padahal, Saat ini keadaan Lo benar-benar terpuruk. Dan, gue hanya bisa mendukung keputusan Lo untuk saat ini Rara".
To be continue....