
'' Gue rasa Lu perlu tegas dengan Bella bro, Mau sampai kapan lu mau selalu ngalah dengan Bella. Gua rasa karena sikap lu yang selalu menuruti kemauannya, Itu yang membuat Bella ngelunjak. Karena ketidak tegasan elu, Kenan yang menjadi korban, Kalau gua jadi elo, Huh Uda gua tinggalin istri seperti itu''. Ucap Daniel menyuarakan pendapat nya.
''Kita bukan mau ngomporin elu atau semacamnya, Tapi sudah berapa lama kalian berumah tangga. Tapi sikap Bella sama sekali tidak berubah. Boro-boro berubah, Bahkan ke anak sendiri saja tidak perduli. Elu harus bersikap tegas dengan Bella Bro, Ini semua juga untuk kebaikan elu terutama untuk Kenan. Elo tampang oke, Duit banyak, Apalagi yang membuat elu takut?. Lu takut Bella marah dan pergi ninggalin elu?, Tapi enggak juga harus mengorbankan perasaan Kenan juga kan?. Ucap Adraw yang geram melihat sikap Alex.
''Huh... Iya sih kalian bener gua rasa, Mungkin sekarang gue harus lebih tegas dengan Bella. Thanks ya bro atas sarannya. Ngomong-ngomong elu berdua kalau suruh nasehatin gua pada pinter nih. Berarti sudah bisa lah menjadi kepala keluarga''. Ucap Alex sambil tersenyum.
''Kalau niat si ada bro, Tapi gue enggak mau terburu-buru mencari istri. Kalau cuma untuk nyalurin hasrat mah gampang, Gue mau mencari istri yang benar-benar siap menjadi seorang istri. Takut aja kayak elu bro, Yang berubah hanya status saja, Dan sekarang malah seperti duda anak satu''. Hehehe ucap Daniel sambil terkekeh.
''Hahhah'' Adraw pun tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan jujur seorang Daniel.
__ADS_1
''Ck, Elo sudah bosan menjadi seorang pengusaha atau bagaimana?''. Ucap Alex, Sambil melemparkan kotak tissue ke arah Daniel, Dengan nada penuh ancaman.
''Halah, Elu gaya-gayaan mau ngancem kita-kita. Tapi sama istri sendiri saja takut bro''. Balas Daniel sambil terkekeh.
Alex menatap sengit ke arah Daniel, Alex pun malas membalas ucapan Daniel, Karena percuma rasanya Berdebat dengan Daniel, tidak akan ada habisnya. Apalagi yang Daniel bilang adalah sebuah fakta, Kalau Alex Suami takut istri. Sebenarnya bukan suami takut istri, Hanya saja ketika Alex hendak marah dengan sang istri. Alex selalu Luluh dengan rayuan dan suara manja sang istri.
...----------------...
Siapa si pagi-pagi sudah berisik sekali, Batin Risa mama Alex. Cepat-cepat Risa turun ke bawah melihat biang keributan, Dan ternyata Risa melihat sosok Alira sang keponakan, Yang Tengah duduk di kursi makan dengan mulut penuh makanan. Risa pun lantas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Kamu ya, Pagi-pagi sudah teriak-teriak saja. Kamu pikir rumah Tante ini pasar pagi''. Sungut Risa sambil menjewer telinga keponakan.
''Aduh lepas tante!, Telinga Lira panas. Please lepasin Tante!, Sakit sekali''. Ucap Alira memasang muka memelas agar sang Tante luluh.
''Baiklah Tante lepasin, Tapi Awas saja kalau kamu ulangin lagi!. Kalau Dateng ke rumah orang itu beri salam, Bukan teriak-teriak seperti di pasar. Ngerti!''. Ucap Risa mengomeli sang ponakan.
''Iya maaf Tante, Lagian tadi sebelum teriak-teriak Lira uda ngucap salam kok. Tanya aja sama bik Ida kalau enggak percaya!''. Alira pun menunjukkan ke arah buk Ida yang tengah membuat teh di dapur.
''Oh iya Tante, Lira punya kabar hot nih!''.
__ADS_1
''Kamu itu ya, Pagi-pagi Uda mau ngajak Tante bergosip aja. Ngomong-ngomong ada kabar hot apaan nih?''. Ucap Risa dengan nada kepo
To Be Continue....