
"Sayank, Ada yang ingin aku bicarakan pada mu yank!". Setelah Alex pikir-pikir, Ia harus membicarakan masalah Kenan dengan Sang istri.
"Mau ngomong apa yank". Ucap Bella sambil mengoleskan skincare di wajahnya.
"Masalah Kenan".
Alis Bella menyatu mendengar ucapan sang suami.
"Emang Kenan kenapa yank?".
"Huh,,, Bisakah sayang luangkan sedikit waktu mu untuk putra kita yank?".
"Luangkan bagaimana?, Bukankah sedari awal sudah pernah aku katakan yank. Lalu kenapa sekarang menuntut ku meluangkan waktu, Kamu kan tahu kalau aku memang banyak kerjaan, Bukan keluyuran enggak jelas kan?". Ucap Bella Dangan tegas, Padahal Alex belum menyelesaikan kalimatnya, Tapi bila langsung memotong pembicaraan nya.
"Tidaklah kamu kasihan dengan Kenan yank, Dia sering merasakan kesepian akibat kesibukan kita berdua".
"Bukankah jika ada waktu luang aku bermain dengan dia yank, Aku bukan tidak mau menemaninya nya selama dua puluh empat jam, Aku punya kesibukan dan Aku juga masih ingin berkarir yank".
"Baiklah jika kamu masih ingin berkarir yank, Tapi kurangin waktu kerjamu yank. Supaya bisa menemani Kenan, Tidak harus dua puluh empat jam seperti yang kamu sebutkan yank. Hanya beberapa saat saja, Mungkin itu membuat Kenan senang yank, Dan dia tidak merasa terabaikan ". Alex merasa jengah dengan sikap sang istri yang terlalu keras kepala. Alex berharap agar sikap sang istri akan berubah, Setelah mempunyai seorang anak. Ini malah semakin menjadi-jadi hingga sering mengabaikan anak mereka Kenan.
__ADS_1
"Akan ku coba". Jawab Bella mengakhiri perdebatan. Bella memang tidak terlalu suka dengan anak kecil, Karena menurut nya sangat merepotkan. Kalau bukan karena keinginan sang suami rasanya Bella sangat malas mempunyai seorang anak.
...----------------...
Matahari pagi menyingsing dengan cerahnya.
Bella yang masih nyaman bergelung di dalam selimut, Tidak menyadari bahwa sang mertua datang berkunjung.
''Bella mana Lex?''. Tanya Mama Risa, Saat berpapasan di halaman mansion.
''Masih di kamar Ma''. Jawab Alex sekenanya, Rutinitas Alex dan Kenan di pagi hari saat weekend ialah joging bersama.
''Sudah hampir jam sembilan, Istri kamu masih belum bangun juga''. Ucap Mama Risa menggelengkan kepala, Tak habis pikir dengan sifat sang menantu. Lalu pandangan Mama Risa beralih ke sang cucu.
Kenan pun langsung berlari ke pelukan sang Oma.
''Kenan bau acem ni, Ayo Oma mandikan dulu''. Ucap Mama Risa setelah melepas pelukannya dengan sang cucu.
''Ayo Oma!''. Ucap Kenan Antusias.
__ADS_1
...----------------...
''Mama,,,Mama''. Panggil Arsy dengan suara cempreng sambil berlari menghampiri sang Mama.
''Kenapa sayang?, Arsy hati-hati ! Entar jatuh kalau lari-lari''. Ucap Rara cemas, Saat melihat Arsy Lari ke arah nya. ''Tadi katanya Arsy mau main perosotan di taman, Kenapa sekarang sudah pulang?.
''Huaaaaa''. Bukan nya menjawab pertanyaan sang Mama, Arsy malah menangis.
''Kenapa sayang?''. Tanya Rara lembut sambil mengelus rambut sang putri, Lalu Tatapan Rara beralih ke sang putra. ''Arsya tau, Kenapa Arsy menangis?''. Tanya Rara pada sang putra.
Arsya bingung mengatakan penyebab sang adik menangis, Tapi melihat Sang Mama Sangat khawatir, Akhirnya Arsya memutuskan untuk menceritakan nya.
''Arsy menangis karena di ejek dengan anak-anak lain''. Ucap Arsya menunduk.
''Mama, Cebenalnya Papa na Aci kemana ci?, Kenapa tidak pulang-pulang''. Sruuup, Ucap Arsy sambil menyerot ingus nya.
''Aci kan pingin main-main baleng papa, Sama kayak temen-temen lainnya''.
Pertanyaan yang paling sulit Rara jawab, Saat sang anak menanyakan keberadaan sang papa. Rara Sangat bingung untuk menjawab nya.
__ADS_1
''Cup,, cup,,cup,, Princess nya Mama jangan nangis dong, Entar hilang cantik nya loh''. Ucap Rara mencoba menenangkan sang putri. Walaupun sebenarnya dadanya sangat sesak, Saat mengetahui keinginan sang Putri, Yang mungkin tidak akan pernah terjadi, Untuk bermain dengan sang papa.
To be Continue....