Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 27


__ADS_3

''Lo tidak ingin mencari ayah biologis si kembar Ra?''. Ucap Lea lirih, Sambil menatap ke arah sang suami yang tengah menggendong anak mereka, Dan juga si kembar Arsya dan Arsy duduk di samping kanan kiri sang suami.


''Untuk apa?''. Jawab Rara dengan cepat.


''Huh, setidaknya Lo harus memberi tahu lelaki tersebut Ra. Bahwa hubungan 1 malam kalian menghasilkan sih kembar''.


''Gue rasa, Lelaki tersebut tidak perlu tau dan tidak akan gue beri tahu''.


''Tapi Ra, Lo enggak kasihan dengan si kembar?, mereka bahkan sangat mengharapkan seorang papa. Lihatlah tatapan mereka, Saat melihat Mas Aldo menggendong Tia. Tatapan seorang anak yang sangat ingin merasakan kasih sayang dari seorang papa Ra''.


''Bagaimana kalau lelaki itu menolak kehadiran mereka?, Gue gak mau memberi mereka harapan yang akan membuat mereka kecewa''. Ucap Rara sambil menatap ke arah si kembar.


''Setidaknya mereka tahu, Bagaimana wajah papa mereka Ra. Di terima atau enggak nya kita serahkan sama yang di atas''. Ucap Lea.


''Mungkin suatu saat nanti, gue akan mencari lelaki itu Le. tapi tidak dengan sekarang, Lo bener setidaknya anak gue berhak mengetahui seperti apa wajah papa meraka''.

__ADS_1


Rara dan Lea menghentikan percakapan nya, Saat melihat Arsy berjalan ke arah mereka.


''Mama, kenapa adik bayik nya tidul terus sih?''.


''Kalau masih bayi, memang seperti itu sayang. Nanti juga kalau dedeknya haus pasti akan bangun''. Ucap Rara memberi pengertian pada sang adik.


''Tapi kan, Aci datang kemali mau main-main sama adik bayik Ma. Huh... Adik bayik nya enggak selu, Aci kan jadi bosan''. Sungut Arsy dengan memasang wajah merajuk.


''Arsy kan bisa main bareng kak Arsya!''.


Rara dan Lea tercengang mendengar penuturan Arsy, yang ingin mengajak baby Tia yang baru berumur 2 hari, untuk bermain Barbie bersama.


''Sayang, baby Tia masih sangat kecil. Jadi belum bisa untuk Barbie, Nanti kalau sudah besar seperti Arsy baru bisa main bersama''. Ucap Lea memberikan pengertian.


''Belalti masih lama lagi dong tante, kalau tunggu besal seperti Aci''. Ucap Arsy dengan lesu, pasalnya dari rumah tadi Arsy sudah membayangkan bisa bermain Barbie dengan baby Tia. Sehingga Arsy memaksa sang mama agar mau membawa Barbie nya.

__ADS_1


''Alala, Princess Mama. Jangan sedih dong!''. Rara mengelus lembut kepala Arsy.


Alex bergegas ke rumah sakit, saat mendapat telepon dari Nany yang menjaga Kenan, memberi tahu bahwa Kenan terjatuh dari tangga.


📨Yank, Kenan masuk rumah sakit. Kata Nany nya, Kenan jatuh dari tangga.


Ting..


📨 Bagaimana bisa?, jadi gimana sekarang keadaan nya?, Nanti akan ku usahakan untuk cepat pulang yank. Kalau sekarang aku enggak bisa, soalnya lagi rapat dengan klien yank, Tolong kabarin aku kalau Uda sampai ya yank!, maaf''.


Alex hanya membaca pesan sang istri tanpa membalas nya, apa tidak sedikit pun Bella menghawatirkan keadaan Kenan. Sehingga lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada mengetahui keadaan sang putra, padahal Alex sendiri rela meninggal kan meeting penting agar bisa memastikan keadaan sang putra Secara langsung.


Max melirik kaca spion, mendapati wajah keruh sang tuan. Max sangat paham, Tentang masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga sang tuan, Apalagi kalau bukan istri sang tuan yang gila kerja. Sehingga sering menjadi pemicu keributan di antara mereka.


To Be Continue.....

__ADS_1


__ADS_2