Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 33


__ADS_3

Setelah memastikan alamat nya benar, Alex bergegas turun. Berjalan dengan pasti ke rumah yang tercatat di handphone nya, kalau di perkirakan mungkin hanya sebesar garasi mobil di mansion nya.


Tok..Tok...Tok...


Sebentar!, teriak orang dari dalam rumah.


Klek....


Betapa terkejutnya pemilik rumah saat melihat seorang lelaki berpakaian rapi dan terlihat sangat tampan.


''Cari siapa ya?''. Lulu angkat bicara, setelah beberapa saat mengagumi lelaki tampan yang tumben-tumbenan bertamu ke rumah nya.


''Apakah benar ini rumah Rara Aprilia?''. Tanya Alex.


''Iya benar, kebetulan saya adiknya.''


''Kak Rara nya ada?''.


''Kakak saya kebetulan lagi di toko, Ada keperluan apa ya tuan mencari kakak saya?''.


Alex ternyata salah perkiraan datang ke rumah, Alex melupakan kalau Rara mengelola toko kecil-kecilan.


''Oh lagi tidak di rumah ya?, kalau gitu saya permisi dulu''. Alex memutuskan untuk langsung pamit.

__ADS_1


Siapa sebenarnya lelaki itu?, kenapa dia nyariin kak Rara?. Dan Wajahnya terlihat seperti tidak asing, terlihat mirip dengan seseorang!, tapi siapa ya?. Lulu akhirnya masuk kembali ke dalam rumah, untuk siap-siap berangkat kerja. Kepalanya terasa pusing saat memikirkan tentang lelaki itu, menurut Lulu wajahnya terlihat tidak asing.


Niat Alex sebenarnya ingin langsung datang ke toko Rara, namun sayangnya harus kembali ke kantor. karena ada pekerjaan urgent yang harus segera Alex tanganin.


''Apa tidak bisa di cancel Max?''. Ucap Alex saat sampai di perusahaan.


''Maaf Tuan, tidak bisa!''. Jawab Max, menundukkan kepala, walaupun Max tahu bahwa sang tuan dalam mood yang kurang bagus. Namun meeting hari ini memang tidak bisa lagi di cancel, biarlah setelah meeting nanti Max akan pasrah mendapatkan amukan dari sang tuan.


''Mana berkasnya?''.


''Ini Tuan, ada Beberapa poin yang ternyata merugikan perusahaan kita''.


''Apakah tidak kau periksa terlebih dulu sebelumnya?''.


''Jadi kamu menyalakan saya?''. Tanya Alex


''Tidak tuan, semua salah saya''. Walau sebenarnya itu juga kesalahan Alex yang tidak membaca ulang isi kontrak tersebut, tapi mana berani Max mengatakan nya.


Alex memijit pelipisnya, kepalanya terasa seperti mau pecah. Baru kali ini, Alex merasa teledor saat menandatangani sebuah kontrak. Biasanya Alex selalu teliti sebelum menandatangani nya, akibat ke teledorannya perusahaannya mengalami kerugian yang sangat besar. Alex yakin pasti berita ini sebentar lagi akan sampai ke telinga sang papa.


''Lo mau pergi kemana bos?, seperti nya buru-buru?''.


''Gue mau keluar bentar!, nanti kalau ada yang penting langsung telpon aja ya!''. Bella pun dengan cepat-cepat melangkah kan kaki.

__ADS_1


Bella mau kemana ya?, enggak biasanya dia terlihat buru-buru begitu. Batin Nila.


''Maaf Aku terlambat''. Ucap Bella tak enak.


''It's okay dear, Aku juga belum lama sampai!, bagaimana kabarmu?, terlihat semakin cantik saja!''.


''Ekkhm, Aku baik Willy. Aku dengar kamu sudah 1 Minggu lebih ya balik ke Indonesia?, Kenapa baru sekarang menemui ku?''.


''Sorry dear, aku sedikit sibuk dan sengaja menyelesaikan semua pekerjaan ku, supaya bisa meluangkan waktu untuk mu dear''.


Bella merasa senang mendengar jawaban dari William. Jawaban yang membuat Bella merasa di prioritaskan kan. William adalah cinta pertama Bella, dan orang pertama yang merenggut ke hormatanya. Beberapa tahun mereka menjalin hubungan namun harus kandas, karena William ke tahuan dekat dengan perempuan lain. Setelah beberapa bulan putus dengan William Bella bertemu dengan Alex di sebuah Bar Ternama. Dari pertemuan itulah, membuat Bella dan Alex merasa nyaman satu sama lain. Hingga ke duanya memutuskan untuk ke jenjang pernikahan.


Awal-awal pernikahan Bella merasa bahagia dengan perlakuan Alex yang selalu menuruti setiap ke inginkan nya. Alex tidak pernah marah sekali pun saat dia membuat masalah atau membangkang setiap perkataan nya. Bella merasa bersyukur mendapatkan seorang suami seperti Alex. Namun seiring berjalannya usia pernikahan mereka, Bella mulai merasa tertekan saat Alex mulai membahas masalah momongan, bukan hanya Alex mama mertua nya pun mulai cerewet ingin segera menimang cucu. Padahal Alex sangat tahu, kalau Bella tidak terlalu suka dengan anak kecil. Dan yang paling membuat takut adalah badannya yang akan berubah menjadi gemuk saat mengandung.


Di tengah kemelut rumah tangga nya dengan Alex. Tak sengaja Bella bertemu kembali dengan William di sebuah mall, setelah lama tidak pernah bertemu, namun nama entah kenapa nama William tidak pernah hilang dari hatinya.


Sebelum pulang Rara dengan telaten membersihkan Tokonya, di bantu dengan Lily dan si kembar. Di lihat dari penjualan nya cake nya akhir-akhir ini, Rara memutuskan akan mencari karyawan agar sedikit meringankan pekerjaan nya. Rara merasa akhir-akhir ini, Rara banyak mengabaikan si kembar karena ke sibukannya membuat adonan dan melayani pembeli. Tambah lagi bulan depan si kembar mulai masuk TK, pasti Rara akan di sibukan juga dengan mengurus si kembar.


''Kakak jadi mau mencari karyawan?''.


''Sepertinya jadi Ly. Si kembar bulan depan kan sudah mulai masuk Tk, kalau tidak mencari karyawan kakak takut tidak bisa membagi waktu. Mana mengurus si kembar mana harus mengurus toko, lagian toko kita akhiri- akhir ini lumayan ramai. Dan semoga aja kakak berharap agar ke depannya selalu Ramai''. Ucap Rara.


''Amin!, Semoga aja ya kak toko kakak selalu ramai. Lily berdoa agar kakak selalu di limpahkan kemurahan rezeki''. Lily merasa bersyukur memiliki kakak seperti Rara, Bagi Lily Rara bukan hanya sekedar seorang kakak . Tapi Rara sudah seperti seorang ibu untuk Lily, Lily yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu saat ia lahir, merasa beruntung memiliki kakak seperti Rara.

__ADS_1


To Be Continue.....


__ADS_2