
"Kakak Hamil?". Tanya Lulu dengan nada tidak percaya,
Rara terdiam, Lidahnya terasa keluh saat mendengar pertanyaan sanga adik.
"Siapa lelaki itu kak?", Apakah kami mengenalnya?". Setahu Lulu, Sang kakak tidak pernah dekat dengan pria mana pun. Karena Lulu tahu, Sang kakak tidak ada waktu untuk berpacaran karena sibuk mencari uang untuk kebutuhan mereka. Tapi kenapa sekarang terdengar kabar sang kakak tengah hamil.
"Jawab kak!!, Siapa lelaki itu?, Kenapa kakak diam saja". Ucap Lulu dengan nada yang mulai meninggi.
"Kakak". Ucap Rara terputus, Rara pun bingung, bagaimana Ia akan menjelaskan dengan sang adik.
''Apa pacar kakak tidak mau tanggung jawab?, Makanya kakak tidak mau bicara, Siapa lelaki itu?. Ucap nada yang mulai merendah, Rasanya sungguh Lulu merasa kecewa dengan sang kakak.
__ADS_1
"Kakak, Tidak bisa memberi tahunya Lu, Maaf". Ucap Rara dengan tertunduk, Rasanya Rara amat malu kepada sang adik, Seharusnya dia bisa menjadi contoh untuk adik-adiknya, Tapi ternyata takdir berkata lain.
Rasa penyesalan saat ia menjual mahkota nya saja, Masih meninggalkan penyesalan amat besar. Tapi kini sekarang, Allah malah menitipkan dua janin yang tak berdosa di rahim nya.
"Lulu, Kecewa dengan kakak. Lulu tau, Kakak sangat banyak berjuang untuk kehidupan kami, Lulu sangat kagum dengan kakak, Yang tidak pernah mengeluh untuk membesarkan aku dan Lily. Lulu yang sama sekali tidak bisa membantu kakak, Saat banyak musibah menghampiri kehidupan kita. Kakak tidak pernah sedikit pun mengeluh. Terkadang Lulu merasa, Lulu hanya menjadi beban saja untuk kakak. Lulu sangat sedih ketika banyak orang menghina kakak, Mereka sering berkata buruk tentang kakak. Lalu bagaimana nanti saat mereka tahu kakak hamil?, Pasti mereka akan semakin menghina kakak". Hiks...Hiks...hiks...
Lulu menangis tersedu-sedu, Rasa kecewa dan rasa kasihan terhadap sang kakak menjadi satu. Bagaimana nanti kedepannya, Pasti sang kakak akan menjadi cemoohan orang-orang di sekitar mereka. Lulu tak sanggup membayangkan itu semua.
"Maaf, Maaf". Hanya kata-kata itu saja yang keluar dari bibir Rara.
''Ayah, Ibu. Maaf kan Rara, Pasti ayah dan ibu kecewa juga dengan Rara''. Hiks...hiks...Rara memegang perutnya yang masih datar. '' Maafkan mama ya nak, Maaf karena sempat menolak kehadiran kalian, Mama janji, Mama akan selalu melindungi kalian dengan segenap jiwa raga mama. Semoga kalian sehat-sehat di dalam perut mama ya nak.
__ADS_1
#####################
Dengan Langkah tegap dan wajah datar, Alex melangkah memasuki gedung D'lemos, diikuti Max sang Asisten. Decakan kagum dari setiap kaum hawa yang melihat nya. Mereka merasa betapa beruntungnya menjadi seorang istri Alexander D'lemos. Sudah tampan, Kaya raya Rasanya Sangat sempurna. Bahkan dari mereka banyak yang mengharapkan agar bisa bermalam dengan sang atasan, melihat tubuh gagah Alex, Membuat pikiran kaum hawa melayang, Pasti akan sangat perkasa kalau berada di atas ranjang.
''Apa saja agenda ku hari ini Max?". Ucap Alex Sambil terus berlalu menuju ruang meeting.
"Setelah meeting, Pukul sebelas nanti Tuan ada pertemuan dengan Mr. Ronald, Dan setelah itu dengan Mr. Xander". Ucap Max
" Huh...Dengan Mr.Xander apakah tidak bisa di undur".
''Maaf Tuan, Tapi ini jadwal yang ketiga setelah kita terus menundanya, Saya takut Mr. Xander merasa di permainkan kalau kita menundanya kembali". Ucap Max
__ADS_1
"Huh... Baiklah kau atur saja semuanya". Padahal Alex sangat ingin cepat-cepat kembali ke rumah, ingin Memeluk sang istri dan pastinya membuat Junior Alex, Agar segera hadir dalam rahim sang istri.
To be continue....