Secret Baby Twins Tuan Alex

Secret Baby Twins Tuan Alex
Episode 41


__ADS_3

Alex terlihat uring-uringan sendiri, saat mengingat interaksi antara anak-anaknya dan Sandy.


''Bagaimana, mereka bisa begitu dekat ?''. Batin Alex


Alex sendiri, merasa dadanya seperti terbakar. Pikirannya menjadi tidak fokus saat tengah bekerja, Alex merasa bingung dengan hatinya. Seharusnya, Alex merasa senang. Sebab, mereka tidak akan mengganggu kehidupannya. Alex menekan interkom di hadapannya.


''Max, ke ruangan saya segera!''.


''Baik Tuan''.


Ceklek...


''Ada yang bisa saya bantu tuan?''. Ucap Max, sambil menunduk hormat.


''Apa kau sudah mendapatkan informasi yang saya minta kemarin?''.


''Sudah tuan, tapi kalau secara detailnya masih kurang. kemungkinan, besok pagi informasi yang tuan minta akan selesai. Apa tuan ingin melihatnya?''.


''Tidak, saya ingin melihat secara detailnya. Jadi, tolong selesaikan secepatnya!''.


''Baik Tuan''.


Alex mengibaskan tangannya kepada Max.


Max pun berlalu pergi dari hadapan sang tuan, saat melihat kode yang di berikan sang atasan.


''Kau!, sedang apa di situ Arsy?''.


''Aci, cuma mau ambil belbie Aci aja''.


''Bukankah kau tau?, kalau kakak sedang berganti pakaian''.


''Lalu?''. Ucap Arsy dengan wajah polosnya.


''Keluar sekarang Arsy!''. Geram Arsya,


''Kenapa, kakak nyuluh Aci keluar?. Inikan, juga kamalnya Aci!''.


''Kau bilang sama kakak hanya ingin mengambil boneka sajakan!. Bukankah, kau sudah mengambilnya?. Lalu, kenapa masih di dalam''.


''Kenapa si emangnya kalau ada Aci. Kalau, kakak mau pakek baju, ya pakek aja!. Enggak usah pakek usil-usil Aci.


''Arsy''. Seram Arsya, dengan suara yang sedikit meninggi.


Rara, tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Sedikit terkejut, saat mendengar suara teriakan Arsya. Rara, meninggalkan pekerjaan yang belum selesai, dan menyerahkannya kepada Lulu.


''Lu, tolong lanjutkan masakan kakak ya!. Kakak mau lihat Arsya dulu, tumben suara Arsya seperti itu''.

__ADS_1


''Kakak, seperti tidak tau saja?. Arsya seperti itu, pasti karena Arsy tidak mau keluar dari kamar. Soalnya kan, Arsya itu paling anti kalau tubuhnya di lihat orang lain. Jangankan Arsy, dengan kakak saja Arsya enggak mau''. Ucap Lulu, menggelengkan kepalanya.


Rara tersenyum mendengar perkataan sang adik, karena memang seperti itulah sifat sang putra.


''Ada apa?. Mama mendengar suara kak Arsya sampai dapur loh?.


''Lihatlah Arsy ma!. Padahal, sudah dari tadi Arsya menyuruhnya Arsy untuk keluar. Arsya, ingin memakai pakaian. Tapi, Arsy ini sangat bebal''. Sungut Arsya, dengan handuk berwarna putih masih melilit di pinggangnya. Tangan Arsya sendiri, terlihat menyilang menutupi bagian dadanya.


''Kan, Aci cuma mau ambil balbie. Kok mala jadi salah-salahin Aci, kakak saja yang enggak mau bilang baik-baik sama Aci''.


''Memang, kaunya saja yang bebal. Bukannya, dari tadi kakak meminta Arsy untuk keluar, dengan cara baik-baik''. Sungut arsya


''Sudah!, Sudah!. Kenapa, malah jadi pada ribut. Arsy, sudah dapat belum barbie nya?''.


''Sudah''. Arsya, mengangkat boneka Barbie, menunjukkan kepada sang Mama.


''Kalau sudah, Arsy keluar dulu ya sayang!. Kak Arsya ingin mengenakan pakaian dulu. Kalau kak Arsya, enggak cepet pakek baju. Kalian bisa terlambat sekolah loh''. Ucap Rara


''Iya, inikan Aci juga mau kelual kok ma. Kak Aca aja yang enggak sabal, lebay!''. Ucap Arsy, berlalu keluar dari kamar.


Rara menggelengkan kepala melihat tingkah sang putri. ''Mama keluar dulu ya sayang, Arsya cepat pakai pakaiannya. Habis itu, kita sarapan''.


''Iya Ma''.


Ceklek.


''Sayang, kenapa wajahnya Kok cemberut gitu si. Nanti hilang loh, cantiknya''.


''Kak Aca itu, bikin Aci palak ma. Kak Aca, mau pakek baju aja lepot sekali. Sama Aci aja, Sok malu-malu. Aci aja enggak malu, kalau pakai baju depan kak Aca''.


''Sayang, sikap kak Aca itu bener loh!. Kak Arsya tau, bahwa kalau kita tidak boleh memperlihatkan tubuhnya saat tidak menggunakan pakaian. Jadi, Arsy harus mengerti!. Dan Arsy itu, juga harus seperti kak Arsya ya. Jangan pernah, memakai pakai serta membukanya di sembarang tempat. Takutnya nanti, ada yang berniat jahat sama tubuh kita''. Ucap Rara, coba memberi penjelasan dengan sang putri.


Arsy terdiam, memikirkan ucapan sang Mama.


''Tapi kan Ma, Aci bukan orang lain. Aci kan adiknya. bilang saja, kalau kakak itu takut, kalau Bulung emplitnya kelihatan''.


Rara menepuk jidatnya, mendengar perkataan Arsy. Bisa-bisanya sang putri menyebutkan burung emprit milik Arsya. Dapat Bahasa dari mana, putrinya berkata seperti itu?.


''Hahaha''


Lulu, tertawa geli mendengarnya.


''Ternyata, putri mu sudah dewasa kak''. Ucap Lulu, Setelah tawanya sedikit mereda.


''Sayang, Arsy dengar dari mana bahasa seperti itu?''.


''Dia itu pasti, dengar dari temannya Ma. Arsy semenjak berteman dengan Aulia dan Atena semangkin mentel saja di sekolah. Walaupun sebenarnya, Arsy itu memang mentel. Tapi Sekarang, semangkin bertambah mentelnya''.

__ADS_1


''Kakak, kenapa jadi bawak-bawak teman aci?''.


''Tapi, memang seperti itu faktanya Arsy''.


''Mama!''.


''Sayang, Arsy itu, enggak boleh ngucapin kata-kata seperti itu lagi ya. Kata-kata seperti itu, tidak pantas untuk di ucapkan anak seusia Arsy, oke''.


''Baik Ma''. Jawab Arsy, tertunduk lesu. sambil matanya melirik ke arah sang kaka.


''Ayo!, kita sarapan. Jangan sampai, pada telat ke sekolah''.


''Moomy, bisakan antal Kenan ke sekolah?''. Ucap Kenan, penuh harap.


''Bukannya, biasanya Kenan berangkat bareng Daddy?''.


''Kata Daddy, Daddy ada lapat penting mom. Iyakan Dad?''.


''Hah''. Alex mendongakkan kepalanya. Matanya yang sedari tadi fokus dengan tabletnya, kini beralih menatap ke arah sang putra.


''Kenapa sayang?. Maaf, Daddy enggak dengar. Soalnya, Daddy lagi mengirim Email ke uncle Max''.


''Kata Kenan, kamu enggak bisa nganter Kenan, yank. Bener?''.


''Oh iya, aku mau ada rapat penting yank. Jadi, takut enggak keburu kalau ngantar Kenan dulu''.


''Tumben. Ehm, biasanya Max jam segini sudah datang yank?''.


''Dia, aku suruh nunggu di mobil yank. Kamu bisakan, antarkan kenan ke sekolah?''.


''Hm, baiklah''.


Kenan terlihat senang, saat berangkat sekolah di antara oleh sang moomy. Biasanya, hanya Daddy saja yang selalu mengantarnya ke sekolah.


''Melamunin apa si Bos, Dari tadi gue perhatiin melamun terus''. Ucap Nila


Huh...


''Gue rasakan Nil, sikap Alex akhir-akhir ini sedikit berubah. Entahlah, tapi gua yakin banget. Biasanya, kalau gue terlambat pulang, Alex pasti bolak-balik nelpon gua, ataupun chat gue. Tapi sekarang, terlihat sedikit lebih cuek gitu''.


''Mungkin hanya perasaan loh aja bel. Atau mungkin, Alex lagi pusing mikirin kerjaannya kali''.


''Tapi, sesibuk-sibuknya Alex, dia enggak pernah sampai cuekin gue. Gue takut, ada something yang Alex coba tutupin dari gue. Karena, gue paham bagaimana sifat Alex Nil?''.


''Coba sabar dulu Bel, elo perhatian saja sikapnya beberapa hari ini. Kalau masih Janggal menurut Lo, baru deh, elo selidiki tu''.


''Baiklah, gue akan sabar. Tapi hanya untuk, beberapa hari saja''.

__ADS_1


To Be Continue....


__ADS_2