
Lulu melihat sang kakak di dapur tengah menyiapkan makan malam mereka, Dengan di temani Lily yang setia menunggu sang kakak sambil duduk di kursi plastik. Lulu bergegas menghampiri sang kakak lalu memeluk nya.
''Maafin Lulu ya kak, Maafkan perkataan Lulu yang nyakitin hati kakak. Maaf karena Lulu hanya mengikuti emosi Lulu saja tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Selama ini kakak selalu berjuang untuk hidup kami, Sampai kakak tidak pernah memikirkan masa depan kakak sendiri''. Hiks..hiks..hiks...
''It's okay Lu kakak paham perasaan mu, Uda dong jangan nangis lagi Lu, Uda,,, Uda... Ini juga salah kakak yang enggak ngejelasin semuanya ke Lulu. Jadi Lulu jangan merasa bersalah, Dan mungkin memang sudah takdir hidup kakak seperti ini''. Ucap Rara sambil mengelus punggung sang adik.''
''Lulu, Sayang kakak''. Semoga kakak akan menemukan kebahagiaan kakak suatu saat nanti, Ucap Lulu dalam hati. Lulu janji akan sekolah yang rajin, Agar bisa dapat kerjaan yang bagus, Dan bisa sedikit meringankan beban sang kakak.
''Kakak juga sayang kalian". Balas Rara
''Lily juga sangat kak Rara sama kak Lulu''. Ucap Lily yang tak mau ketinggalan, Sambil jalan tertatih-tatih dengan kruk nya menghampiri sang kakak yang tengah berpelukan. '' Lily juga mau di peluk kak''.
''Yee si Lily, Kau enggak di ajak tau enggak''. Ucap Lulu meledek sang adik.
''Biarin wlek, Lagian sapa juga yang mau peluk kak Lulu, Lily itu mau peluk kak Rara tau''. Balas Lily yang tidak terima ejekan sang kakak.
__ADS_1
''Uda-uda, Kok jadi pada berantem si. Kamu juga Lu, Bukannya ngalah sama adiknya''. Omel Rara pada Lulu. Rara pun bergegas ingin melanjutkan masakan yang tertunda.
''Uda kak, Sini biar Lulu aja yang lanjutin. Kakak istirahat saja dulu. Entar kalau Uda Mateng Lulu panggilan''.
''Bener nih Lu, Enggak papa kalau kakak tinggal istirahat''.
''Iya enggak papa, Lagian kakak pasti capek. Abis pulang dari toko belum istirahat''.
''Hm,, Kalau gitu kakak ke kamar dulu ya Lu, Ngelurusin pinggang, Soalnya pinggang kakak rasanya pegal sekali''. Ucap Rara sambil berlalu ke kamar.
...----------------...
Huek...huek..huek..
Alex terus memuntahkan isi perutnya, dari mulai subuh sampai hampir tengah hari. Hingga sekarang perutnya belum terisi sedikit pun makanan. Sampai rasanya, Tubuh Alex benar-benar sangat lemas.
__ADS_1
''Yank, Are you okay?, Ucap Bella. ''Bagaimana kalau kita ke dokter saja?, Atau Kita panggilan William datang kemari untuk memeriksa keadaan mu yank''. Bella sangat khawatir melihat keadaan sang suami, Wajah nya sangat pucat sekali.
''Hm, I am okey yank, Hanya lemas saja. Jangan panggil William. Aku cuma butuh pelukan mu saja yank''. Jawab Alex
''Huh,,, Tapi yank Wajahmu sangat pucat sekali''.
''Hanya lemas sedikit yank, Kalau mau meniduri mu saja aku masih sanggup ''.
''Sakit-sakit, Tapi pikirannya sangat mesum''. Sungut Bella.
''Walaupun aku sakit tapi senjata ku masih on yank''.
''sekali lagi kamu bicara mesum yank, Aku cubit perut sixpack mu itu yank''. Ancaman Bella
''Sudah sakit-sakit begini pun, Sampai hati kamu menganiayanya aku yank''. Ucap Alex dengan suara memelas.
__ADS_1
To be continue.....