SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
1.Bab 1


__ADS_3

Pada tahun 1957,ada seorang wanita yang sebatang kara di tinggal kan oh kedua orang tuanya. dia hidup nya sangat tragis, dia namanya adalah Suningsih. Suningsih ini hanya memiliki 3 orang kaka, tapi Suningsih tidak tau keberadaan dengan 3 kaka nya itu. sedangkan Suningsih juga di kasihin sama orang lain/ sama teutangga terdekatnya.


Suningsih di asuh sama teman ibunya dulu,dia bernama ibu Emeh, walau pun Suningsih di asuh tidak kaya anak yang lain tapi Suningsih tetep bersukur masih bisa hidup dan bisa makan. Suningsih sudah menganggap ibu Emeh itu seperti orang tuanya sendiri, ibu Emeh mempunyai tanah yang sangat luas, tanah nya bu Emeh itu di jadikan sawah, perkebunan dan sebagainya di jadikan rumah singgah dan bikin 29 kamar buat di kontrakan.


Nah setiap hari Suningsih mengikuti rutinitas ibu angkatnya itu, Suningsih dan ibu angkatnya tiap hari pergi ke kebun dan ke sawah. ibu angkat nya mempunyai penghasil dari sawah, perkebunan dan kontrakan 29 kamar. Suningsih mau ga mau ikut trus sama orang tua angkatnya itu.


Suningsih itu kalaw setiap hari pergi ikut ke sawah sama ke kebun, suningsih mempunyai uang jajan dari orang tua angkat nya sebesar 50 rupiah. untungnya Suningsih rajin menabung, jadi setiap di kasih sama orang tua angkatnya Suningsih selalu di tabung uangnya.


Dengan berjalannya waktu Suningsih sudah berumur 9 tahun. ia selalu bangun pagi untung pergi ke sawah dan ke kebun membantu orang tuanya itu. ia pulang dari kebun paling jam 2siang sehabis plng dari kebun dia bersih bersih badan karna kalaw orang tuanya tau plng dari kebun belum suka marah. sehabis mandi Suningsih sih bantuin orang tuanya masak di dapur untuk makan nanti sore.orang tua angkat nya terkenal pelit dan galak. masak pun sudah beres Suningsih makan bareng sama orang tuanya. Suningsih setiap makan di kasih cuman tempe sama tahu sajah sedangkan yang lainya di makan sama orang tuanya itu, tapi Suningsih tidak apa apa yang penting dapat makan, bisa tidur dengan enak.


Tak kunjung kemudian Suningsih melihat ada teman seumur nya sedang bermain, Suningsih berpikir : ya Alloh seandainya kalaw saya di perbolehkan main dengan teman teman ku aku sangat senang sekali, talama kemudian temanya menghampiri Suningsih:


Temanya : Haaay sun, main yu


Suningsih : Bentar yah, aku bilang dulu ke ibu aku.


Temanya : ok, aku tunggu di depan yah


Suningsih : iya....


Lama kelamaan orang tua Suningsih datang, Suningsih buru buru pergi ke kamar mandi. suningsih sudah beres mandi, suningsih ngomong sama orang tuanya :

__ADS_1


Suningsih :Bu,,,boleh kah aku main bersama teman teman ku sebentar?


IBU : boleh tapi jangan lama lama


Suningsih :Raut wajah nya gembira.


Suningsih pergi ber main bersama teman temanya. dia bermain tali karet di halaman rumah suningsih. talama kelamaan azan ashar pun tiba, suningsih pulang mau solat dulu. sehabis solat, suningsih mau main lagi ternyata sama orang tuanya tidak d ijinkan main keluar lagi karna sudah sore. Suningsih pergi ajah kekamar nya, lalu orang tuanya suningsih menghampiri ke kamar:


SUN : IYA bu


IBU nya: Ini di rumah ada mesin jahit, pake biar nanti bisa jahit.


SUN : Sun ga bisa bu


SUN: Belajar sama siapa Bu?


IBU: kalau kamu mau, ibu yang ajarin sun setiap hari sesudah pulang dari kebun yah.


SUN : Iya bu.


Suningsih sebenar nya tidak di ijinin bermain sama teman teman nya, suningsih di suruh bekerja dan bekerja terus tiap harinya. Suningsih pun tidak bantah sama orang tua angkat nya itu, ia selalau bilang Iyah dan Iyah terus walau hatinya menolak. ia sebenar nya pingin kaya anak anak lain yang bisa bahagia dengan teman teman nya ,namun ia tidak bisa bantah dengan perkatan orang tuanya itu. karna ia sudah tidak bisa apa apa lagi karna dia di asuh sama orang tuanya itu sejak ia kecil. jadi setiap ia di ajak main dia selalu menolak dan menolak trus karna inget sama omongan orang tuanya itu.

__ADS_1


Suningsih sehabis membantu orang tuanya berkebun, ia langsung belajar menjahit sama orang tuanya itu. ia hampir setiap hari belajar menjahit dan menjahit terus sampe bisa. tak lama kemudian suningsih bisa menjahit, trus ia di suruh buka permak baju biar bisa menghasilkan uang . tidak jauh dari rumah nya Suningsih dibikinin tempat untuk pernak baju, biar habis pulang dari kebun ia lngsung ke kompeksi menjahit baju baju orang lain yang langganan orang tua itu.


Malam pun tiba.Suningsih pulang untuk beristirahat biar besok ia bisa kekebunya pagi sekali, di karnakan di kompeksi /permakan banyak kerjaan yang belum selesai di jahit semua. ia pun bergegas menyelesaikan pekerjaan di kebunya,ta lama kemudian Suningsih pulang dari kebun. secara biasa ia mandi dulu, makan, istirahat dulu sebentar.


Suningsih pergi kepermakan/ kekomoeksian mau melanjutkan kerjaan yang tertunda. ia membereskan jahitan satu persatu jahitan orang biar ia dapat uang jajan tambahan. sesudah beres di jahit lalu di anterin semua jahitan itu ke orang satu persatu. Suningsih pun dapat uang banyak sekali dari hasil jahit tadi. hasil uang jahit itu di kasiin semua kepada orang tuanya, ia mendapatkan uang dari hasil jahit cuman 50 rupiah.


Jadi Suningsih mendapatkan uang tiap hari dari orang tuanya sebesar 100 rupiah. ia tak bosen bosen menabung terus menerus untuk membeli baju dan celana.


Akhirnya Suningsih dari hasil nabung selama ini ia mengumpulkan uang sebesar 50 rbu. suningsih langsung membeli baju dan celana yang ia mau. Suningsih berterima kasih sama Alloh SWT masih bisa hidup yang enak ,makan yang enak, dan ia bisa mengumpulkan uang hasil kerja selama ini. dengan hasil keringat sendiri, Suningsih bisa membeli baju yang ia mau.


Umur Suningsih sudah beranjak 11 tahun, tapi ia kehidupannya masih gitu gitu ajah. tidak bisa bahagia kaya orang lain. kadang kadang ia juga suka iri klau liat teman nya bersama ayh dan ibunya berkumpul. hati Suningsih berkata ya Alloh seandainya aku di posisi teman aku kayanya aku bagian bersama ibu dan bapak ku. aku hanya bisa mendoa kan sajah dari kejauhan buat kedua orang tua ku.


Lama kelamaan, Suningsih Di jodohkan sama anak orang tua asunya itu. ia ga bisa nolak, karna ia pingin bahagia. talama kemudian kedua keluarga calon nya Suningsih datang ,untuk melamar Suningsih untuk di jadikan istrinya. orang tua asuh Suningsih bertanya kepada dia:


IBU : Sun sini, duduk sama ibu nak


SUN : iya bu


IBU: Ini ada keluarga Sobari kesini, mau nanya k Suningsih apakah sun mau menikah dengan Sobari?


SUN : IYA Bu, mau.

__ADS_1


Suningsih binggung, mau jawab ga mau takut di marahi sama orang tuanya, kalau ga mau natar saya ke kebun terus. akhirnya Suningsih memutuskan mau di ajak nikah sama Sobari. Suningsih mencari kebahagian dari suaminya nati.


__ADS_2