
Singkat cerita, setelah beres tahlilan ke 1,ke 2,ke 3,ke 4,ke 5,ke 6,ke 7 dan sampai ke 40 harinya ,Nenek meninggalkan kita semua. semoga Nenek berbahagia di surga dan semoga semua dosa dosanya di ampuni. Amin.
Alhamdulillah sudah beres tahlilan Nenek, aku baru kali ini lihat mamah berdoa husyu. ternyata mamah sangat kehilangan nenek, walaupun Nenek itu bukan orang tuanya asli mamah, tapi mamah sangat menyayangi Nenek. sampai sampai mamah mendoakan Nenek setiap hari. "sambil nunggu mamah solat, aku menyiapkan makan malam biar kita makan bareng biar tidak merasa kesepian". ucapan Elisa
Setelah beres masak, Elisa langsung ke kamar mamah , mau memberi taukan kepada mamah nya bahwa makan malam sudah siap. kita makan bareng biar tidak sepi/ tidak merasa sendirian.
Sesudah makan malam beres, Elisa pun selalu menghibur mamah biar tidak sedih lagi. karena mamah selalu melamun semenjak di tinggal nenek, " aku merasakan kesedihan mamah, tapi kalau bisa jangan sampai berlarut larut, kita harus mengikhlaskan nenek mah, nenek sudah tenang di sanah ".ucapan Elisa
" Mamah sangat sedih banget EL, karena mamah tidak nyangka nenek meninggal kan kita begitu cepat. walaupun nenek itu bukan orang tua asal mamah, tapi mamah sangat sayang sekali sama nenek kamu itu. mamah menyayangi nenek kamu itu seperti ibu sendiri. karena beliau sudah mengurus mamah dari kecil, kalau tidak ada beliau mamah tidak seperti ini😢, ucapan orang tua Elisa.
Elisa sengaja mengajak mertuanya nginap di rumah mamah, biar mamah tidak kesepian pas waktu aku kerja. jadi kalau mamah ada teman ngobrol, aku kerjanya tenang.
Walaupun Elisa benci ke suaminya, tapi Elisa tidak benci ke mertuanya." kadang aku bingung dengan cara pola pikir suami aku, bukanya cepat cepat cari kerja ini malah kumpul kumpul sama teman teman nya. sedangkan kehamilan aku sudah membesar, mau menginjak 5 bulan" ucapan Elisa sambil muka marah.👺
"Sudah beberapa bulan, suami aku sudah di abaikan tapi dia malah cuek kaya tidak ada beban sedikit pun. setiap di suruh kerja alasannya cuman itu itu aja", ucapan Elisa sambil kesal👺. dari pada banyak pikiran mending tidur besok mau kerja dan harus nyiapin sarapan buat suami, mamah dan mertua.
Pagi pun tiba, Elisa bangun tuk menyiapkan sarapan untuk keluarga aku. sebelum masak aku mau mandi dulu dan setelah mandi mau solat dulu biar tenang.
Setelah beres solat ,Elisa langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.kemudian suami, mamah, mertua makan bareng sama Elisa, sepuluh menit dari itu Elisa pun pamitan kepada mamah dan mertua nya karena Elisa mau pergi kerja.
Seperti biasa aku kerja di 2 tempat, walaupun aku sudah cape aku paksakan semangat untuk anak aku dan sedangkan suami aku setelah nganter aku kerja dia seperti biasa langsung pergi kumpul kumpul sama temen temanya. " hati mana yang tidak kesal melihat suaminya gitu gitu terus, di suruh cari kerja malah marah marah dan banyak alasan", ucapan Elisa sambil 😭
__ADS_1
Setelah pulang kerja, Elisa ada telpon dari pamannya. kata paman, aku dan mamah ku suruh kumpul di rumah nenek.
Mamah bertanya :
" Ada apa yah EL?
" ko paman nyuruh kita suruh ke rumah nenek?
" Elisa dan mamah pun bingung ada apa yah?
Akhirnya Elisa sama orang tuanya pun pergi ke rumah Nenek 👵, sesampainya nya di rumah Nenek, mamah menanyakan ke pada paman . ternyata paman bilang katanya mau membagikan harta peninggalan Nenek. mamah menetes kan air mata karena itu harta peninggalan Nenek tidak mau di bagikan. pingin mamah itu semua peninggalan Nenek di tempati dan kelola sama sama biar punya penghasilan.
paman tetep pingin di jual tanah itu terus di bagi Empat hasilnya. orang tua Elisa tidak mau kalau tanah itu di jual.
Paman tidak mau, malah membagi satu persatu semua bagian harta peninggalan Nenek. orang tua Elisa hanya bisa menetes kan air mata.
Kakak pertama ATING mendapat sebidang kebun
Kakak kedua ANING mendapat rumah Nenek
Kakak ketiga IDA mendapat kan 25 kontrakan Sementara yang ke Empat yaitu SUNINGSIH orang tua nya Elisa dia mendapat sebidang sawah
__ADS_1
Tak lama setelah pembagian warisan itu, paman nya Elisa menjual masing masing bagian warisan nya dan pindah ke kota. kalau SUNINGSIH mau mengola sawah nya dari hasil pembagian tanah nya.
“Apa yang bisa dilakukan dengan sebidang sawah kecil ini mah?” ucapan Elisa.
“Syukuri saja apa yang kita terima, kita kelola aja bersama sama biar kita mendapatkan penghasilan dari situ. ucapan orang tua Elisa
Seandainya ,paman aku punya berpikiran bijak seperti mamah aku. Mereka malah memilih menjual warisannya itu, dan membeli rumah di kota.paman malah ingin hidup di kota. paman berpikir, dengan tinggal di kota, hidup mereka akan menjadi lebih baik.ucapan Elisa
Sedangkan ,mamah aku bertahan mengelola sawah peninggalan Nenek. Namun, mamah aku sekarang bingung, akan diapakan sawah warisan dari Nenek itu. sedangkan buat beli peralatan tani dan beli benih/ bibit buat padi pun mamah aku tidak punya. ucapan Elisa
"Mamah akhirnya bongkar celengan,mudah mudahan uang nya cukup buat beli bibit padi .Sekarang mamah memiliki sawah dari peninggalan Nenek, jadi mamah bisa membajaknya,”.ucapan orang tua Elisa
Mamah aku mulai bekerja keras. Ia menanam bibit padi seorang diri, membajaknya seorang diri, bahkan memanennya pun seorang diri. aku sebagai anak nya tidak bisa membantu mamah di sawah, hanya bisa mengantar mamah makanan setiap hari ke sawah.karena aku lagi hamil tidak bisa kerja berat berat, sedangkan Suami aku tidak bisa di andalkan.
Hasil panen di sawahnya sangat berlimpah. mamah bisa menjualnya ke pasar dan mendapatkan banyak uang. Berkat ketelatenannya, sawah yang mamah per olah menghasilkan uang yang banyak. akhir nya mamah aku membeli rumah di deket sawah itu, biar tidak cape bulak balik mengantar makan buat mamah. aku dan mamah akhirnya pindah ke Padalarang,mamah pun tak lagi hidup miskin dan aku tidak kerja lagi. aku setiap hari menyiapkan makanan buat mamah ke sawah.
Suatu hari, paman aku datang ke rumah mamah aku.
Tapi, mereka sekarang hidup susah. Tidak seperti dulu saat mereka meninggalkan rumah Nenek.
Rupanya, paman aku harta nya telah habis di kota.paman tak pandai mengelola uang, dia hanya menghabiskannya untuk foya foya di kota saja.
__ADS_1
Mamah aku merasa senang, karena semua kakaknya telah pulang. Mereka pun kembali hidup bersama di rumah mamah aku. Mereka juga mengurus sawah yang mamah aku hasil warisan dari nenek itu.
Sebaik baik nya orang, kalau serakah dari warisan orang lain ,pasti hidupnya tidak ada kemajuan.maka manfaatkan sebaik-baiknya apa yang kita punya. Insya Allah Pasti akan menjadi berkah buat kita,