SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
2.Bab 2


__ADS_3

Tidak selang dari 2 bulan Suningsih mau menikah dengan Sobari. keluarga Sobari mempersiapkan semua kebutuhan Sobari, Sobari pun sangat sibuk sekali untuk mempersiapkan pilih pilih baju buat acara pernikahannya nanati, beli barang barang buat hari pernikahan nya nanti. Sobari membeli semua barang buat acara perkawinan nya di antaranya: kosmetik, tas, baju, sepatu, lemari, kursi semua peralatan rumah yang harus di bawa buat Suningsih, tidak lupa juga emas, peralatan solat dan uang sebagai maskawin nanti.


Keluarga Suningsih pun sama, bahkan lebih sibuk dari Sobari.Suningsih sama orang tuanya mencari pendekor rumah sekaligus perias buat acara pengantin nanti. semua sodara sodara dan keluarga ibu Emeh ( orang tua asung Suningsih) mulai sibuk membagi tugas ada yang ke pasar untuk beli makan buat Cetring nanti, ada yang bikin kue bolu pengantin, ada yang bikin buat ranginang, opak, wajit, dan lain lain. pokonya semua keluarga besar ibu Emeh sudah di bagi bagi tugas untuk acara pernikahan Suningsih nanti.


Suningsih pun sibuk mencari undangan yang cocok buat acara nanti. sesudah memilih surat undangan Suningsih pun besok nya harus pilih pilih baju yang pas buat di pake acaranya nanti. 5 hari lagi Suningsih menikah, keluarga ibu Emeh membagikan undangan ke sodarah sodarah, ke kerabat, ke tetangga tetangga, ke teman teman dan ke yang lain lainya. seberes membagikan undangan keluarga bu Emeh menyiapkan makanan kecil buat yang masang dekor rumah dan yang bantu bantu masak nanti. semua makanan di bikin, karna bu Emeh masih ikut tardisi dulu. bikin kue bolu, ketan ,Bugis,dadar gulung, peyeum, dan lain-lain nya. pokonya kumplit semua makan sudah siap termasuk pisang juga ada. pisang di rumah ibu Emeh sangat banyak sekali karna ibu Emeh menanam pisang di kebun.


Tiga hari kemudian Suningsih di pingit tidak boleh ke mana mana, ia harus puasa selama 3 hari sebelum pernikahan. semua keluarga bu Emeh pun sibuk semua, menyiapkan kan makanan buat acara pernikahan Suningsih nanati. bahkan orang tua asunya ia pun membuat nasi kuning sama bakak ayam.


Selain itu ibu Emeh, membuat kamar satu jangan di pake buat acara nanti. kamar itu di sebuat kamar GOAH, hanya satu orang sesepuh yang di percaya sama kluarga ibu Emeh. di adakan GOAH itu, supaya acaranya lancar mulus rahayau dan tidak ada halangan apa pun. acara pernikahan 3 hari lagi,satu hari sebelum pernikahan Suningsih mengadakan acara pengajian, terus hari ke duanya mengadakan siraman antar keluarga dan kerabat ibu Emeh. malam pun sudah tiba, Suningsih gelisah karna besok ia akan menikah, pagi pun tiba.


Pernikahan akan segera di selengarakan, Suningsih sedang siap siap merias wajahnya untuk menyambut calon suaminya. makanan semuanya sudah siap, semua tinggal nunggu keluarga Sobari datang.


Alhamdulillah keluarga Sobari datang dengan rombongan nya. keluarga Sobari membawa semua keperluan rumah dan keperluan Suningsih nanti. semua keluarga Sobari di sambut dengan baik, semua barang barang bawaan keluarga Sobari sudah di Terima oleh keluarga ibu Emeh. jalan nya pernikahan ,Suningsih sudah di ijabkobul, serah Terima, sungkeman, huap lingkung dan lain-lain nya.


Akhirnya Suningsih sudah sah menjadi istrinya Sobari. di pernikahan Suningsih mengadakan acara 3 hari 3 malam:


Hari pertama, mengadakan Dutpong( dangdutjaipong)


Hari kedua, mengadakan penca silat dan calung.

__ADS_1


Hari ke tiga, layar tancap yang paling terakhir. setelah itu, beres lah acara pernikahan Suningsih dan Sobari. mudah mudahan mereka menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, Amin YRA.


Hari demi hari Suningsih dan Sobari menjalani hidup yang sangat bahagia, dan Suningsih pun bersukur kepada Allah SWA telah memberikan kebahagian kepadanya. suaminya Suningsih mulai lagi bekerja, dia bekerja di Pabrik tekstil. tiap pagi suaminya pergi dan pulang malam demi keluarga kecilnya. Suningsih pun sama masih kerja di kompeksi di orang tua angkat nya, dengan berjalan nya waktu mereka belum juga di kasih keturunan, mereka pingin sekali punya anak tetapi belum juga di kasih.mereka bilang sma orang tuanya mau pisah rumah , cuman orang tuanya tidak mengijinkan pindah dari sanah. karna yang bantuin berkebun siapa? hanya dia yang bisa bantu orang tuanya itu.makan nya orang tuanya itu ga mau jauh jauh sma Suningsih , dari pada jauh jauh mereka di kasih tanah untuk di bangun buat tempat tinggal di sanah. akhir nya mereka memutus kan untuk ngumpulin uang buat bangun rumah.


Setahun berlalu mereka belum punya anak, suaminya memutus kan di suruh periksa ke mantri/ bidan yang terdekat. semuanya di priksa / di tes ternyata mereka subur, tinggal tunggu mujijat dari Allah. ga lama kelamaan suaminya ngomong:


Suaminya: Teh


Suningsih: iya. apa Aa?


Suaminya: gimana kalau bangun dulu rumah sebelum punya anak su?


Suningsih:kan Aa, uangnya belum ada? lama kelamaan orang tua asuh Suningsih datang dan mendengarkan percakapan mereka. akhirnya orang tua Suningsih berkata : apa kah bener kalian mau pisah rumah dan pingin punya rumah sendiri?


Orang tua Suningsih pun memutus kan, baik lah kalau kalian pingin begitu, ibu akan membangunkan rumah yang sederhana untuk kalian.tapi ada sarat nya, jika kalian mau nurutin semua keinginan ibu.kalian akan di bangunkan rumah sama ibu untuk kalian. mereka menjawab iya bu, apa saratnya?


baik, ini sarat nya dari ibu:


__ADS_1


Suningsih harus bantu ibu seperti biasa kekebun


2.kompeksi/ permak baju lanjutkan seperti biasa


3.Hasil kompeksi uanya untuk ibu semua.


terus buat kamu Sobari:


1.Sesudah pulang kerja lanjut bantu ibu ngurusin ternak ayam


2.Setiap panen harus bantuin Suningsih di kebun dan di sawah.


3.Hasil pun sama tidak dikasih.


Lalau ibu pun bertanya,gimana siap persyaratan dari ibu? merekabingung, mau bilang ga kami ga punya rumah. mau bilang ya,kami ga mau karna kami kaya sapih perah di harus kan kerja dan kerja di ibu nya.



Akhirnya mereka memutuskan iya, ibu pun ga lama kelamaan langsung membangunkan rumah nya untuk mereka. dengan berjalan nya waktu membangun rumah sudah beres kami senang campur sedih juga, karna punya rumah harus dibayar dengan teunagga kami. mereka menjalani hidup di rumah barunya,walau pun kecil kami bersukur. tapi mereka menepati janji yang ibu bilang. setiap hari mereka,terus menerus bantu ibu kekebun. lama kelamaan isteri nya hamil, suami dan ibunya gembira banget mendengar istrinya hamil, tapi walau lagi hamil Suningsih masih tetep bantuin ibunya kekebun. pas hamil 4 bukan mereka bertengkar, karna suaminya tidak mau bantuin ibunya di kebun.mereka sering berantem trus tiap harinya.

__ADS_1


Tiba tiba sifat suaminya sangat rubah sekali, dia sering pulang malam, mabuk mabukan, judi, bahkan main cewe juga. Suningsih bukan nya bahagia tetapi ia mendapat kan sakit hati bertubi tubi. udah di perlakukan dengan ibu asuh nya gitu, sekarang sama suaminya juga digituin juga.


Tapi Suningsih menerimanya dengan lapang dada dan rido, ia cukup sabar dan sabar. malam harinya Suningsih kedatangan tamu ada yang mengetuk pintunya.ga kelamaan pintu itu di buka sama ia, ternyata kakak kakak nya datang. Suningsih sangat senang sekali bertemu dengan mereka. lalu ia ngobrol panjang lebar sama kakanya, ternyata dari dulu kakak nya Suningsih mencari Suningsih ,cuman tidak ketemu ketemu katanya. bisa bertemu kesini juga ada yang memberi alamat ini katanya. akhirnya Suningsih dan kakak nya berkumpul, kakanya Suningsih diam semua di rumah ibu asuh nya. Suningsih sangat berbahagia karna sudah ketemu sma kakak kakanya dan bahkan bisa membagi tugas kekebun sama kakak kakanya. pekerjan Suningsih aga mengurang.


__ADS_2