
Dulu Elisa Keluarga yang harmonis dan bahagia,dan keluarga serba kecukupan semua kebutuhan Elisa tercukupi. Elisa mendapatkan tempat tinggal yang enak, cuman yang Elisa di sayangkan sekolah sampai SMA. Keluarga Elisa dulu begitu bahagia. Apapun yang Elisa mau selalu bisa Elisa beli. dan Elisa mengalami rasa sedih dan tidak di perhatikan sama ayah pas ayah kawin sama perempuan,di situ keterpurukan Elisa datang. kisah dalam hidup yang tak pernah Elisa bayangkan.
Aku hanyalah perempuan yang biasa dan tidak bisa apa apa.masa masa kecil Elisa bukan Bermain bersama teman-teman,selalu di perhatikan dengan kedua orang tua dan bermain boneka,tapi Elisa mengurus ibu tiri dan anak anak nya dari ayah ku. walaupun hidup Elisa dulu tidak menyenakan tapi Elisa akan melupakan semua keterpurukan dan Elisa sudah memaafkan semua kesalahan ayah yang dulu.
Untung nya Elisa masih punya mamah yang super duper merhatiin Elisa, tapi Elisa tidak tau tentang kesedihan yang di alami mamah Elisa dulu pas di tinggalin ayah. karna mamah tidak pernah bercerita tentang kesedihan nya pada Elisa, Ke Sesederhana mamah selalu menyediakan makanan yang aku inginkan tanpa mengeluh.
kehidupan ayah sekarang sangat susah, ayah harus bekerja dan membesarkan anak anak nya sendirian. kemarin ayah menitipkan anak nya ke nene,karena ayah kerjanya di pindah kan ke cirebon. mau ga mau anaknya harus berdiam di rumah nene. ayah pun berpamitan mau pergi kerja ke cirebon ,karena ayah Elisa kerjanya di pindahkan untuk sementara di sanah.
Ketika ayah pamit, Elisa pun mengijinkan ayah nya pergi,Elisa kembali lagi pergi ke kamarnya. Elisa sama sekali tidak tahu bahwa pamitnya ayah itu untuk kepergian nya sangat lama waktunya. Andai saat itu Elisa tahu, pasti Elisa tida mengizinkannya pergi. ayah meninggalkan anak anak nya masih kecil.
__ADS_1
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga sampai ini berganti bertahun, ayah Elisa tak ada kabar sama sekali. Jujur Elisa begitu kasian sama adik adik Elisa mungkin mereka merindukan ayah. ayah adalah cinta pertama bagi adik adik Elisa dan kini mereka kehilangan sosok ayah. Elisa menanyakan kepulangan ayah, tapi mereka tak memberi jawaban .Elisa hanya melihat kesedihan di dalam hati mereka.
Hingga menginjak kelas 5 SD,Elisa tak kunjung mendengar kabar ayah. Adik-adikku yang mulai tumbuh besar pun mulai menanyakan. Di situlah Elisa mulai memahami sesuatu. ayah Elisa tak akan kembali, Sebelum pengumuman kelulusan adik adik Elisa. paman pamit hendak pergi untuk menyusul ayah Elisa ke cirebon. Berbekal informasi dan sedikit bantuan yang diberikan teman ayah, dan masih bekerja dengan ayah. paman nekat untuk menyusul ayah nya Elisa ke cirebon.
Namun sayang seminggu di sana, paman pulang dengan tangan hampa. Meski paman berjumpa dengan ayah, tapi ayah Elisa tida ikut pulang. Katanya masih banyak pekerjaan. Padahal ternyata ayah nya Elisa sudah menikah lagi sudah mempunyai istri baru di sana.Elisa dan adik adik nya pun kaget, ayah bisa tega membohongi Elisa dan mereka.
Singkat cerita, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang semakin meningkat akhirnya Elisa memutuskan setiap hari kerjanya lembur terus, jadi punya pendapatan lebih buat mereka.mereka tinggal bertiga bersama nene. Sudah tentu mereka sangat merindukan kasih sayang dari ayah nya. Tapi apa boleh buat, kadang hidup terlalu rumit untuk mereka. Tidak memberikan pilihan, Meski sudah banyak cobaan yang menimpa Elisa, namun tetap saja Allah menunjukkan kasih sayangnya kepada Elisa. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul ayah ke cirebon.Di cirebon mereka mencari alamat rumah ayah yang baru. Hujan dan panas sudah menjadi ke biasan mereka sehari-hari.
Hingga suatu hari ada yang mengantarkan alamat ayah ke mereka.mereka pun akhirnya bertemu dengan ayah. hasil mereka ketemu sama ayah,bukan di sambut dengan baik malah mereka di marahin sama ayah. mereka pun langsung pulang dengan hati sedih. Saat ini bulan puasa semakin dekat. Saat Elisa mendapat kesempatan untuk menelepon ayah, Elisa bertanya tentang kepulangannya. Namun jawabannya aneh, ayah bilang bahwa ayah tidak akan pulang lagi. Elisa tak paham apa maksudnya ayah. Setelah Elisa marah marah sama ayah,akhir nya ayah akan pulang minggu depan.mereka senang ayah akan pulang dan jemput mereka di rumah nene.
__ADS_1
Keluarga ayah datang untuk menjemput adik adik di rumah nene. Adik-adik Elisa menelepon sambil menangis tapi enggan mengatakan apa yang terjadi. Mereka hanya menyuruh ayah untuk pulang dengan cepat.yang terjadi ketika ayah pulang? ayah memberi salam, tapi tak ada jawaban, karena mereka masih tidur. ayah ulangi salamnya, tak ada jawaban. mereka masih jua tidur. Langit yang begitu cerah seakan hitam di penglihatan. Elisa tak percaya ayah pulang ke rumah, Tangis mereka pecah seketika, mereka takut dan mereka kalut. Akan hidup dengan siapa jika ayah sudah menikah lagi, mereka sudah tidak punya ibu? Ayah pasti tinggal sama istri barunya itu, terus mereka tinggal nya di mana? sama siapa? sedangkan ayah lagi asik bersama istri barunya.
Hidup tak pernah adil pada Elisa dan mereka,Saat itu Elisa begitu marah sama ayah. Elisa marah kepada ayah, ayah sudah terbiasa menelantarkan anak anak nya. pikiran Elisa adik adik nya tidak akan sama dengan Elisa dulu, tetapi mereka pun merasakan di posisi Elisa dulu.😞
Seiring waktu, Elisa mulai menyadari bahwa hidup mereka harus terus berlanjut. Setidaknya Elisa harus kuat untuk adik-adik nya. Elisa mulai memaafkan ayah yang tak lagi peduli pada mereka, Biar bagaimana pun, dia tetap ayah. Meski mengingat wajahnya saja Elisa tak mampu dan benci tetapi Elisa tidak melihatkan nya kepada mereka. Elisa mencoba mengubur semua kenangan-kenangan buruk yang pernah dulu terjadi. Elisa menjadikan sebagai pembelajaran di masa depan.
mamah selalu menasihati Elisa untuk memaafkan kesalahan ayah dan orang lain meski sepedih apapun luka yang mereka perbuat ke pada Elisa.mamah meyakinkan bahwa ada Allah yang Maha Besar. Allah yang akan selalu membantu, nasihat-nasihat mamah selaluteringat di telinga Elisa. 😘🤗
Mulai saat ini Elisa bertekad akan menjadi orang yang pemaaf dan tak pernah dendam. Jika suatu saat ayah kembali pada kami dengan bagaimanapun kondisinya, insyaallah Elisa dan adik adik akan memaafkan kesalahannya dan menerimanya dengan tangan terbuka. Tak ada gunanya menyimpan dendam dalam hidup. Maafkanlah orang-orang yang pernah menyakitidan berbahagialah dengan hidup yang di miliki sekarang.
__ADS_1