SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
12.Sakit parah


__ADS_3

Pagi sekali ATING mengetuk pintu Suningsih, untuk memberi tahu kan bahwa kakaknya IDA sakit parah. Suningsih pun kaget mendengar kakaknya sakit, ke marin juga ketemu tidak apa apa.


Suningsih pamit kepada suaminya, mau membawa IDA kerumah sakit . karna dia dari semalaman ke sakitan, Suningsih kuatir takut terjadi apa apa sama kakaknya. Suningsih tidak lupa kepada anaknya, anaknya di titipin ke suaminya, terpaksa Suaminya tidak masuk kerja hari ini.


Tak lama kemudian Suningsih pergi ke rumah ibu, untuk melihat kakaknya. ternyata Suningsih lihat benar kakaknya sakit sangat parah. tak lama kemudian Suningsih membawa kakak nya itu ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, ternyata rumah sakitnya sudah penuh. terpaksa Suningsih menunggu di ruang UGD. Suningsih tak kuasa melihat kakak nya ke sakitan seperti itu. tapi alhamdulillah kakaknya sudang mendapatkan penanganan dari dokter.


Sambil nunggu hasil nya dari dokter, kakanya Suningsih belum di pindahkan ke kamar inap. karna belum dapat kepastian bahwa kakak nya mengalami sakit apa?


Suningsih terus menerus menanyakan ke dokter, sakit apa kakanya itu, namun dokter masih belum menemukan penyakitnya. Suningsih sangat kuatir dan cemas melihat kakak nya kesakitan seperti itu.


Maafkan Suningsih ka, aku tak tau kalau kakak sakit seperti ini sampe sakit parah. Kondisi ekonomi Suningsih sedang membaik waktu itu. jadi semua biaya rumah sakit di tanggung semua sama Suningsih.Fonis dokter juga tak jelas, apakah kondisi penyakit kakaknya itu, apakah harus diselesaikan dengan jalan operasi atau tidak. Dokter hanya memberikan saran untuk pindah ke rumah sakit yang lebih besar dan canggih.Hati Suningsih semakin sedih melihat kakaknya terbaling lemas di rumah sakit. Suningsih hanya bisa melihat-lihat ulang hasil foto rongten yang tak bisa ku pahami, ku raba-raba, ku cerna dengan hati yang bingung, Suningsih temukan benjolan yang ada di saluran kandung kemih, kira-kira sebesar biji buah rambutan, menutupi aliran air seni yang tak bisa buang air kecil dengan lancar, sehingga air seni menumpuk dikandung kemih yang tak bisa keluar, menumpuk, dan menumpuk. Suningsih bisa ikut merasakan betapa sakitnya kakak yang menahan air kencing yang tak bisa keluar dengan lancar. Bahkan tak jarang Suningsih lihat tubuhnya sampai gemetar dan wajahnya pucat, mau bergerak saja katanya sakit, apalagi mau berjalan. Jalan satu-satunya untuk mengurangi rasa sakit kakak harus memasang alat selang pada alat kelaminnya untuk mengeluarkan air kencing yang tersumbat. Baru kakaknya bisa bernafas sedikit lega.


Suningsih bertanya kepada kakak nya:


“Bagaimana kakak?” tanyaku dengan khawatir.


“Ya alhamdulillah rasa sakitnya dah berkurang.” Jawab kakak nya.

__ADS_1


Suningsih terasa lega mendengar jawaban dari IDA/ kakaknya.


Aku tersenyum lega dan kulihat alat selang yang penuh dengan air seni dari kantung kemihnya. Dan anjuran dari Dokter supaya satu minggu alat selang itu harus dilepas, jika tak dilepas ada kemungkinan terjadi infeksi. Bisa-bisa lubang alat kelaminnya pelan-pelan mengalami luka.


“Suningsih menawarkan makan ke pada kakaknya,kakak mau makan apa?” tawarku pada kakak yang hanya diam, berhari-hari hanya diam, senyum manis .Suningsih dan ibu nya faham pasti IDA sedang tak berselera. Pikirannya terfokus pada penyakitnya yang belum mendapatkan obat dan kesembuhan.


Setiap hari menjelang sore suningsih ,ibu ,ATING,ANING selalu bergantian jaga di rumah sakit. pasti selalu ada yang menemani IDA di rumah sakit. suatu sore IDA bercerita tantang pengalamannya ketika masih kecil IDA pernah sakit kaya gini,sekarang sakitnya terulang lagi. IDA bercerita sambil menahan sakit.


ibu hanya mendengarkan dan manggut-manggut, IDA pun terdiam dan tersenyum kecil meski ia menahan sakit nya kurang dari tiga menit,ibu tak sampai hati bertanya, khawatir mengganggu IDA aku hanya dengarkan saja.


sesudah nya IDA bercerita, IDA bertanya kepada ibu?


“Aduh tak boleh, nanti bertambah lagi sakitnya.” Jawab ibu pelan pelan.


“sedikit saja kok bu, IDA sudah lama tak merokok, IDA boleh kan merokok sedikit,” Dan ibu tak tega tak menuruti IDA. Mungkin dengan posisi IDA yang tidur sangat tenang ibu melihatnya. IDA Selama di rumah sakit ia selalu mengigau terus. IDA sambil tidur mengajaknya bicara ibu terus menerus membuatnya sedikit bisa melupakan rasa sakitnya.


menjaga IDA pun sudah di gantikan sama ATING.IDA memangil mangil ibu terus, ternyata yang datang ATING " IDA pun bertanya ibu ke mana? ATING jawab :ibu sudah pulang.


“Tolong ambilkan air!”

__ADS_1


“ATING menjawab iya tunggu sebentar.” Lalu ATING minumkan segelas air pada IDA.


ATING melarang IDA minum banyak banyak“Sudah, sudah, jangan banyak-banyak hanya akan menambah air kencing saja,”lalu IDA pun menjawab:


“Tak apalah, minum yang banyak tubuh akan terasa lebih segar dan sehat. Pegal-pegal akan cepat hilang, tubuh IDA akan kuat lagi untuk berdiri.”


“IA bersemangat ingin sembuh dari Penyakit nya itu,kalau begitu lebih baik IDA istirahat saja, biar IDA tetap segar dan sehat.aku ingin IDA istirahat tidur yang tenang.


“Rasanya susah untuk memejamkan mata namun IDA tidak ingin tidur.ATING berbicara kepada ia:


“IDA tak perlu cemas, ada aku disini menunggu IDA. Aku akan selalu menjaga IDA.” Kucoba meyakinkan hati IDA yang mulai cemas, kesel, lelah dan banyak pikiran. Pikiran yang telah lama di rumah sakit belum kunjung sembuh dan pulang juga.


akhirnya Suningsih memindahkan ke rumah sakit lain, karna rumah sakit itu alat alat nya tidak lengkap jadi tidak sanggup untuk merawat kakanya itu. IDA pun mau ga mau harus pindang dari rumah sakit itu, demi kesehatan ia sendiri.


Sesampainya di rumah sakit yang baru IDA langsung di periksa,IDA kena penyakit batu ginjal dan harus di oprasi. Suningsih pun menegaskan kepada dokter bahwa kakanya langsunh di oprasi sajah. mereka menunggu berjam jam di ruang oprasi tapi belum beres juga.tapi ga lama dari itu kakanya sudah beres di oprasi. kakanya pun di bawa ke kamarnya,alhamdulillah kakanya langsung di tangan dengan baik dan sudah sadar. IDA pun tidak kesakitan lagi. Suningsih, ibu, ATING, ANING sudah mulai lega melihat IDA aga membaik.


Mereka pun tiap harinya bergantian menjaga IDA di rumah sakit. IDA Setiap pagi harus sarapan biar bisa makan dengan rutin. IDA sebenarnya tidak mau makan obat, karna obatnya sangat banyak dan besar besar. tapi apa boleh buat demi kesehatan ia sendiri. IDA pun meminum nya obat itu.


IDA pun makin hari makin sehat, bahkan ia di periksa dokter tiap hari hasilnya alhamdulillah sudah sembuh. kata dokter iDA sudah pulih kembali, besok IDA bisa pulang. akhirnya mereka lega banget mendengar ucapan dari docter. mereka pun siap siap untuk beres beres semua baju karna besok IDA mau pulang.

__ADS_1


Ke esokan harinya IDA pun pulang ssangat pagi pagi sekali, ia sangat senang sekali karna ia sudah tidak sakit lagi. namun kata dokter IDA harus jaga kesehatan biar tidak ke serang penyakit lagi. akhirnya IDA beberapa hari harus beristirahat, sampai IDA sembuh total.


__ADS_2