
Ke esok kan nya, Ridwan datang ke rumah orang tua Elisa. mau minta maaf sama orang tua Elisa dan Istrinya, cuman Elisa nya belum pulang karena dia masih kerja.
Ridwan pun ngobrol sama orang tua Elisa, cuman Ridwan sudah tidak di tanggapin sama keluarga Elisa. karena Ridwan sudah keterlaluan sekali. orang tua Elisa pun sudah muak melihat Ridwan lagi, kemarin kemarin di suruh ke rumah malah tidak ada tanggapan bahkan di telpon pun tidak aktif aktif.
Ridwan menjelaskan kepada orang tua Elisa:
"sebenarnya Ridwan itu malu mah sama mamah, Ridwan sudah salah. ridwan gini bukan nya Ridwan tidak sayang ke Elisa mah, cuman Ridwan itu pusing mah di tekan di sanah sini. ridwan selalu di tanya sama teman, orang tua dan saudarah saudarah Ridwan,kapan Ridwan punya anak? sedangkan menikah sudah lama dan di tempat kerja Ridwan lagi ada pengurangan pekerja dan Ridwan di keluarkan di tempat kerja itu. ridwan mau bilang ke Elisa takut marah,akhirnya Ridwan bilang ke orang tua Ehhh mamah marah besar malah mepet mepet nya ke anak. apa lagi Ridwan bilang ke Elisa!!!akhirnya Ridwan cari lagi kerja sanah sini sampai sekarang Ridwan belum dapat lagi kerja. kemarin HP Ridwan di jual jadi mamah tidak bisa menghubungi Ridwan. sekarang Ridwan kesini Ridwan mau minta maaf sama mamah dan mau bawa Elisa pulang ke rumah Ridwan" ucapan Ridwan.
Mamah Elisa pun menjawab dan menjelaskan ke pada Ridwan:
"kenapa harus pusing? kalau belum di kasih keturunan harus gimana lagi? kan di periksa ke dokter sudah, bahkan hasil nya subur semuanya. tinggal menjelaskan ke semua orang. kalau masalah pekerjaan itu urusan kamu, cuman kenapa kamu tidak ada komunikasi dengan istri, malah tidak ada waktu dengan istri kamu, malah selingkuh lagi sama wanita lain, apa menurut kamu sifat kamu bagus ?menyakiti istri kamu seperti itu? bahkan bagus keluarga kamu semena mena memperlakukan istri kamu kaya pembantu?, di tambah tambah kamu sebagai suaminya tidak ada perhatian sedikit pun sama istri kamu. apa harus di perlakukan seperti itu kalau istri kamu belum bisa memberikan keturunan kepada keluarga kamu? terus selama istri kamu di rumah mamah, apa kamu pernah ke rumah mamah jemput istri kamu ke sini? boro boro jemput menanyakan pun tidak pernah. seolah oleh sidak tidak di perlukan lagi".ucapan mamah
Setelah itu Ridwan meminta maaf mau bawa Elisa pulang. Ridwan janji tidak akan menyakiti anak mamah lagi. Ridwan salah mah maafin ridwan, Ridwan sudah menyakiti anak mamah. ucapan ridwan
Ridwan pun berulang ulang meminta maaf sama orang tuanya Elisa,namun orang tuanya Elisa tidak memaafkan Ridwan.Ridwan sudah mengakui bahwa dia sudah melukai hati Elisa dia menyesal. sekarang Ridwan mau jemput Elisa, mau di ajak pulang .
Orang tua nya Elisa tidak mengijinkan Ridwan membawa anak nya pulang, tiba tiba orang tua Elisa bilang ke Ridwan:
"sekarang kamu pergi dari rumah sini
__ADS_1
" jangan sampai menemui Elisa lagi
" sudah sekarang kamu hidup nya masing masing saja sama Elisa
"kamu dan Elisa harus cerai/ berpisah
"kamu urusin surat cerai, kalau sudah beres bawa ke sini
Ridwan memohon sama orang tuanya Elisa, dia tidak mau berpisah dengan Elisa. dia pingin tetep sama Elisa, dia pun tidak Terima orang tuanya bilang gitu ke pada Ridwan. Ridwan pun tidak mau pulang pingin nunggu Elisa pulang.
Tak lama kemudian Elisa baru pulang kerja, dia tidak tau kalau di rumahnya ada suaminya. pas sesampainya di pintu, suaminya memeluk Elisa dan bilang :
" Yanx maafin aku"
"sekarang kita pulang, aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi.
Elisa tidak menjawab apa apa malah meneteskan air mata dan air mata, Ridwan mengusap air mata Elisa di pipinya cuman dia tidak mau. karena suaminya sudah menyakiti Elisa.
Ridwan pun memohon kepada Elisa supaya dia mau ikut pulang sama Ridwan tapi dia tetep tidak mau. terpaksa Elisa ngomong ke Ridwan:
__ADS_1
" kenapa baru di jemput aku ke sini"?
"kemarin kemari kemana aja"?
" salah aku tuh apa kepada kamu dan keluarga kamu sampai sampai aku di perlakukan seperti gitu?
" yang tidak bisa di maafkan lagi, kamu sudah selingkuh di belakang aku?
Ridwan pun menjelaskan kepada Elisa, cuman Elisa tidak mau dengar alasan apa pun dari suaminya itu. karena mau apa pun itu tetep salah di mata Elisa, karena selama rumah tanggal dia tidak pernah macam macam sama lelaki yang lain apa lagi kalau sampai selingkuh kaya suaminya.
setelah itu Elisa pun belum puas sama Suaminya,lalu dia nanya lagi ke suaminya:waktu aku datang ke rumah kamu, kamu sama wanita lain. apa kamu pernah memikirkan perasaan aku gimana? , sakit hati/ tidak nya? aku melihat kamu membawa wanita lain ke rumah. terus di suruh milih sama aku, mau milih aku/ wanita itu tapi kamu malah milih wanita itu . sekarang nangis nangis pingin balikan dan pingin jemput aku balik lagi ke rumah kamu. Enak banget kamu, kalau kamu sudah tidak suka sama aku tolong CERAI kan aku hari ini. karena aku sudah sakit hati banget sama keluarga kamu terutama kamu.
Ridwan meminta maaf dan meminta maaf Sama Elisa, dia tidak mau pisah sama Elisa. bahkan dia tidak mau pergi sebelum Elisa ikut pulang bersama Ridwan.
Elisa tetep mau pisah sama suaminya. bahkan suaminya pun sudah di usir sama Elisa tapi tetep diam di rumah Elisa sambil meluk Elisa. sampai sampai Elisa susah bergerak,Elisa mau lepasin pelukan suaminya susah dia meluk nya sangat kenceng banget.
Lepasin aku susah bernapas,ucapan Elisa.percumah kamu gini ke aku, aku tetep tidak mau sama kamu lagi. enak aja kamu pingin balikan lagi sama aku di posisi kamu sedang tidak kerja, sedangkan kalau kamu lagi kerja menghamburkan uang kamu sama wanita lain. sampai sampai ga ada waktu buat aku sedikit pun. di telpon pun tidak pernah di angkat. ucapan Elisa
Aku tau kamu mau balikan sama aku, kamu tidak mau melihat aku bersama fajar kan. sebenar nya kamu cemburukan melihat aku jalan bersama fajar, bahkan kamu sakit hati kan lihat aku dengan Fajar. kalau aku mau bilang sama kamu, sakit hati yang di rasakan sama kamu tidak seimbang dengan sakit hatinya aku sama keluarga kamu terutama sama kamu Ridwan.
__ADS_1
Makanya jangan suka bermain api, kalau tidak bisa menanggung nya sendiri. Allah tidak akan tidur, tapi aku tidak membalas nya, 👋biar lah Allah yang membalas nya sendiri.
Selama ini aku tidak pernah membalas kamu dan keluarga kamu. tapi aku Harus tetep semangat walaupun hati aku sedang sedih, kesal, kecewa sama orang terdekat / di sekeliling nya terutama keluarga kamu. aku harus semangat terus jangan sampai memikirkan masalah yang merugikan diri sendiri. untung aku masih punya orang tua, yang bisa ngertiin perasaan aku. tidak seperti kamu dan orang tua kamu hanya bisa memikirkan dirinya sendiri. tanpa memikirkan perasaan orang lain.