
Mendengar ucapan dari dokter, bahwa Elisa sedang hamil,Elisa sangat kaget sekali. padahal dia sudah lama berpisah sama suaminya, perasaan dia campur aduk. di sisi lain dia bahagia dan bersyukur sekali karena dia sedang mengandung anak nya Ridwan, di sisi lain dia bersedih, karena dia sedang hamil dalam ke adaan mau berpisah dengan suaminya.
Seharusnya, mendengar ini dari dokter aku sangat bahagia, kehamilan ini yang aku tunggu tunggu dari dulu. tapi kedatangan nya tidak tepat, aku menangis campur bahagia, ini yang di tunggu tunggu dari dulu.
Sambil berjalan ke rumah, Elisa berpikir", kenapa yah aku hamil? padahal aku sama suamiku sudah lama berpisah? mungkin ini pertanda aku sama suaminya tidak akan berpisah ". ucapan Elisa
Orang tua Elisa pun sangat bahagia, mendengar anak nya sedang hamil. mukanya sangat sumbringah, bahwa dia sebentar lagi akan jadi nenek.
sesampainya di rumah,orang tuanya berpikir, kalau Elisa hamil berarti dia tidak jadi berpisah sama suaminya. di balik kebahagian orang tua Elisa ada juga kesedihan bagi mereka. tapi apa boleh buat mau ga mau harus bersatu dengan suaminya.
Keluarga Elisa belum memberi tahukan kepada keluarga suaminya Elisa. dia masih belum yakin pada ke hamilannya itu. Elisa mau meriksa ke hamilannya lagi pada klinik yang lain.
Elisa dan orang tuanya itu, terus terusan periksa ke semua klinik namun hasilnya sama, bahwa dia sedang mengandung. sekarang ke hamilannya dia mau 2 bulan.
Berarti waktu itu Elisa mengalami kram perut, mual mual dan pusing itu berarti aku sedang hamil bukan lagi sakit. bahkan di dalam kandungan ada gerakan gerakan aneh, dia merasa ada yang aneh dengan perutnya beberapa bulan terakhir. dia seolah merasakan ada yang hidup dan terus berkembang di dalam dirinya. Bahkan, beberapa bulan yang lalu dia sempat muntah-muntah lagi dan menginginkan suatu makanan yang di inginkan.
Begitu menginginkannya, sampai di dalam mimpi pun dia terus membayangkannya. orang tua Elisa melihat kejadian aneh itu menyebut Elisa mengidam. Namun, dia membantahnya karena dirinya belum pernah tidur lagi sama suaminya itu, dari semenjak ada masalah dengan suaminya dia belum pernah ketemu lagi. Dan kini, saat menyadari perutnya sedikit membuncit serta mengetahui hasil dokter bahwa dirinya sedang hamil, dia merasa kaget dia tidak bisa nerima nya.
__ADS_1
Elisa meminta sekali lagi kepada dokter yang menanganinya untuk memeriksa kembali perutnya itu. Dokter pun memeriksa lagi sesuai keinginan dia.dokter kembali melakukannya secara berulang ulang. dia arahkan gagang USG untuk melihat sesosok calon bayi nya di dalam perut dia. Elisa dan dokter itu melihat sebuah bayangan mungil di perut dia. Dokter kembali menjelaskan kepada Elisa bahwa bayangan mungil itu adalah benih bayi yang siap untuk tumbuh selama sembilan bulan di perut dia. Namun, Elisa kembali membantahnya. dia tak bisa menerima kehadiran bayi itu secara wajar, karena dirinya sudah tidak berhubungan lagi dengan suaminya itu.
“Bagaimana bayi itu bisa berada di dalam perutku?“Padahal, aku belum pernah tidur lagi bersama suaminya. bahkan melakukan hubungan intim dengan siapa pun aku belum pernah.”ucapan Elisa
Dokter spesialis itu sendiri kebingungan. dia tidak bisa menjelaskan bagaimana bayi itu bisa berada di dalam kandungan pasiennya. Hal itu di luar pemikiran dokter mengenai proses reproduksi manusia. Karena lazimnya, sel telur baru bisa menjadi embrio apabila telah dibuahi ******. Dan kini, ketika mendengar pengakuan dia mengenai dirinya yang belum pernah melakukan hubungan intim dan secara tiba-tiba hamil, dokter itu tidak bisa menjelaskan.
Dokter hanya menyuruh Elisa bersabar menerima kehadiran bayi itu. Dokter tidak berani mendiagnosis terlalu jauh mengenai kehidupan pasien yang mungkin bisa saja dibuat-buat. Sementara Elisa sendiri tetep bahwa dirinya tak pernah melakukan hubungan intim lagi sama siapa pun.
Elisa tidak bisa menerima bahwa dirinya hamil. Apalagi saat mendengarkan suara-suara tetangga di luar mengenai dirinya setelah mengetahui dia hamil dengan cara tak masuk akal itu. dia pun mencoba mencari penjelasan secara yang benar. dia melakukan sering kepada dokter dokter yang lain di rumah sakit .
Namun akhirnya, Elisa mencoba menerima kehadiran bayi itu. dia akhirnya ikhlas setelah hampir selama seminggu terus mendapatkan nasehat dari dokter mengenai bayi itu. Begitulah. Orang tua Elisa berusaha menguatkan hati anaknya. orang tua nya dengan memberi semangat ke pada Elisa. dia dari dulu pingin punya anak.
“Anak-anak yang lahir di dunia ini adalah titipan Tuhan,“Tidak ada anak-anak berdosa atau salah untuk dilahirkan.karena kedatangan nya cuman tidak tepat.”ucapan orang tua Elisa
Demikian juga yang terjadi siang hari ini. orang tua nya kembali menguat kan hati Elisa setelah mendengar suara-suara tak nyaman dengan tetangganya. Memang, setelah Elisa hamil dia sedang proses CERAI dengan suaminya itu,Warga yang tahu lekas membuat cerita-cerita murah yang malah menyesatkan pikiran. Elisa mendengar dari tetangganya bahwa dirinya ada hubungan dengan Fajar,padahal Elisa dengan Fajar hanya berteman biasa tidak lebih dari itu.
Elisa menatap perut itu seraya terus membesarkan hatinya agar dapat menerima dengan ikhlas. dia mencoba meluaskan dadanya dengan mengingat omongan dari orang tuanya. dia tak mencoba mencelakakan si bayi.
__ADS_1
“Anakmu ini berkah,“Jangan pernah kau menganggapnya salah. anak ini datang ke dunia untuk memberi rezeki kepadamu. Rawatlah bayi ini dengan baik.kamu harus yakin bayi itu adalah anakmu dari hasil pernikahan bersama Ridwan.”ucapan orang tua Elisa
Elisa menitikkan air mata saat mengingat cerita cerita yang di omongin sama orang tuanya. dia kembali mengusap perutnya dan memohon ampun kepada Tuhan ,karena dirinya sempat tidak percaya dengan hadiran bayi ini.
Elisa akan bilang kepada suaminya bahwa dia sedang mengandung,cuman dia masih ragu. takut suaminya tidak mau mengakui bahwa itu anak nya, jadi tunggu waktu yang tepat untuk membicarakan nya.
Tak lama kemudian, keluarga Ridwan datang ke rumah Elisa,sambil bawa surat CERAI. keluarga Elisa tidak berbicara apa apa kepada keluarga Ridwan.
Elisa pun di tanya malah meneteskan air mata kepada suaminya itu.suaminya pun heran ,kenapa EL kamu malah menangis. bukan ini kemauan kamu deng keluarga kamu. sekarang aku sudah tepati janji aku kepada keluarga kamu, surat CERAI sudah beres dalama 1 minggu. sekarang kamu tinggal tanda tangan di atas materai, hari ini kita pertemuan yang terakhir.
keluarga Elisa langsung bilang sambil meneteskan air mata.
"maaf sebelumnya, saya meminta maaf sama keluarga Ridwan. untuk mengenai surat CERAI Elisa tidak bisa menandatangani surat itu. karena 😢 Elisa sedang mengandung, saya dan Elisa sudah memeriksa nya ke dokter bahwa dia sedang mengandung 2 bulan". ucapan orang tua Elisa
Keluarga Ridwan sangat senang sekali mendengar ucapan dari keluarga Elisa, begitu juga Ridwan sangat bahagia sekali karena dia tidak jadi CERAI sama Elisa.
Ridwan bersyukur telah di berikan keturunan, mungkin dengan cara ini Ridwan harus kembali lagi pada Elisa. Ridwan di berikan 2 kebahagian sekaligus kepada dia.
__ADS_1