
Usia pernikahan Suningsih dan Sobari memasuki 2 tahun, tetapi Suningsih dan sobari masih menunggu kehadiran anak yang ke berdua, menanti kehadiran si buah hati yang dipenuhi suka duka. tapi alhamdulillah kami di karuniakan anak lagi. Suningsih sekarang lagi hamil lagi.
Bulan berganti bulan, usia bayi memasuki 5 bulan.Suningsih sedang santai dan rasanya tiba-tiba ingin mengerjakan pekerjaan rumah seperti nyapu, nyuci baju dan lain-lain.
Sesudah beres beres di rumah, Suningsih pun pergi untuk memeriksa kandungannya. Suningsih rutin setiap bulannya periksa ke bidan terdekat, Saat melakukan USG, ada detak jantung bayi yang terdengar “dug, dug, dug” ia sangat senang sekali, karna kandunganya sangat sehat sekali.
Masya Allah… rasa enggak percaya, nangis, seneng, haru bercampur jadi satu. keajaiban yang Allah berikan untuk Suningsih sangat berharga sekali setelah penantian panjang. sesampey nya dari bidan Suningsih pergi k kompeksi/ permak baju, mau melanjutkan pekerjaan yang belum selesai yang kemarin
Tak terasa hari sudah mulai siang, dan pekerjaan telah selesai. Istirahatlah Suningsih sambil tiduran. Eh, kok terasa ada yang ngalir, ya. Suningsih lihat ke bawah ternyata ada darah yang ngalir. Wajah Suningsih langsung pucat, ketakutan. Tak ada yang bisa Suningsih pikirkan saat itu. Suningsih ambil HP dan menyuruh suami segera pulang agar bisa menemani langsung ke dokter kandungan.
Dengan perasaan yang cemas, Suningsih memberanikan diri untuk pergi ke dokter. akhirnya kami sampai di sana,Ternyata kata dokter bahwa plasenta Suningsih berada dibawah. sehingga jika banyak gerak menyebabkan perdarahan. Namun, alhamdulillah Suningsih dan calon bayinya sehat. Saat itu Suningsih dirawat selama 3 hari di klinik, dan akhirnya diperbolehkan pulang dengan 1 syarat untuk tidak melakukan aktivitas berat apa pun.Suningsih di suruh docter bedrest total,Suningsih pun Ikutin aja saran dari dokter, yang penting Suningsih dan kandungnganya sehat.
__ADS_1
Setiap malam Suningsih dalam sujudnya, Suningsih selalu berdoa meminta Tuhan YME mengabulkan doa Suningsihi, agar dipercaya menjadi orangtua. Berbagai usaha Suningsih lakukan. Mulai dari cara tradisional hingga promil ke dokter kandungan. Suningsih pun tidak Putus asa,karena Suningsih selalu yakin Allah akan mengabulkan doa doa Suningsih .sekarang kami sedang mengandung, kami memohon kuatkan lah dan sehatkan lah kandungan ku ini ya Allah.
Kami hanya bisa tersenyum sambil menjawab dari doa yang terbaik. Perjuangan demi perjuangan. Akhirnya, usia kehamilan memasuki 7bulan. Kata dokter, posisi plasentanya sudah normal sehingga bisa untuk melahirkan secara normal. Alhamdulillah ya Allah…suningsih dan Sobari pun berdoa terus menerus setiap harinya.
Akhirnya Suningsih mulai mengurangi kegiatannya, ia sehari harinya hanya di dalam rumah, karna ia harus nurutin dokter karna ia harus bedrest, demi kesehatan kandungan nya.
hari pun telah berlalau, Suningsih sangat menjaga ka dungan nya, ia tidak mau kehilangan anak nya yang dulu terulang lagi,kehamilan suningsih pun semakin membesar. Suningsih dan Sobari menunggu kelahiran anak yang kedua, tinggal nunggu beberapa hari lagi melahirkan.
Doctor menunggu keputusan dari keluarga Suningsih, tak lama kelamaan Sobari pun mengambil keputusan. Suningsih setuju bahwa Suningsih mau melahirkan secara oprasi caesar. setelah keluarga Suningsih setuju lalau Sobari menandatangani semua berkas berkas dari dockter. jadwal oprasi Suningsih besok jam 10 pagi, suningsih pun tidak lupa berdoa terus biar Suningsih dan bayi nya nanti sehat.
Sebelum di oprasi, Suningsih di suruh berpuasa dulu sama Docter. puasa Suningsih hanya 4 jam sebelum oprasi. Suningsih pun sudah cemas sekali, semua keluarganya menguatkan Suningsih, biar Suningsih tidak cemas lagi.
__ADS_1
Akhirnya, tepat di tanggal 25 April 1983, Suningsih melahirkan secara caesar. alhamdulillah anak Suningsih perempuan. Selama proses persalinan, mulut Suningsih komat kamit membaca doa. Berharap agar persalinan berjalan lancar. Tak lama kemudian, terdengarlah suara tangisan bayi cantik.
Suara seorang dokter terdengar dengan jelas ‘anaknya cantik seperti ibunya’. Senyum Suningsih merekah, air mata Suningsih mengalir tanpa Suningsih sadari. Ya Allah terima kasih engkau telah memberikan ke bagian kepada keluarga kami, dan begitu nikmat dan sempurnanya menjadi seorang ibu, mendengar tangisan pertama bidadari kecilku.
Setelah kelahiran malaikat kecil, Suningsih disibukkan dengan belajar menjadi sebaik-baiknya orangtua yang bisa Suningsih lakukan.belajar mengasuh bayi, belajar memakaikan baju, popok dan hal-hal kecil yang Suningsih belum pernah di pelajari dulu sendiri . atau pun belajar seperti memotong kuku bayi, memandikan, mengatur pola tidurnya, dan lain-lain. karna dulu Suningsih tidak keburu mengurus anak nya yang dulu. Sungguh mempunyai kebahagiaan yang luar biasa saat Allah menghadirkan sang buah hati di dalam ikatan pernikahan Suningsih dan Sobari.
Cerita Suningsih dan sobari sangat sulit dan banyak tantangan nya. tetapi mereka yakin bahwa suatu hari kita pasti di berikan kebahagian dan di berikan ank lagi. asal kita yakin dan percaya. perjalanan Suningsih sangat panjang, ia sudah merasakan pait manisnya rumah tangga. akhirnya Suningsih dan Sobari bisa berbahagia memiliki sang buah hati.ibu dan kakak nya turut bahagia melihat Suningsih bahagia.
Tidak lama setelah memiliki anak ,Suningsih berpikir seharusnya ia mempunyai anak 2 yang sangat
lucu dan menggemaskan. walau pun Suningsih sudah punya ank lagi, ia tidak akan lupa kepada Asep.ia akan mengingatnya.Suningsih sudah merasa usia tua, mereka berdua menikmati menjadi orang tua, mengasuh dan merawat si buah hatinya. Pada ulang tahun pernikahan mereka ke dua ,mereka merasakan bahagia yang tidak bisa di ungkap kan dengan kata kata. mereka pun tidak lupa selalu bersyukur ,telah diberi umur panjang, di beri anak lagi, berikan rizki,dan di berikan nikmat, dan di berikan berkumpul dengan keluarga kecil nya. Sobari mengatakan bahwa anak adalah satu-satunya yang membuatnya rela melakukan apa saja, termasuk hamil di usia yang tidak lagi muda. Kesabaran pasangan ini berbuah manis.
__ADS_1
tidak lama kelamaan Suningsih pulang kerumah bersama keluarganya. rumah Suningsih sudah di tata dengan baik. semua keluarganya menyambut anknya nya Suningsih dengan gembura, ibu nya sangat bangga kepda Suningsih. anak Suningsih sangat cantik,sangat gemes. Suningsih pun tidak mau jauh jauh dengan ank nya itu. lahiran sekarang air susu Suningsih sangat banyak sekali, sekrang anak nya Suningsih tidak terdengar nangis lagi. karna ASI nya banyak sekali.