SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
66.Egois 4


__ADS_3

Suami aku bener bener egois, dia tidak mempertemukan aku dengan anak ku sendiri. aku sudah cari cari ke mana mana namun mereka tidak ada. bahkan aku sudah mencari ke rumah saudara nya pun tidak tau.


Aku tidak ada pilihan lagi, aku akan balik lagi ke rumah Ridwan/ suami, siapa tau ada petunjuk keberadaan anak ku.


Hidup ku sudah tidak ada artinya lagi, kalau tidak ada anak aku di samping ku.hilanglah sudah ke bahagian aku, aku jadi putus asa. tapi akan aku coba tanya tanya ke tetangga yang terdekat ,siapa tau mereka pada tau keberadaan tempat tinggal Ridwan yang baru.


Aku coba tanya ke satu persatu tetangga yang dekat rumah Ridwan/ suami, cuman mereka tidak pada tau semua. karena keluarga Ridwan tidak pernah keluar rumah dan tidak suka ngobrol sama tetangga. mereka cuek dan kurang berbaur sama tetangga.


Beberapa hari aku tidak membantu orang tua ku di sawah/di ladang karena aku sibuk mencari anak aku. pencarian aku tidak pernah berhenti, aku hampir tiap hari mencari ke saudara, kerabat nya Ridwan tapi mereka pun tidak tau mereka berada di mana sekarang.


Setiap hari aku terus pantau rumah nya Ridwan/suami, tapi mereka tidak pernah datang ke rumah nya itu. hidup ku di habiskan di jalan, aku mencari Naura dengan jalan kaki siapa tau aku bisa ketemu dengan anak ku Naura.


Dua minggu kemudian aku pun ke rumah Ridwan/ suami lagi, ternyata rumah nya ada tulisan mau di jual. pas di lihat ada nomor telepon, aku coba telpon nomor itu, siapa tau mereka tau keberadaan pemilik rumah itu.


Tak lama kelamaan dari itu, aku telpon nomor yang tertera di tulisan.


tuuutttt


tuuutttt


tuuutttt

__ADS_1


nyambung tapi tidak di angkat angkat, aku terus menghubungi nomor itu. aku penasaran dengan nomor telepon itu, aku telpon terus berulang-ulang menghubungi nomor itu tapi tidak di angkat juga.


Aku coba nomor telepon aku di ganti dengan nomor yang baru. ku coba telepon lagi nomor yang itu, ternyata di angkat, pas di angkat ternyata itu suara Ridwan/ suami ku. aku tidak bilang ke Ridwan/ suami, kalau ini aku/ Elisa, tapi aku menyebutkan nama yang lain. suara aku sengaja di bedakan biar dia tidak curiga.


Aku coba tanya tanya rumahnya itu mau di jual berapa?, ternyata rumahnya itu mau di jual sangat mahal sekali. aku pun putar otak aku, bagai mana caranya aku bisa ketemu dengan Ridwan /suami si pemilik rumah itu.


Untung nya Ridwan/ suami ku itu tidak mengenal suara aku, aku pun janjian sama Ridwan/suami si pemilik rumah itu, aku bilang nya mau membeli rumah nya itu.


Aku langsung cerita sama orang tua aku, bahwa rumah Ridwan mau di jual. sangkan aku pingin ketemu dengan Ridwan ,aku menyamar jadi orang lain.aku akan melakukan apa pun demi anak aku, asal aku bisa ketemu dengan anak aku Naura.


Orang tua Elisa menyuruh orang lain untuk ketemu dengan Ridwan, mau pura pura beli rumah nya itu. aku dan orang tua aku melihat dari kejauhan, kalau misalnya itu beneran Ridwan, aku akan menghampiri langsung dia dan mau menanyakan kalau Naura di mana.


Untung nya pas datang ke sana dia sudah nungguin, tapi Ridwan tidak ada, ternyata dia pun sama menyuruh orang untuk ke temu dengan suruhan tetangga aku itu.


tapi setelah setengah jam dia pun munjul menghampiri orang suruhan aku. karena suruhan aku sengaja mengulur ngulur waktu supaya Ridwan/ suami ku keluar. ternyata keluar juga, tak lama dari itu aku sama orang tua aku, menghampiri Ridwan. Ridwan pun kaget melihat kedatangan aku dan orang tua aku.


Dia mau kabur cuman tidak bisa, karena orang tua aku menahan Ridwan supaya tidak pergi ke mana mana. aku pun langsung menanyakan ke Ridwan :


" sekarang tinggal di mana?


" kenapa kamu mau jual rumah kamu?

__ADS_1


" sekarang anak aku Naura di mana?


setelah aku bertanya gitu sama Ridwan, dia malah menggelengkan kepalanya malah tidak mau bilang. dia tidak mau memberi taukan sama aku kalau dia tinggal di mana. aku kesal sekali sama dia, apa maksudnya dia gitu coba?


Akhirnya orang tua aku pun bertanya sama Ridwan, tapi pertanyaan dari orang tua ku di jawab.


Dia malah bilang sama Orang tua aku:


" maafkan aku mah, aku gini sama Elisa, aku masih sayang sama dia. cuman Elisa nya tidak mau mengerti perasaan aku. jadi Naura di bawa sama aku mah. kalau Elisa tidak mau balikan sama aku, aku tidak akan mempertemukan Elisa dengan Naura lagi. tapi kalau Elisa mau balikan lagi sama aku, aku tidak akan menjual rumah orang tua aku dan aku akan memberi taukan di mana tempat tinggal ku sekarang".ucapan Ridwan ke orang tua Elisa.


Orang tua Elisa pun ngomong ke Ridwan:


" gini yah Ridwan, menurut mamah kamu salah dengan tindakan kamu yang sekarang ini. sekarang mamah mau tanya sama kamu: selama nikah kamu sama anak mamah, apakah kamu pernah menafkahi lahir dan batinnya anak mamah? , apa pernah merhatiin anak mamah dengan benar?, apa pernah kamu ada waktu dengan istri kamu selama menikah?, apa selama anak mamah hamil / melahirkan kamu mengeluarkan uang untuk biyaya melahirkan di rumah sakit?. selama ini mamah merhatiin kamu, kamu belum pernah ngasih uang sepeser pun sama anak mamah. sekarang kamu mau menjauhkan Naura cucu mamah dengan ibu kandung nya, apa sikap kamu itu benar dengan menjauhkan anak dengan ibu kandung nya?, terus kalau kamu pingin kembali lagi ke anak mamah bukan gitu caranya, di mana seorang wanita menerima laki laki dengan posisi tidak mempunyai pekerjaan, tidak punya hati, pingin menag sendiri, Egois kaya kamu. kalau sifat seperti itu tidak ada yang mau sama kamu. kalau kamu punya kerja, punya penghasilan , kamu orang nya mengerti, mungkin anak mamah juga akan memikirkan nya dengan baik. ini mah sudah tidak memberikan nafkah, tidak punya tanggung jawab sekarang menjauhkan Naura dengan ibu nya, boro boro anak mamah mau balik kan sama kamu yang ada malah muak, kesel, jengkel sama kamu".ucapan orang tua Elisa ke Ridwan.


Setelah orang tua Elisa ngomong seperti itu ke Ridwan, Ridwan tetep tidak mendengarkan semua ucapan dari orang tua Elisa. dia malah marah sama Elisa dan orang tua Elisa, malah dia ngancem ngancem sama aku, dia tidak akan memberi tahukan anak nya sekarang tinggal di mana. ke egois Ridwan makin memuncak dia tidak mau menyadari bahwa tindakan dia selama ini salah.


Ridwan malah pergi dari hadapan aku dan orang tua aku, di kejar sama aku tidak ke kejar dia tidak tau ngumpet / jalan mana, aku kehilangan jejak dia.


walaupun aku dan orang tua ku tidak ketemu sama anak aku Naura, setidaknya orang tua aku sudah bicara sama Ridwan. mudah mudahan Ridwan berubah pikiran, semoga dia mempertemukan aku dengan anak aku Naura.


Aku hanya berusaha untuk menjadi ibu yang baik. selebihnya dan sekurangnya aku pasrahkan kepada Allah yang membulak balikan hati seseorang.

__ADS_1


__ADS_2