
Elisa dan Ridwan sesudah selesai repsepsi, mereka pamit kepada mamah,ayah,nenek,dan paman. karena Elisa mau pulang dan tinggal di rumah Ridwan, karena Ridwan sudah di jemput sama orang tuanya.
Walaupun semua keluarga sedih melihat Elisa mau ninggalin semua keluarga nya , tetapi semua keluarga Elisa sadar bahwa Elisa sudah memiliki keluarga. "sebagai orang tua Elisa akan mendoakan yang terbaik buat Elisa dan Ridwan." ucapan dari keluarga Elisa.
Begitu banyak langkah dan jalan cerita yang mesti Elisa lewati untuk bisa sampai ke kehidupan yang lebih baik lagi. Berusaha selalu mempersiapkan diri dengan bekal amalan agar dapat menjadi hamba terbaik, dan patuh sama suami dan mertuanya Elisa.
Tak ada sesuatu yang dapat dilakukan selain datangnya kekuatan dari Allah. Tanpa pertolongan-Nya Elisa tidak akan di pertemukan dengan suami nya, tentu diri ini takkan lagi sanggup menjalani roda kehidupan yang penuh lika-liku ujian, musibah, dan lainnya. Bahkan tak sampai di situ, dan Elisa pun sudah tak bisa lagi menulis tulisan sederhana ini di tengah kesibukan menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga yang terkadang begitu melelahkan.Elisa kira menjadi seorang istri itu tidak berat ternyata sangat berat dan harus bertanggung Jawab dan tidak lupa harus tetep bersyukur.
Menjalani peran sebagai Istri dan ibu rumah tangga tentunya bukanlah hal yang mudah. Terlebih tanpa bantuan asisten rumah tangga. Beberapa orang mungkin akan mengatakan, “Aku lelah, mumet, semuanya”, saat rasa lelah itu datang menghampiri Elisa. Tapi sepertinya percuma saja, sudah takdir menjadi seorang Istri dan ibu rumah tangga yang nyatanya harus siap tahan banting baik secara mental dan fisik.
Berbeda halnya dengan sebagian orang. Di sisi lain beberapa wanita sudah terbiasa dengan peran dan rutinitas pekerjaan rumah tangga. Tapi apa daya, tidak dengan Elisa saat baru menjadi seorang istri sekaligus yang bertugas dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Pengalaman Elisa belum banyak. Tak jarang jika beberapa pekerjaan belum tertuntaskan secara maksimal.
Barangkali bukan hanya Elisa yang merasakan hal demikian. Mungkin sebagian ibu yang lainnya pun pernah merasakan hal yang serupa Elisa rasakan. rasanya Elisa baru saja memulai peran menjadi wanita yang penuh drama dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Salah satu faktornya mungkin dulu Elisa sangat jarang di rumah. sejak Elisa bekerja jarang sekali membantu orang tuanya di rumah, Elisa lebih banyak melakukan aktivitas di luar rumah untuk bekerja.jadi Elisa tidak sepenuhnya tau semua pekerjaan rumah.
__ADS_1
Pagi hingga malam aktivitas Elisa bekerja. malam setelah pulang kerja Elisa istirahat dan ngobrol sama keluarga nya sebentar. kadang Pulang dan tiba di rumah sudah malam. Jika ada lembur, waktu pulang bisa lebih dari biasanya. Ternyata semuanya berlanjut hingga masa remaja Elisa. Masa yang paling sibuk dengan tugas rumah tangga yang diberikan. Belum lagi di tempat Elisa dulu bekerja harus siap menahan rasa kantuk. Biasanya kalau sudah padat merayap seperti itu, Elisa tidak sanggup mencuci pakaian dan Akhirnya, jasa laundry pun dianggap solusi agar lebih menghemat waktu dan tenaga.
Merenungkan pekerjaan rumah tangga memang tak pernah ada habisnya. Kalau dipikir-pikir, memang lebih enak bekerja di luar dibandingkan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tak pernah selesai dan itu-itu saja. Terkadang membuat jenuh. Tapi, jangan salah paham dulu , karena begitu banyak pahala yang mengalir bagi seorang Istri. Sebab, begitu banyak dan mulia tugasnya. Hal tersebut tiba-tiba membuat Elisa teringat dengan suaminya itu."kenapa suami aku belum pulang? biasanya jam segini sudah pulang? ucapan Elisa. Elisa sudah cantik siap menyambut kedatangan suaminya dengan wangi dan rapih.
Tak terasa, menjalani peran sebagai seorang istri ternyata sudah 1 bulan lebih lamanya. Sungguh berat dan padatnya rutinitas yang dijalani Elisa,ternyata merupakan salah satu langkah menuju pendewasaan diri pula. Semula yang tak tahu memasak hingga jadi tahu memasak. Tapi, pada kenyataannya tak semua orang mampu menghargai usaha dari pekerjaan tersebut. Bahkan tak jarang, sebagian suami hanya bisa menuntut seorang istri untuk lebih apik dalam pengerjaannya. Salah sedikit, lambat sedikit, atau tak sesuai permintaan pun seringkali sang istri mendapatkan kritikan pedas.
Untung nya suami Elisa tidak pernah mengkritik, dia selalu memakan apa yang di masak sama istri nya selalu di makan. dia selalu menghargain pendapat dari istri nya,
Tetapi sebaliknya, Ridwan selalu berusaha membantu meringankan pekerjaan sang istri, bahkan sama sekali tak mempermasalahkan beberapa pekerjaan yang belum tertuntaskan. Sungguh beruntunglah jika mendapatkan suami yang demikian pengertiannya. Tetapi jika sebaliknya, semoga kesabaran yang dapat menguatkan, in syaAllah akan menjadi ladang pahala di akhirat kelak bagi seorang istri.
Elisa, suami dan mertuanya itu ikut pergi ke rumah keluarga nya Elisa. karena mereka pingin silahturahmi lebih dekat lagi. Elisa sangat senang sekali karena ia mau ketemu sama mamah nya.
Untung nya keluarga Elisa lagi pada kumpul, padahal Elisa tidak memberi tau ke pada mamah nya. bahwa Elisa mau ke rumah orang tuanya.
__ADS_1
Alhamdulillah semuanya pada kumpul, mereka pun cukup senang sekalih kedatangan besan. keluarga Elisa pun menyambut kedatangan nya, semua keluarga memeluk Elisa karena sudah lama tidak ketemu.
Mereka saling ngobrol panjang lebar, biar silahturahmi nya lebih seru. sedangkan mamah dan Elisa menyiapkan kan makanan untuk mereka dan Elisa memasak menyiapkan semua makanan buat di sajikan untuk keluarga besarnya.
setelah selesai masak semua keluarga Elisa menyantap makanan yang di sajikan oleh keluarga Elisa. orang tua Elisa senang melihat Elisa bahagia sama suami dan mertuanya.
Sehabis makan mereka ngobrol ngobrol lagi, karena Elisa belum puas dan masih kangen sama mamahnya. tapi Elisa seneng melihat mamahnya sangat sehat, semoga kita di berikan kebahagian ,sehat,panjang umur dan berikan rizki biar selalu ber silahturahmi terus.
waktu pun tidak kerasa, Elisa bersama keluarganya pamit mau pulang, walaupun Elisa masih kangen sama mamah nya tapi Elisa harus pulang karena Elisa sudah punya keluarga.
Mungkin bulan depan bisa ketemu dan bisa silahturahmi sama kedua orang tua Elisa. Elisa bahagia memiliki 2 keluarga yang sangat menghargai satu sama lain dan bisa berkumpul dengan nya.
Elisa pun pamit mau pulang bersama keluarganya. semoga mamah sehat sehat terus,Elisa selalu mendoakan mamah biar mamah sehat dan harus semangat.
__ADS_1
Akhirnya Elisa bersama keluarganya pulang, keluarga Elisa di kasih sama nenek nya hasil panen kemari. nenek memberikan, pisang, singkong, kelapa, cebe rawit, dan beras juga ada. alhamdulillah nenek baik sama Elisa. Terima kasih nenek,semoga nenek selalu sehat. 😘🤗