
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu,seorang anak
laki-laki bernama Ridwan sedang memikirkan ibunya, namun sayang pada saat ibu nya masih hidup Ridwan tidak pernah mengajak/ membahagiakan selama ibu nya hidup. Ridwan merupakan satu-satunya anak yang dimiliki oleh ibu nya itu.
Ayah Ridwan meninggal dunia saat dia masih Sekolah SD, hanya Ridwan yang menjadi tanggungan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup. Pada suatu saat Ridwan berkata pada ibunya : “ Ibu, aku minta maaf belum bisa membahagiakan ibu dan belum bisa membuktikan menjadi orang sukses,aku belum menjadi anak yang baik untuk ibu,dan aku malah menyusahkan ibu, sekarang aku menyesal bu,aku sangat kehilangan ibu. Andai saja ibu masih hidup, aku akan memperbaiki semua perbuatan aku dan tingkah laku aku bu, aku bener bener menyesal. penyesalan Ridwan.
Ridwan Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut teman nya itu, teman nya berkata : “ Ridwan, aku menyarankan sama kamu, sekarang kamu tidak perlu di sesali lagi, karena ibu mu sekarang sudah tidak ada, sekarang kamu menyesali semua perbuatan kamu pada ibu mu, percuma saja kamu menyesali terus menerus,karena ibu muh sudah tidak ada. kalau kamu bener bener sayang sama ibu mu, kamu harus mendoa kan ibu terus menerus dan meminta ampun ke Alloh semoga doa doa kamu di kabulkan.
Ridwan menjawab : “ baik, aku akan mendoakan ibu ku trus menerus, sekarang aku sadar beta buruk nya aku. bahkan sekarang aku jauh sama anak aku, itu semua gara gara aku. aku sudah jahat sama Elisa dan anak ku, karena aku sudah mau menjauhkan mereka berdua.
bahkan aku sudah menyakiti Elisa,dia sudah menderita sama aku. aku bukan menyakiti orang tua ku saja, tapi anak ku dan Elisa juga sudah menderita dengan ulah ku ini”.Ridwan pun begitu terpukul dan menangis, namun demikian temanya itu tetap memberi nasehat sama Ridwan,biar Ridwan sadar.kareuna tingkah lakunya itu memang salah dan Ridwan pun tak henti-hentinya berdo’a terus untuk ibu nya.
__ADS_1
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, akhirnya Ridwan pun berubah menjadi orang yang sangat baik dan pendiam.Betapa teman nya bangga melihat Sahabatnya Ridwan sudah berubah menjadi orang yang lebih baik, tak sia-sia pengorbanan Ridwan selama ini untuk mendoa kan ibu nya.Ridwan tak kenal lelah untuk mencari perkerjaan walaupun dalam keadaan hati yang sedang berduka.
Sampailah saat yang ditunggu-tunggu, saat Ridwan dan teman mendapat kan pekerjaan di tempat yang sama. Teman-temannya Ridwan berserta teman yang lainya kembali berkumpul, tetapi Ridwan sama sekali tidak lupa solat untuk mendoa kan ibunya setiap hari.
Akhirnya Ridwan bisa kumpul kumpul lagi sama teman teman,sesampainya ditempat kerja Ridwan langsung bekerja, Ridwan tidak ikut kumpul kumpul lagi kaya dulu,karena dia suka menyendiri tanpa di temanin siapa pun.karena dia sangat malu terhadap teman teman nya itu. tapi kalau istirahat nya suka bareng dan makan pun suka bareng bareng.
Pada saat itu, semua teman nya menekati Ridwan sambil bercanda bercanda sama dia dan bos nya Ridwan bertanya pada dia : “ kenapa sekarang kamu sering menyendiri?Ridwan pun tidak menjawab dan hanya diam membisu. Akhirnya teman nya itu berkata bahwa dia sekarang sudah berubah bos, Ridwan akhirnya tersenyum tersimpuh ke pada bos nya.
Setelah selesai ngobrol dengan Ridwan akhirnya bos pulang ke ruangan / ke tempat kerja lagi. Namun Ridwan dan teman nya pun melanjutkan kerja lagi, ketika hendak bekerja Ridwan mengingat ibu nya lagi yang sudah meninggal dunia.Ridwan pun tampak sedih dia selalu di bayangi dengan kesalahan dan penyesalan yang sangat mendalam.
Pada saat menunggu bos nya, Ridwan di berikan amplop dari bos nya itu. dia pun membuka amplop nya, ku kira surat pengeluaran aku ternyata bukan. pas di lihat ternyata isi amplop nya itu ada lah uang.Ridwan sangat kaget, melihat amplop nya itu berisi uang. pada saat Ridwan di keluarkan kerja di sini bos nya belum memberikan uang pesangon sama Ridwan,dan betapa terkejutnya Ridwan melihat sikap bos nya itu.
__ADS_1
Setelah itu Ridwan langsung mengambil wudhu,sambil memikirkan uang itu.Ridwann pun langsung sholat dan membaca surat surat pendek. setelah beres sholat Ridwan ijin pulang karena dia sedang tidak enak badan.
sesampainya di rumahnya, dia membereskan kamar ibunya, dia membereskan baju, tas, dan sandal ke punyaan ibu.tak lupa Ridwan memembersihkan kursi roda, ternyata di pingir pingir kursi roda Ridwan menemukan surat. Ridwan pun membuka Surat itu:
“ Anaku Ridwan yang sangat kucintai, bayi mungilku yang sangat kusayangi, betapa kau sangat berharga dihati ibu nak. Walaupun kau tidak sayang sama ibu, tetapi ibu sangat menyayangimu, kaulah anugrah terindah yang ibu muliki. Nak, ini adalah surat terakhir yang ibu tulis, karena besok ibu sudah tidak bisa lagi menuliskan kata-kata diatas kertas.berbuat baik lah dengan orang lain ,berikan contoh yang baik ke pada anak mu, sayangilah anak mu,anak mu anugrah yang diberikan Tuhan. Nak suatu saat jika ibu sudah tiada, berdoa lah buat ibu”.isi surat ibu untuk Ridwan.
Akhirnya tanpa terasa air mata Ridwan mengalir dan sudah terlambat bagi dirinya untuk membahagiakan ibunya. Ridwan teringat dengan semua perbuatan yang dia lakukan terhadap ibunya, dia hanya duduk terdiam tersimpuh di depan kursi roda milik ibunya itu ,yang berdiri di hadapan Ridwan. Semua telah terjadi dan kini ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.
“ibu ku ini mengajarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, tanpa mengharapkan balasan. Ibu selalu dengan ikhlas memberikan apapun yang dimilikinya termasuk jiwanya sendiri “.ucapan Ridwan di dalam hati.
Ridwan berjanji akan selalu mendoa kan ibu, cuman ini lah yang aku lakukan untuk ibu. aku merasa tidak berguna menjadi anak, sekarang aku menyesal dengan semua nya ini.
__ADS_1
Bahkan aku sudah memilih istri yang salah, sekarang aku di tinggal kan sama istri ku sendiri. Istri ku pergi sama laki laki lain setelah ibu ku meninggal.istri ku mememberlakukan ibu ku tidak sopan. aku bener bener menyesal sama ibu, sekarang ibu tinggal kenangan.
apakah ini hukum karma untuk aku? 😢