
Ke esokannya Ridwan ngomong sama Elisa bahwa Ridwan mau bener bener sama Elisa. bahkan Ridwan sudah ngomong sama orang tuanya. orang tuanya Ridwan pun menyetujui.
Elisa pun senang mendengar ucapan Ridwan, cuman Elisa menyarankan kalau Ridwan bener bener sama Elisa ,Ridwan harus bilang ke mamah nya Elisa . biar orang tua Elisa tau dengan ke putusan Ridwan itu.
Ridwan pun langsung bilang ke mamah nya Elisa, bahwa Ridwan mau melamar Elisa. apakah mamah setuju kalau Elisa sama Ridwan menikah?
Mamah nya pun menjawab"mamah menyetujui ke inginkan Ridwan asal Elisa mau. mamah akan selalu mendoakan kalian semua, supaya bahagia terus dan mamah akan memberi tau kan kepada ayah dan sodarah sodarah Elisa " ucapan mama
Akhirnya hubungan Elisa dan Ridwan melangkah ke jenjang yang lebih serius. 1 tahun bersama bukan berarti mudah untuk Kami memutuskan untuk menikah, karena menurut Kami menjadi bagian keluarga baru itu akan jadi tantangan dan banyak ego yang harus mengalah. Sebelum mulai merencakan pernikahan, Elisa dan Ridwan sepakat untuk mengadakan acara lamaran agar dari kedua belah keluarga berkenalan terlebih dahulu dan agar kedua belah pihak tahu keluarga nya masing-masing.
Tiba lah waktunya Elisa jadi sorotan sahabat dan tetangga dalam banyak pertanyaan:
" cie yang mau menikah "?
"kapan"?
" sama siapa"?
"emang calon suaminya kerja di mana"?
Sebagian tetangga sudah pada tau kalau Elisa dan Ridwan mau di lamar. dan kepada sahabat terdekat Elisa sudah mulai bercerita bahwa Elisa mau di lamar sama Ridwan.
Hari pun tiba, Ridwan membawa keluarga ke rumah Elisa. hati Elisa sudah berdebar debar saat melihat keluarga Ridwan sudah datang ke rumah Elisa.
Elisa pun bergegas pergi kekamar untuk benerin baju dan wajah Elisa. karena ini adalah pertemuan pertama Elisa sama keluarga Ridwan.
Lamaran Elisa akan segera di laksanakan
__ADS_1
"dag"
"dig"
"dug"
Hati Elisa mulai ga karuan, ku poles wajah ku dengan bedak dan lipstik biar tidak kelihatan pucat. tapi tetep wajah Elisa sangat pucat dan tanganya bergetar karena Elisa gugup. wkwkwk
Berdebar debar, satu persatu keluarga Ridwan turun dari mobil yang berhenti di depan rumah Elisa. membawa bawaan yang sangat banyak sekali buat Elisa.
keluarga Elisa menyambut kedatangan keluarga Ridwan, mamah, ayah, nenek, paman dan semua sodarah sodarah Elisa ikut menunggu di depan pintu.
Keluarga Ridwan masuk satu persatu, dan keluarga Elisa menyambut dengan senyuman dan salaman satu per satu semua keluarga Ridwan.
Elisa pun menyusul menyambut kluarga Ridwan di ruang tamu, Elisa bertemu Ridwan💕 Elisa pun berkata ke pada Ridwan " kamu hari ini kelihatan sangat tampan, hahahaah" ucapan Elisa. "kamu juga ke keliatan sangat cantik banget" ucapan Ridwan
Dan Ridwan tidak lupa membawa paman nya sebagai adik kandung dari ayah Ridwan. begitu lah semuanya saling memperkenalkan kepada semua keluarga.
oboran pun sudah selesai, dan langsung menyicipi makanan hasil buatan dari keluarga Elisa. semua makanan ada semua.
Setelah menyicipi makanan, di lanjutkan acara lamaranya. di keluarga Ridwan yang menjadi sesepuh / mewakili keluarga Ridwan untuk jadi juru bicara adalah paman nya Ridwan untuk menyampai kan magsud dan tujuan keluarga Ridwan ke rumah Elisa itu mau melamar Elisa. ucap paman nya Ridwan
Elisa semakin berdebar, mau mendengar jawaban/ tanggapan dari keluarga Elisa. pada dasar nya saya selau ayah Elisa menyetujui lamaran ini, bahkan ayah nya Elisa sudah berbicara sama Elisa. kita sebagai orang tua mendung apa lagi ini niat yang sangat baik.bahkan perkawinan nya harus di segerakan,ucapan ayah nya Elisa.
Sedangkan Elisa mempasrahkan kepada Allah, pertemuan ini membuat Elisa malu dan sangat senang. melihat keluarga Ridwan sangat ramah ramah bahkan Elisa di Terima sangat baik sama keluarga Ridwan.
Elisa sekali sekali menatap wajah keluarga dan sodarah sodarah Ridwan. dan kedua keluarga untuk sepakat menjadi keluarga yang baru. sama sama menentukan tanggal dan hari buat akad dan repsepsi pernikahannya.
__ADS_1
Hari dan tanggal sudah di sepakati dengan kedua belah pihak. hari itu akan tiba hanya dalam dua bulan setelah repsepsi lamaran. dan satu bulan sesudah nya Elisa akan di bawa ke rumah Ridwan.
waktu sudah malam, kedua keluarga sudah pada mengenal sudah kelihatan akrab dalam silahturahmi hari ini. hari ini menjadi untuk Elisa,
lalu ayah menyuruh menyantap semua makananya, menu yang di sajikan untuk acara lamaran Elisa yaitu:ada soto ayam, ada rendang, capcay,tempe, tahu, lalap dan sambal tak lupa kerupuk pun juga ada.
Alhamdulillah perut kenyang acara pun lancar, tak lama dari situ keluarga Ridwan pun pamitan untuk pulang. Elisa dan Ridwan akan ketemu lagi nanti pas dua bulan lagi pas hari pernikahan.
Tak lupa keluarga Elisa membawakan makanan buat keluarga Ridwan untuk di bawa ke rumah nya. mungkin bisa di makan dalam perjalanan nanti.
Alhamdulillah acara lamaran Elisa pun sudah beres dan berjalan dengan lancar. Elisa dan keluarga Ridwan berpamitan, karena mereka mau segera pulang.
Elisa dan Ridwan pun berpisah, karena Ridwan mau menyiapkan semua kebutuhan buat pernikahan nya. Ridwan pun berpesan "supaya Elisa jangan sampai menghianati Ridwan dan tunggu dua bulan lagi kita menuju kebahagian kita". ucapan Ridwan
Sepulang dari keluarga Ridwan, Elisa sangat senang sekali karena Elisa di lamar sama orang yang di sayangi nya, bahkan sebentar lagi Elisa akan segera menikah. Elisa tidak nyangka kalau Ridwan jodoh nya Elisa.
Sahabat Elisa pun sangat senang dan datang di cara lamar Elisa, semua teman teman nya pun sangat bahagia melihat Elisa bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan. Elisa dan teman teman nya pun foto foto buat kenang kenangan.
Ayh dan mamah nya Elisa memberi tahukan ke pada Elisa, apa kah Elisa sudah siap semua? tadi Elisa di lamar sama keluarga Ridwan, Elisa sudah tidak ragu lagi dengan ke putusan Elisa.
"Tentu keraguan dan kegalauan sebelum nikah pasti dialami oleh Elisa ayah, maupun pasangan yang akan melangkah ke jenjang berikutnya, yaitu pernikahan.ada Rasa ragu, nggak yakin, takut, deg-degan,selalu bercampur aduk di hati Elisa dan ke dalam batin Elisa pun siap ga siap yah harus siap jadi pengantin".ucapan Elisa ke ayah nya
"Elisa juga sempat mengalami peperangan batin semacam itu, sedemikian rupa. Berapa lama waktu pacaran atau mengenal pasangan hanya sedikit membantu soal keyakinan dan keputusan untuk melepas masa lajang ini. Sadar bahwa nantinya setelah menikah, semuanya akan jadi jauh dan berbeda. Elisa sebagai perempuan harus memberikan bakti Elisa kepada Ridwan calon suami nanti" ucapan ayah Elisa
"Bagaimana menjadi sosok istri yang baik untuk suami, nurut sama suami, selalu mendukung suami, mampu menangani seluruh urusan rumah tangga termasuk mengatur keuangan, nabung, masak, nyapu, ngepel, setrika, dan seabrek ‘tugas’ rumah tangga yang bener,jangan kaya ayah sama mamah. ucapan ayah Elisa
Mamah Elisa pun memberi tahukan ke Elisa "nikah itu tangung jawaban nya sangat berat dan bakal ngerubah sikap kita, nggak ngeri gimana mau ngelepas masa lajang yang bebas dan menyenangkan ini?? Apa Elisa sudah siap sebagai seorang istri tugas dan kewajibannya Elisa itu sangat banyak? siap ga siap Elisa harus siap. ucapan mamah nya.
__ADS_1