
Sehabis pulang dari rumah orang tua Elisa, Elisa pun seperti biasa membersihkan semua pekerjaan rumah. dan menyiapkan makan siang buat mertua.
Sesudah beres masak Lisa nyuci piring, beres beres rumah dan mengepel. semua sudah beres, Elisa pun lanjut nyuci baju biar besok bisa di setrik.
Elisa sangat kelelahan, karena pekerjaan rumah tidak beres beres. selalau ada terus menerus dan kerjaan nya itu itu ajah. kadang Elisa bosen pingin kerja, tapi kalau Elisa kerja pekerjaan rumah sama siapa? yang nyiapin makan untuk mertua dan suami siapa? jadi binggung. padahal Elisa sudah bosen di rumah.
Tapi Elisa coba bilang ke suaminya?? cuman dari suaminya tidak ada jawaban sama sekali. Elisa pun tidak bilang lagi karena takut suaminya marah.
Singkat cerita, pernikahan Elisa dan Ridwan sudah beranjak 1 tahun. cuman belum di kasih keturunan, padahal suami dan mertua nya Elisa sudah menanyakan. bahkan tetangga terdekat pun menanyakan nya:
" kapan punya anak?
" ko masih belum di beri keturunan?
" di KB mungkin?
Elisa pusing mendengarkan semua kata kata dari tetangga, padahal Elisa tidak di KB. suaminya pun sering bertanya, kenapa kita belum di kasih turunan? padahal temanya sudah hamil, Elisa sama temanya menikahnya dulu Elisa tapi kenapa yah belum juga di kasih keturunan.
Elisa sadar mungkin, belum di kasih sama Allah. kalau sudah waktunya pasti di kasih keturunan. Elisa cuman bisa berdoa dan berdoa supaya Elisa di kasih keturunan.
mertua Elisa sudah beda sifat nya, sering nyindir nyindir di belakang Elisa. Elisa pun sakit mendengarnya, padahal ini bukan ke kemauan Elisa. ini sudah takdirnya belum di percaya sama Allah.
Elsa pun sudah periksa ke dokter, nyatanya subur cuman belum di kasih sajah. setelah Elisa di periksa tak lama kemudian suaminya di periksa juga. karena hasil nya sama sama subur, berarti kita nunggu ke ajaiban dari Allah.
__ADS_1
semakin sakit perkataan mertua nya, mulut nya sekali ngomong sakit nya ga kepalang. cuman Elisa bisa sabar dan sabar dari kejadian ini. semoga ada hikmahNya dari kejadian ini.
setiap hari dapat omelan dan cacian dari mertua, selau di bikin salah dan selau di bikin ribet. bahkan suaminya juga semakin kesini sifatnya berubah drastis ke Elisa. Elisa binggung harus bagaimana lagi, karena berbagai usaha sudah di laksanakan.
Elisa pernah berpikir apa aku harus ngambil anak di panti asuhan sebagai pancingan gitu? Elisa pun ngomong sama mertua dan suami nya, supaya cepet punya anak kalau mengadopsi anak dari panti asuhan giman mah, Yanx? mereka bukanya suka di kasih pendapat gitu malah marah semua. mereka ga mau punya anak dari rahim orang lain.
akhir nya Elisa ga bisa apa apa selain menunggu dari mujizat dari Allah, Elisa pasti bakal di kasih keturunan. cuman bukan sekarang sekarang. walaupun di kasih keturunan sangat lama Elisa akan menunggu sampai diman Elisa bisa hamil.
pagi hari Elisa beres beres rumah, mertuanya manggil suruh beliin makan nan untuk dia. Elisa mau ga mau harus berhenti dulu beres beres rumah nya karena di suruh mertua.
Elisa beli sesuai pesenan mertuanya, pas sudah sampai ke rumah pesanan itu salah. sampai sampai c pesanan itu di lempar dan di buang ke tong samapah.
Hati Elisa sakit di gituin sama mertua. segala apa apa jadi masalah. apa lagi suaminya sekarang tingkah lakunya semakin kesini makin rubah, dia pulang kerjanya makin malam dan setiap libur kerja dia menghabiskan waktunya dengan temanya.
Elisa cuman bisa ππ dan bisa sabar, mudah mudahan dari maslah ini Elisa mendapatkan kebahagian seperti biasa.
Pirasat orang tua Elisa ga meleset, mamah nya Elisa selau inget dan mimpin Elsa. pikiran orangtuanya Elsa takut anaknya sakit, ga kelamaan orang tua Elsa pun ke rumah Ridwan suaminya Elsa. ternyata pas di lihat Elsa sedang beres beres sambil nangis.orang tua Elsa pun langsung ketuk pintunya rumah Ridwan:
" Tok
"tok"
__ADS_1
"tok"
kebetulan yang buka pintu besan nya
"krek"
Belum di suruh masuk besanya sudah marah marah, orang tua Elsa pun binggung ada apa ini? ko marah marah gini? salah kami itu apa?
Elsa pun menghampiri orang tuanya, sambil memeluk mamah nya Elsa meneteskan air mata. karena Elisa di perlakukan dengan mertuanya sangat buruk sekali. bahkan Elisa di jadiin pembantu, mamah nya Elisa tak kuat mendengarnya. akhir nya Elisa di bawa pulang sama mamah nya.
Orang tua Elisa pun menanyakan suaminya Elisa, dia pun menceritakan semuanya tentang suaminya. suaminya sering pulang malam dan jarang ada waktu sama Elisa, karena Elisa belum punya keturunan
Mereka memusuhi Elisa sejak Elisa belum di kasih keturunan, bahkan Elisa sudah periksa ke dokter bahwa rahim Elisa itu subur cuman belum di kasi ajah sama Alloh.
Elisa pun ikut pulang sama orang tuanya karena dia sudah sakit hati sama kelakuan mertua dan suaminya. makin ke sini semakin semena mena ke pada Elisa.
Elisa pun sebelum pergi nlp dulu sama suaminya mau pamit, karena Elisa mau ikut sama orang tuanya dulu untuk sementara. namun tlpnya tidak di angkat, Elisa pun pamit sama mertuanya mau pamit sama mertuanya bahwa Elisa mau ikut pulang ke orang tuanya. cuman sama tidak ada jawaban dari mertuanya itu.
Elisa dan orang tuanya langsung pulang, karena sudah tidak mau lagi adanya Elisa dan kedatangan orang tuanya di rumah nya. mereka pun pulang langsung sambil meneteskan kan air matanya, Elisa menyender ke bahu orang tuanya dan Elisa bilang" mah kenapa kesedihan selalu datang kepada Elisa?π kapan Elisa bisa bahagia? kemarin kemari Elisa sudah bahagia melihat kedua orang tua Elisa sangat baik dan sangat merhatiin tapi sekarang jadi berbeda? ucapan Elisa
Mamanya Elisa pun takuasa melihat anak nya bersedih lagi. Elisa pun di peluk dan di kasih masukan" sabar yah sayang mungkin kamu sedang di uji sama Allah, kesabaran kamu sampai di mana? ucapan mamah nya
__ADS_1
Elisa pun tetep menangis sambil meluk mamah nya. Elisa pun berdoa ke pada Allah " ya Alloh kenapa aku selau di uji dan di uji terus menerus, baru juga aku merasakan ke bagian sebentar engkau sudah mengambil lagi kebahagian. ya Allah jika aku di beri rumah tangga yang lama bersama sumi ku, aku memohon kepada mu ya Alloh aku minta keturunan biar keluarga aku kembali bahagia " ucapan Elisa.
semoga di dengarkan doa doa kita, supaya kita di kasih kesehatan, panjang umur, di jauh akan dari musibah dan di berikan rizki kepada kita. amin YRA π