
Setelah Elisa pulang dari rumah temanya, mamah nya Elisa ngomong sama Elisa, "tadi ayah kamu datang ke rumah, mau memberitahukan bahwa besok malam mau mengadakan tahlilan yang ke 7 harinya". ucap mamah nya. Elisa pun menjawab, "Elisa tidak bisa karna ia kerja pulang malam."
akhirnya Suningsih pun mengajak ibu dan kakak kakanya, untuk ikut ke tahlilan istrinya Sobari ( intan.) mereka pun mau pergi, untuk menyiapkan makanan dan minuman buat acara malam.
Acara nya di adakan di rumah Sobari, hari sabtu jam 7 malam. Sobari dan anak-anak nya masih belum nerima kalau ibunya sudah meningal. sampai sampai anak anak nya pun mendadak sakit ,tapi acara tahlilan tetep di selenggarakan malam nanti.
Sobari pun menggelar tahlilan hari ketujuh meninggalnya istrinya( intan)itu .acara tahlilan di adakan di rumah Sobari, Sobari sudah berada di tengah-tengah warga yang ikut berdoa saat tahlilan untuk istrinya. Tampak Sobari mengenakan baju koko warna putih dan celana hitam.
Sobari tampak khusyuk mengikuti tahlilan itu. Ayat-ayat suci Al Qur'an dibacakan dalam acara tahlilan itu.Sementara itu, tak terlihat anak-anak Sobari di acara tersebut tahlilan itu.
Ternyata Anak-anak nya Sobari mendadak sakit, tapi walaupun anak-anak nya sakit tetep ikut mendoakan ibu nya itu.
anak-anak nya Sobari masih belum percaya kalau ibunya itu sudah meninggal. Sobari sangat kerepotan sekali melihat anak-anak nya sakit dan Sobari mengadakan acara tahlilan. untung nya ada keluarga Suningsih membantu Sobari.
Suningsih sendiri memang membantu keluarga Sobari untuk menggelar tahlilan ke 7 harinya istrinya Sobari Suningsih membantu dengan baik dari segi tenaga.
"Untuk urusan ini Suningsih hanya membantu keluarga almarhumah tahlilan di rumahnya. Suningsih hanya inisiatif saja, Suningsih pun membawa ibu dan kakak kakanya juga ikut membantu mengadakan cara tahlilan ini.
Terima kasih ya ibu telah membantu Sobari mengadakan tahlilan. sejak kepergian almarhumah istrinya Sobari ( intan) anak-anak nya jatuh sakit,terima Kasih kepada Suningsih dan kakak kakak nya telah hadir di tahlilan malam ini dan acaranya berjalan dengan lancar. Makasih juga kepada teman-teman dan sodarah sodarah yang sudah datang.
__ADS_1
Anak-anak nya Sobari tidak ikut tahlilan karena ia lagi kurang sehat. Meskipun anak anak tidak turut hadir di acara tahlilan, namun anak anak Sobari turut dalam persiapan tujuh hari ibu nya tersebut.keluarga Suningsih menyumbangkan buku yasin untuk dibagikan kepada para hadirin yang turut mendoakan almarhumah istrinya Sobari ( intan) .
Suningsih berbicara ke pada Sobari bahwa buku yasin itu dari Elisa, dia yang buat. Elisa yang nyumbang buku yasin itu,"Elisa bilang ke mamah nya nggak usah repot bikin buku yasin, biar Elisa semua yang mempersiapkan, yang pesenin, yang bikin buku yasin itu adalah Elisa. dan Alhamdulillah tadi Elisa mengirimkan buku yasin nya itu,ia bikin buku yasin itu kurang lebih 160 kalau nggak salah," ujar Suningsih
Sobari senang mendengar cerita itu ,dia sangat senang karna Elisa mau turut membantu untuk ibu tirinya. walaupun Elisa buatkan buku yasin buat ibu tirinya, Elisa belum bisa ketemu dengan ayah nya. Elisa hanya bisa mendoakan dari kejatuhan.
Semoga ayah bisa mejaga anak anak nya yang benar dan semoga ibu ( intan) tenang di sisi-Nya. dan Semoga ayah dan anak-anak nya yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan sudah mengikhlaskan.
Hari demi hari Elisa masih belum melupakan kesalahan ayah nya. karena ia masih belum bisa untuk melupakan kejadian ayah nya itu.
Elisa pun mau mencoba melupakan , cuman Elisa tidak bisa. malah sakit hati yang ia rasakan. sampai sampai ia pun pergi ke clab malam untuk mengobati hati nya, ia mau menghibur hati nya yang lagi sedih.
Tak kelamaan Elisa punya teman di clab itu, dia seorang cowo yang kerja di sanah dia Nama nya Wildan. dia selalu memperhatikan Elisa setiap malam, bahkan Wildan pun menghampiri Elisa. dia heran semua orang pada happy cuman Elisa ajah yang sedih. tak lama kelamaan Wildan pun menyapa Elisa:
Elisa : hay juga, aku Elisa. ada pa yah?
Wildan : tidak apa apa, cuman heran ajah
Elisa : heran, heran kenapa?
__ADS_1
Wildan: iya orang lain happy, cuman kamu yang sedih kenapa?
Elisa : tidak apa apa
Wildan pun ngajak Elisa keluar karna di dalam berisik sama musik🎶, akhirnya Elisa pun mau di ajak keluar. Wildan sama Elisa ngobrol di cafe tidak jauh dari clab itu. bahkan Elisa pun di tawarkan ngeroko" biar sedikit tenang "ucapan Wildan. Elisa pun menolak nya karena ia tidak bisa ngeroko, Wildan malah ketawa hahahahah. Elisa pun tanya kenapa ketawa ada yang lucu? Wildan ketawa lagi hahahahaha.
Elisa meningalkan Wildan, karna pikiran Elisa dia meledek nya. Elisa pun masuk lagi ke clab itu. cuman ia masih belum sebuh rasa sakit hatinya itu untuk pulang ke rumah. tak kelamaan Wildan ngajak pulang, Elisa tidak mau, Elisa menolak dan menolak terus. tak kelamaan Elisa pun pulang cuman ber papasan dengan Wildan. Elisa pun mau ga mau ikut pulang.
Elisa di bawa keliling keliling jalan biar hati Elisa tenang. lalu Wildan tanya kenapa? ia pun menceritakan semuanya tentang ayah nya itu, ternyata Wildan pun sama lagi sakit hati sama ibu nya, dia di campakan sama ibunya. Elisa dan Wildan pun ngobrol panjang lebar sama dia. tak lama kemudian Elisa tanya ke Wildan, kamu menghilakan rasa sakit itu gimana? Wildan pun jawab: aku menghilakan rasa sakit itu dengan ngeroko sendiri dan pergi ke clab itu,Elisa ga jawab.
akhirnya Elisa di antarkan pulang sama Wildan sampe rumah. bahkan Wildan pun ngajak lagi keluar besok, cuman Elisa jawab "gimana besok ajah."
sesampai nya di kamar Elisa ngelamun, "apakah aku harus ngeroko yah biar hilang rasa sakit ini". ucap Elisa. ia mikir dan mikir terus sampai sampai ia ke tiduran di kamar.
Takerasa sudah pagi lagi,Elisa pun pergi kerja. dia selalu ngelamun bahkan Elisa kalau sendiri suka menangis, bingung cara menghilangkan sakit hati ini gimana.
Elisa pun pulang dari kerja ke rumah temanya, ia curhat ini itu sama temanya. Elisa pun coba membeli roko ke warung dan mencoba ngeroko di rumah temanya, ternyata Elisa tidak bisa malah batuk batuk. rokonya pun di buang sama Elisa, Elisa pun pulang ke rumah. Elisa malah sakit tenggorokan gatal dan pait, Elisa pun di bawa ke dokter sama orang tuanya.
3 hari Elisa pun sembuh, mulai lagi kerja. Elisa pun di tempat kerja nyobain ngeroko tetep masih belum bisa juga. Elisa pun pulang kerja langsung pulang ke rumah, sesampai nya di rumah ada telpon dari Wildan ngajak keluar. Elisa pun keluar sama Wildan, Wildan dan Elisa ngobrol di cafe sambil ngeroko, " ajarin aku ngeroko donk" ucap Elisa.
__ADS_1
Hari demi hari Elisa keluar terus dengan Wildan, setiap hari Elisa ngeroko. walaupun Elisa belum bisa ngerokok, Elisa pun ngeroko terus sama Wildan sampai bisa.
Dan akhirnya Elisa pun bisa ngeroko,kalau inget dengan ayah nya ia menghabiskan roko 2 bungkus dalam 1 hari. mulailah melupakan kejadian dengan ayah nya, sekarang Elisa pun bisa dekat dan mau ngobrol lagi sama ayah nya.