
Walau sakit aku tetep merawat mertua aku, sebelum aku minum obat dari dokter, aku memberi sarapan dan minuman obat buat mertua. setelah beres memberi obat mertua lanjut aku sarapan dan minum obat.
Jam 11 siang aku memberikan makan siang buat orang tua dan paman aku di sawah/ di ladang. kalau aku tidak memberikan makan siang ke sawah/ ke ladang mereka mau makan apa di sana. walaupun sakit aku tetep merhatiin mereka semua, akan aku usahakan harus sehat, biar aku bisa cari anak aku dan merhatiin mereka semua.
Aku yakin, pasti anak aku akan ke pelukan aku lagi.sekarang aku harus fokus merawat mertua ku dulu biar cepat sembuh, kalau sudah sembuh biar aku tenang mencari anak aku nya.
Aku setiap hari mengajarkan mertua jalan dan bicara, bahkan sebulan sekali mertua aku kontrol ke rumah sakit. walau mertua aku sudah ada peningkatan untuk jalan tapi aku tetep masih belum bisa di tinggal kan.
Aku harus sabar dan kuat biar aku cepat cepat bisa cari Naura lagi, aku yakin pasti akan ketemu dengan anak aku Naura.
Hari ini aku mengantarkan mertua kontrol ke rumah sakit, biar kondisi mertua lebih baik dari sebelum nya. mertua aku pun di sana di terapi jalan biar tidak pakai kursi roda terus. tapi sekarang obat mertua aku makin ke sini makin sedikit, Dokter bilang mertua aku harus gerak terus biar cepat jalan dan bisa sembuh lagi.
Badan aku pun lagi kurang sehat, aku harus tetep semangat demi anak, orang tua, dan mertua aku. aku harus sehat biar bisa kumpul lagi dengan keluarga aku.
Sesudah beres di terapi mertua aku langsung pulang, karena mertua aku sudah beres di terapi nya. Dokter menyarankan ke aku harus banyak gerak dan bicara biar lebih lancar lagi.
Aku dan mertua pulang ke rumah, sebelum pulang mertua aku menunjukan suatu tempat di dekat rumah sakit itu. aku tidak mengerti kenapa mertua aku menunjukan tempat itu, aku jadi heran ada apa dengan tempat itu?
Aku pun mendorong kursi roda mertua, aku turuti semua ke inginkan mertua itu. aku terus berjalan dan mendorong kursi roda mertua itu, aku kira mertua aku menunjukan ke samping jalan rumah sakit, ernyata mertua mengajak ke sebuah pedesaan yang terpencil di sana.
Aku pun langsung bilang:
" mau ke mana bu?
__ADS_1
" ini jalan sudah sangat jauh sekali, aku sudah tak kuat!
" ibu harus cepat pulang, karena hari ini ibu belum minum obat!
Mertua aku tetep terus menunjukan jalan itu terus, aku pun terus berjalan walaupun aku sudah tidak kuat lagi menyusuri jalan. cuman aku paksakan berjalan, aku sangat curiga sekali ada apa ini? ,ko mertua aku terus menunjukan jalan itu terus.
Sesampainya di ujung jalan itu, mertua aku menunjukan sebuah rumah tua. kata mertua aku, aku harus ke rumah itu. perasaan aku takut, cuman aku paksain pergi ke rumah itu. sesampainya nya di sana, aku baru nyampai di depan rumah ,aku dengar suara Ridwan di rumah itu. aku langsung ketuk pintu itu tok tok tok ternyata yang buka pintu itu Ridwan. aku tidak nyangka ko dia ada di rumah itu, bahkan Ridwan pun kaget melihat aku datang.
Aku langsung bawa mertua aku masuk ke rumah itu, alhamdulillah Naura ada, aku sangat seneng melihat anak ku sehat sehat aja. aku pun tak lama langsung menggendong dan mencium Naura. " Terima kasih ya Alloh engkau telah mempertemukan aku dengan anak aku .Naura ibu sangat sayang dan kangen sekali sama kamu." ucapan Elisa
Rasa sakit yang aku rasakan hilang seketika, aku langsung sembuh karena aku sudah ketemu dengan anak aku. Naura pun di peluk sama aku malah ke tawa ketawa, aku sangat seneng sekali.
Tak lama ke kemudian aku di tarik sama Ridwan, lalu Ridwan bilang:
Aku pun menjawab semua kekesalan kepada Ridwan:
" ingat yah, aku tegaskan sama kamu sekali lagi. kamu gitu bukan kesalahan aku, tapi itu kesalahan kamu semua. selama menikah kamu belum pernah memberikan nafkah, lahir, batin kepada aku, selama aku hamil apa kamu pernah memberikan sesuatu / baju sama anak kamu?,bahkan uang melahirkan itu uang dari orang tua aku sendiri, kamu belum pernah ngasih/ merhatikan aku sedikit pun. bahkan biyaya ke rumah sakit dan mengurus ibu kamu sama aku semua. kamu sebagai anak nya tidak bisa apa apa terhadap orang tua kamu. malah meninggalkan orang tua kamu di rumah sakit sendirian, dimana hati nurani kamu?, apakah itu tetep salah aku? ucapan Elisa ke Ridwan
Ridwan langsung kaget ,mendengar ucapan dari aku.di kira Ridwan aku tidak tau kalau dia hancur karena ulah sendiri, dia pisah sama aku karena dia tidak mau kerja, tidak punya penghasilan tetep, terus dia punya utang banyak sampai sampai rumah orang tuanya di sita.
Tak lama kemudian datang seorang wanita menanyakan ke pada Ridwan:
" siap mas ini?
__ADS_1
" kenapa bawa anak itu?
"terus ibu yang di kursi roda itu siapa?
Aku kaget ko Ridwan di rumah ini sama wanita, siapa wanita ini? ,dari pada aku penasaran aku langsung tanya sama mereka:
" maaf ini siapa Ridwan?
" ko kamu ada di rumah ini bersama wanita ini?
Setelah aku menanyakan gitu, Ridwan memotong semua pertanyaan aku dan dia menjelaskan semuanya. bahwa wanita itu adalah Istri Ridwan yang baru, aku sangat kaget banget mendengar semua perkataan dari Ridwan. kenapa dia bisa menikah lagi sama wanita lain, sedangkan aku belum di cerai kan sama dia. padahal dia sudah punya istri dan keluarga baru kenapa tidak bisa menceraikan aku dan malah bawa Naura.
Hati aku sangat sakit banget, di bohongin sama Ridwan. aku tidak lama kemudian aku bawa pulang Naura, aku tidak mau anak aku tinggal bersama mereka.
Aku tidak lama dari itu aku langsung pulang bawa Naura, tapi mertua aku malah pingin ikut sama aku. aku sengaja mertua aku tidak di bawa pulang, biar mertua tinggal sama anak nya Ridwan sana.
Pas di jalan Ridwan menyusul aku, mau bawa Naura dari pangkuan aku. aku terus lari mencari pertolongan biar aku bisa bawa Naura. aku terus di ikutin sama Ridwan, aku sudah lelah tidak bisa lari lagi, aku langsung cari tempat untuk sembunyi biar Ridwan tidak bisa bawa Naura.
Aku pun terus berdoa sepanjang jalan:
" ya Alloh tong aku, Ridwan jangan sampai bawa anak aku lagi, aku hanya bisa berdoa ke pada mu. aku kangen banget sama anak aku. jangan sampai aku di jauh kan lagi sama anak aku. "doa Elisa sambil ketakutaan
Setelah itu aku cari tempat untuk beristirahat, biar aku tidak ketemu sama Ridwan. sepanjang jalan aku ingat sama mertua aku, kalau bawa mertua Naura gimana? karena mertua belum bisa megang Naura dengan baik. kalau aku milih mertua, anak aku gimana? jadi aku milih bawa Naura,aku kangen sama anak ku Naura, sudah lama tidak ketemu.
__ADS_1
"maafkan aku ibu, aku tidak bisa bawa ibu. sementara ibu tinggal dulu bersama Ridwan,semoga ibu di sana baik baik saja dan semoga ibu cepat sembuh". ucapan Elisa sambil kuatir sama mertua nya.