
Mulai sekarang Elisa sudah tidak ada dendam kepada siapa pun, Elisa sudah memaafkan semua kesalahan ayah dan semua orang orang yang selalau menyakitinya. akhirnya Elisa bersyukur punya prinsip seperti itu dan mau mendengar kan pepatah mamahnya. bahkan Elisa sekarang hidup nya lebih tenang dari sebelumnya.
Elisa jadi teringat dengan pengalaman dulu,suka dan duka yang Elisa alami bersama INA, ketika Elisa sedang sedih,kesal, senang Elisa selalu cerita sama INA. Elisa mempunyai teman dekat yang bisa juga disebut sahabat sejati. Hubungan Elisa dan INA tidak mulus di awal, karena ada suatu masalah yang terjadi di antara kami. Jadi, seorang teman INA dan Elisa
bermasalah dengan dua teman yang lain, yaitu Mery dan Anti. Mereka bertiga saling melemparkan tatapan sinis bila mereka bertiga bertemu. Elisa dan satu teman dekat dengan INA akan menyatukan temanya kembali. sedangkan Anti merasa kurang di perhatiin sama teman teman nya,Elisa dan INA berniat untuk menyatukan mereka menjadikan teman dan bukan musuh lagi.
Elisa dan INA pun mengajak Anti menuju kantin yang dekat tempat kerjanya saat itu. Elisa dan INA sudah menyusun rencana berdua, dan menutupnya rapat-rapat dari Anti. Kami bertiga pun berjalan menuju kantin tempat kerja ,di sana juga ada INA dan Mery yang sedang duduk sambil berbincang-bincang berdua. Kulirik wajah Anti saat itu, raut wajahnya nampak kesal dan cemberut. Tapi dia diam saja, tak bicara apapun saat Elisa dan INA mengajaknya Anti untuk gabung di mejanya.
Elisa pun menyapa INA dan Mery yang masih asyik mengobrol, lalu mereka membalas sapaan Elisa dengan ramah. Sedangkan Anti sedang berbincang berdua. Elisa dan INA pun tersenyum manis ke arah Elisa, namun tiba-tiba senyum mereka berdua luntur saat Anti berdiri di sebelah Elisa. Kulihat ekspresi wajah Anti dan Mery nampak kusut dan merah mukanya . Lalu Mery berbicara dengan Elisa dan INA tanpa menganggap Anti, Anti dan Mery ada duduk nya bersebelahan . Merasa tak dihargai, Anti berlari menjauhi kantin, lalu meninggalkan Elisa dan kedua temannya itu.
__ADS_1
Elisa tak tinggal diam, Elisa mengejar Anti dan menyusulnya, Elisa meninggalkan Mery bersama INA.Ketika Elisa sudah berhasil bilang ke pada Anti langkah selanjutnya Elisa bilang dengan Mery, tiba-tiba Anti menoleh ke arah Elisa dengan wajah yang kesal. Lalu dia berbicara begini, “Kamu tuh musuh di balik selimut! Kamu bilang bakal berada di pihak aku tapi apa kenyata nya,malah ngomongin aku di belakang ku?” ucap Anti ke Mery
Mery pun menggeleng kan kepala nya, Bukan itu yang aku maksud. Aku tak memihak siapapun di sini, sifat aku netral. Begitu juga dengan INA.Elisa menenangkan emosi Anti dengan lembut, berbicara padanya kalau masalah itu, harusnya diselesaikan dengan kepala dingin. Selesaikanlah masalah dengan bersama-sama, kekeluargaan. Bukan seperti ini. Anti malah marah saat Elisa masih memberi nasihat. Lalu setelah Elisa selesai bicara dengan mery, Elisa pun bilang kepada INA tolong antarkan Anti dan Mery. Anti ingin menyelesaikan masalahnya besok, seperti apa yang Elisa bilang tadi.
Elisa pun mengiyakan permintaannya. Keesokan harinya, Elisa dan Anti berjalan menuju ke tempat tongkrongan INA dan Mery yang ada di pojok kantin. Kali ini Anti tampak bergabung dengan Mery dan juga INA pun di sana. Ku lihat Anti yang berjalan di samping Elisa Dia tampak lebih tenang dari yang biasanya. Setelah Elisa dan Anti sudah berada di dekat INA dan Mery mereka langsung saja ngomong pada Anti mengulurkan tangannya ke arah Mery dan Anti sebagai tanda permintaan maaf. Anti dan Mery diam beberapa saat, lalu keduanya kompak menyambut uluran tangan Anti dengan hangat. Elisa dan INA tersenyum, akhirnya mereka berteman kembali. Kuharap mereka bertiga tidak akan bermusuhan lagi.dan semoga mereka lebih menghargai satu sama lain.
Kami ber 4 selalu tertawa terbahak-bahak bila ada kejadian lucu yang terjadi atau menimpa salah satu di antara kami. Tapi walaupun begitu, kami saling tolong menolong bila ada salah satu di antara kami yang kesusahan. Kami juga sering membuat cerita tentang pengalaman pribadi dan ke sedihan masing-masing . Bila ada salah satu di antara kami ada yang berulang tahun, biasanya kami selalu memberi hadiah hanya sebagai kenang-kenangan. Kami selalu bercanda ria, seakan tidak ada beban yang kami pikirkan. Semuanya tampak lebih indah bila kami ber 4 bersama. Bila salah satu di antara kami ada yang tidak masuk kerja,pasti suasana toko tak begitu rame . Pokoknya, kami tidak bisa terpisahkan!
Dan aku pun tahu, semua kejadian pasti selalu berganti. Kadang pahit, kadang juga manis. Begitu juga sebaliknya. Sejak saat itu, hidupku sangat indah. Hari-hariku selalu diisi oleh canda tawa mereka. Elisa pun bersyukur memiliki sahabat sejati seperti mereka. Dan Elisa harap, persahabatan ini akan tetap terjalin hingga umur kami tua.
__ADS_1
Elisa pun cukup merasakan ke bahagia bersama teman temanya, bahkan mereka sudah berjanji tidak ada permusuhan dan pertengkaran di antara kami semua. biar kami merasakan kebahagian bersama teman teman nya.
Tapi bukan kebahagian dari teman teman juga bahkan Elisa sudah bahagia bersama keluarganya. walaupun Elisa orang tuanya sudah berpisah tapi Elisa sudah merasakan kebahagian dari ayah nya. Elisa sudah melupakan semua kesalahan dari ayah nya itu.
Kalau Mamah nya Elisa tidak usah di omongin lagi. karena mamah nya Elisa sudah memberikan semua kebahagian untuk Elisa. bahkan Elisa sangat berterima kasih sama mamah nya. karena mamah nya sudah menjaga dan mendidik Elisa dengan baik sampai saat ini.
Ke inginkan Elisa adalah pingin bahagia selama lamanya sama orang yang terdekat nya, jangan sampai merasakan kesedihan lagi dan tidak mau terulang lagi kalau Elisa sampai meneteskan dan meneteskan air mata lagi.
cukup kesedihan dulu yang di alami sama Elisa semenjak kecil dan jangan sampai merasakan kesedihan seperti itu lagi. biarlah yang dulu akan di kubur dalam dalam, dan sekarang mulai lah yang lebih baik lagi.
__ADS_1