SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
61.Melahirkan yang menyedihkan 2


__ADS_3

Aku menunggu di ruang bersalin, setiap 10 menit sekali aku di periksa sama dokter. cuman aku sudah tidak kuat lagi, rasa sakit aku sudah tidak tahan lagi. aku terus terusan berdoa biar rasa sakit aku berkurang, tapi rasa sakit aku sudah tidak kuat dan ke tahan lagi.


Aku di ruang bersalin manggil manggil dokter, biar periksa lagi aku. ternyata aku masih pembukaan 4 belum naik naik lagi masih tetep segitu.


Dokter itu melihat aku terus, tidak lama kemudian aku di ajak ngobrol sama dokter. di tanya tanya suaminya ke mana? keluarga nya berada di mana? aku tidak bisa ngobrol lama lama dengan dokter itu. cuman aku bilang "ada di luar", terus dokter itu bertanya lagi " apa mau di panggilkan suaminya/ orang tua ke sini"? aku jawab" "pingin suami aku dokter yang nemenin aku melahirkan"


Dokter pun tidak lama kemudian memanggil suami aku, cuman yang datang orang tua aku. katanya suami aku tidak mau nemenin aku melahirkan,ga kuat liat darah. hati aku sakit mendengar ucapan dari suami seperti itu, aku sabar dan sambil berdoa biar aku melahirkannya lancar.


Mamah aku mencium dan mengelus ngelus pinggang aku, sambil bilang" kamu harus kuat, harus sabar, mamah percaya kamu adalah orang yang kuat. sambil menahan sakit dan aku bilang" ya Alloh aku inginkan perhatian dari suami aku, aku pingin merasakan pelukan dari suami aku, "ucapan Elisa sambil berderai air mata.


Jam 11 siang aku di periksa lagi sama dokter ternyata ada perubahan, aku sudah ada pembukaan 5 . aku akan segera melahirkan, dalam menahan sakit aku di kasih makan sama dokter biar kuat tenanganya. bahkan aku meminta minum air teh manis panas sama orang tua aku, orang tua aku menyuruh membeli nya keluar kepada suami aku. alhamdulillah suami aku membawakan ari teh panas itu.


Sehabis makan aku minum air teh manis panas terus terusan, karena setiap minum air teh manis panas perut aku aga enakan, tidak merasa sakit lagi.


Sehabis minum air teh manis panas, aku tidak kerasa rasa sakit/ panas lagi. tapi dokter terus menerus meriksa aku, ternyata pembukaan aku sudah naik lagi jadi pembukaan 6 ." ya Alloh lancarkan lah persalinan aku dan sehatkan lah anak aku,aku memohon ke padamu" ,doa Elisa


Tak lama dari itu, aku di suntik sama dokter.tapi dokter bilang" kamu sangat kuat" kata dokter, itu di suntik perangsang biar cepat pembukaan nya tapi tetep masih lama, padahal dosis nya sangat tinggi tapi tetep lambat pembukanya", ucapan dokter


Terus dokter bertanya sama aku" apa kamu suka ngerokok, minum minuman"?, aku pun menjawab" suka dulu dok". dokter pun menggelengkan kepala sambil menjawab" pantas kamu kuat sekali".aku pun tidak mengerti dokter itu bilang sama aku KUAT kenapa?


Satu jam kemudian aku di periksa lagi sama dokter, alhamdulillah sudah naik lagi pembukanya. aku sudah pembukaan 7,sebentar lagi aku akan melahirkan anak aku. tinggal hitung jam sebentar lagi akan punya anak, rasa senang aku rasakan hari ini. penantian berapa tahun aku pingin punya anak, sekarang aku akan punya anak dan akan jadi ibu,

__ADS_1


Jam 12 siang aku pun belum melahirkan juga, rasa mules dan sakit sudah berhenti. apa itu reaksi obat yang di suntikan sama dokter tadi, sampai sampai aku tidak merasa kan lagi rasa mules dan panas pinggang.


Selagi tidak merasakan sakit dan mules, aku makan mulai enak . aku makan sangat banyak sekali, tak tau dari mana orang tua aku memberikan makanan pepes ayam yang banyak daun bawang, cabe rawit, daun kemangi. duh nikmat banget ,sampai sampai aku habis 2 x nambah nasi.


Sesudah makan, aku meminta orang tua aku biar nyusul suami, supaya mau nungguin lahiran aku. aku pingin banget pas lahiran di tungguin sama suami aku. cuman beberapa kali orang tua dan ibu nya menyuruh tetep tidak mau, alasan nya tidak kuat liat darah dan teriakan orang yang melahirkan.


Akhirnya aku mengalah, biar hati tetep sabar dan tabah. aku tidak memaksakan suami aku lagi, walau aku berat hati dan sedih ke inginan aku tidak di turuti sama suami aku, aku terus menangis dan menguatkan hati aku sendiri.


Dokter pun menanyakan ke pada aku, "kenapa bu menangis"? lalu aku menjawabnya, " aku sakit hati dok, kepengin aku suami ada di samping ku pas melahirkan", cuman suami aku tidak mau, katanya tidak kuat melihat darah dan tidak kuat mendengar teriyakan yang melahirkan", lalu dokter menjawab nya, " sudah anggap saja aku suami ibu, dokter akan menjaga ibu terus sampai ibu beres melahirkan", aku tidak bisa menjawab apa apa selain bilang berterima kasih dan meneteskan air mata sama dokter itu.


Setelah mendengar perkataan dari dokter itu, hati aku mulai tenang. di antara bahagia dan tidak bahagia dokter berkata seperti itu kepada aku. bahagia nya "ko orang lain bisa mengerti perasaan aku", tapi suami aku tidak ada sedikit pun mengerti perasaan ku". ucapan Elisa sambil menangis


Walaupun dokter sudah bilang gitu sama aku, cuman aku tidak sebebas memeluk dan memegang tangan dokter seperti suami aku. tapi benar dokter tidak meninggalkan aku, malah dokter memanggil suster 4 orang supaya bisa membantu.


Sewaktu aku mau melahirkan, bener perkataan dokter itu tidak berbohong. dokter memegang tangan aku dan menguatkan aku.


Dan dokter itu mengambil aba aba dan berkata:


Tarik napas


terus keluarkan

__ADS_1


tarik napas


keluarkan


Aku pun menuruti aba aba dari dokter itu, sampai sampai tangan dokter tidak melepaskan tangan aku. dia terus menerus memegang tangan dan bilang "berdoa terus bu" aku pun tidak lupa berdoa terus di dalam hati.


Tidak ke lamaan aku pun melahirkan anak aku dengan sehat dan selamat, tidak berkurang satu pun. lalu dokter pun berkata " selamat bu anak ibu perempuan cantik kaya ibunya", terus dokter pun memelukan anak aku ke pelukan aku. walau aku sudah lemas aku tidak terasa, karena aku bahagia sudah melahirkan anak aku dengan selamat.


Tidak lama dari itu, anak aku di bawa lagi sama suster mau di mandikan. aku juga bersih bersih, 10 menit anak aku sudah bisa di gendong sama aku. aku sangat bahagia sekali melihat anak aku sehat dan cantik.


Tanggal : 9 novel 2006


waktu : jam 3 sore


berat badan : 4 kg


Telah lahir anak aku yang lucu dan cantik, alhamdulillah aku melahirkan tidak di jahit/ pun di gimana gimana. malah aku di kasih hadiah sama dokter, karena aku ibu yang kuat telah melahirkan anak seberat 4 kg. di antara ibu yang melahirkan ,aku yang paling gede melahirkan berat badan anaknya.


Sudah beres melahirkan, aku pun di pindahkan ke ruang inap. aku belum di boleh kan pulang dulu, harus menginap dulu di rumah sakit. setelah aku pindah kamar akhirnya suami aku datang, mencium dan menggendong anak nya. aku pun nangis dan kesal sama suami aku," kenapa ga bisa nemenin aku melahirkan"? hati aku terus bertanya tanya.


Tak lama kemudian dokter pun datang, untuk memeriksa aku. setelah di periksa aku besok bisa pulang karena besok aku sudah sehat.

__ADS_1


Aku pun tidak lupa berterima kasih sama dokter, selama melahirkan dokter selalu mendampingi aku sampai selesai. Aku terharu dengan ke baikan dokter dan melayani/ menangani nya dengan baik.


__ADS_2