
Ke esok nya aku pergi ke rumah mertua, mau lihat Naura. aku tak sabar pingin meluk anak ku , Sebelum ketemu sama anak ku, aku pingin mampir dulu ke toko mainan mau beli boneka buat Naura.
Di toko mainan aku membeli beberapa mainan, ada boneka, ada mainan dokter dokter an, dan ada juga mainan Fhising game.
Setelah selesai di toko mainan aku langsung pergi ke rumah mertua ku. sesampainya di rumah mertua, aku ketuk ketuk pintu tidak ada yang nyaut dan tidak ada yang buka pintu.
Aku mencoba sekali lagi ketuk pintu nya:
"Tok"
"Tok"
"Tok"
Asalamualaikum, Naura ini ibu datang sayang, aku pun memangil mertua aku, ibu ini aku Elisa datang. ibu buka pintunya. ucapan Elisa sambil ketuk ketuk pintu terus
Tapi tidak ada yang buka pintunya, aku pun menunggu, takut mertua, Naura, dan ayah nya takut lagi pergi. aku terus menunggu, aku tidak mau pulang sebelum ketemu sama anak aku.
Jam pun terus berjalan
Tek
Tek
Tek
Aku terus mendengarkan suara jam berdetak, ga kerasa waktu sudah menunjukan jam 8 malam.pintu nya pun masih belum di buka dan mereka belum pada pulang ke rumah. Elisa pun bertanya tanya: ke mana yah, tidak biasanya ibu tidak membuka kan pintu buat aku, apa mereka pergi ke rumah saudara dan menginap di sanah?
Akhirnya aku pun pulang lagi, karena di rumah mertua tidak ada siapa siapa. mungkin lanjut lagi besok ke sini lagi habis pulang dari sawah / ladang aku langsung ke sini lagi.
Aku pulang pun tidak menghasilkan apa apa, hati aku sedih. karena aku tidak ketemu dengan anak ku hari ini. sesampainya di rumah aku, aku ketemu sama orang tua aku. orang tua aku pun menanyakan ke pada aku" ke mana anak kamu tidak ikut, kenapa mainan nya tidak di berikan ke pada Naura?", tanya orang tua Elisa .
__ADS_1
Aku pun menjawab pertanyaan orang tau aku:
"Tadi Elisa ke rumah Ridwan, tapi di ketuk ketuk pintunya tidak ada yang buka. tadinya aku pingin meluk Naura, aku kangen banget mah?, aku nunggu beberapa jam pun mereka belum pulang".ucapan Elisa sambil sedih.
Orang tua Elisa pun menjawab; " mungkin mereka sedang pergi, bawa Naura jalan jalan atau pergi ke saudara nya mungkin. besok aja ke situ lagi siapa tau besok mereka sudah pulang. ucapan orang tua nya Elisa.
Rasa kangen aku ke pada Naura, tidak tertahan lagi. sampai sampai aku tidak bisa tidur, karena aku selalu ingat terus anak ku. di telepon pun tidak aktif, semakin aku kuatir dengan keberadaan anak aku.
Pagi pun tiba, aku langsung siap siap membantu orang tuaku ke Sawah/ kadang. aku pun di Sawah/ di ladang aku tidak fokus, karena aku teringat Naura terus. jam 11 siang aku pulang dulu ke rumah ,karena mau masak buat makan siang mamah dan paman ku. masak pun aku tidak berasa/ enak karena aku teringat anak aku terus.
Bahkan paman pun bilang; EL ,kamu kalau tidak mau masak atau sedang banyak pikiran jangan masak dulu, lebih baik beli aja ke warung. paman tau kamu lagi banyak pikiran, kalau lagi banyak pikiran paman kuatir takut ada apa apa dengan kamu di dapur. ucapan paman ke Elisa
Elisa pun menjawab; iya paman
jam 2 siang Elisa,paman dan orang tuanya pulang ke rumah,mereka pulang dari sawah/ ladang nya barengan cuman aku aja yang jalan nya buru buru, aku mau ke rumah mertua lagi pingin ke temu sama anak ku.
sesampainya di rumah aku buru buru mandi ,mau ke rumah mertua aku lagi. sebelum pergi aku pamit sama mamah aku, mau ketemu anak aku. karena orang tua nya Elisa kuatir sama anak nya , akhirnya orang tua nya Elisa pun ikut sama Elisa, karena pingin ke temu sama cucu nya. Aku dan mamah aku pergi ke rumah Ridwan mau melihat anak aku, tak lupa bawa mainan yang kemarin buat Naura.
"Tok
" Tok
"Tok
Asalamualaikum bu, buka pintu nya, aku mau ketemu sama Naura.
Asalamualaikum bu bu bu ,ini Elisa datang mau ke temu sama anak aku
Naura ini ibu datang sayang, ibu kangen sama kamu na. ucapan Elisa sambil meneteskan air mata
Mamah aku pun bilang; ke mana yah? ko tidak di buka buka pintunya EL?
__ADS_1
Mamah jadi kuatir sama Naura, apa mereka pergi membawa Naura gitu EL? ucapan orang tuanya Elisa.
Setelah itu aku pun menangis histeris:
Tidaakkkkk mungkin mah
jangan sampai mereka bawa Naura dari aku mah
Buka ga pintu nya
Buka ga pintu nya
Aku sambil menangis teriak teriak supaya di buka pintunya, tapi tidak ada yang membukanya.
Rumah nya Ridwan pun sampai saat ini tidak ada yang membukanya. aku dan mamah ku nunggu sampai jam 10 malam, tapi mereka sama sekali tidak pulang pulang dari kemarin.
Aku sudah cemas, takut tidak bisa ketemu lagi sama anak aku. tidak jauh beda mamah aku pun nelpon Ridwan dan mertua aku, tapi nomor nya tidak ada yang aktif sama sekali.
Aku sedih banget, kenapa Ridwan membawa Naura dari aku. apa kah mereka tidak ada perasaan sama sekali sama aku. aku yang berusaha melahirkan, merawat anak ku, sekarang dia seenak nya mereka bawa Naura dari aku.
Ridwan memang egois, dia pingin enak sendiri. apa dosa ku sampai sampai aku tidak di pertemukan anak aku lagi. padahal selama ini yang berusaha mati matian buat anak itu aku, bukan Ridwan/ suami aku. kemana pas lagi aku butuh kan, bahkan pas aku mau melahirkan dia tidak mau menemani aku, terus selama aku melahirkan biyaya melahirkan dari siapa? itu semua dari aku dan mamah aku. Ridwan/Suami ku tidak mengeluarkan sedikit / sepeserpun uang buat aku melahirkan. boro boro mengeluarkan uang merhatiin aku saat hamil pun tidak pernah.
Sekarang dia mau menjauh kan aku dengan Naura, enak aja.Ridwan bener bener egois banget,aku yang berusaha mati matian demi anak aku. malah dia yang ngambil anak aku seenak nya.
Salah aku apa?
sampai aku tidak boleh ketemu lagi sama anak aku?
Apakah aku harus bersatu lagi sama dia, sedangkan dia tidak mempunyai kerja dan tidak pernah memperhatikan aku sedikit pun, bahkan ngasih nafkah pun tidak pernah malah dia balik minta sama aku.
Apa rumah tangga gitu harus di pertahankan? , aku sudah cape dan sudahnlelah, aku sudah tidak kuat lagi sama dia, aku punya suami kaya tidak punya suami. ucapan Elisa
__ADS_1
" ya Alloh aku serah kan kepada mu, aku percaya sama kamu, aku di kasih cobaan terus menerus pasti bakal ada jalan yang terbaik buat aku. ya Alloh aku pingin kembalikan lah anak aku Naura di samping aku. aku tidak kuat jauh jauh dengan anak aku. kabulkan lah semua doa doa hamba. Amin YRA. Doa Elisa sambil mencucurkan air mata.