SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
28.Mulai lah Nakal


__ADS_3

Setelah Elisa mengenal Wildan, Elisa mulai melupakan masalah dengan ayahnya. Elisa pun berubah sipat dan penampilan.mulai sekarang Elisa bisa ngobrol dan bertemu dengan ayah.


Elisa mulai mengenal sipat Wildan, karakter Wildan bahkan rumahnya juga tau, Elisa pun kalau ke mana mana sama Wildan. bahkan Elisa mau di kenalkan dengan ayah nya Wildan.


Tak lama kemudian Elisa pun di kenalkan sama ayah nya Wildan. Elisa langsung berkenalan dengan ayah nya Wildan."Halo ommm",aku Elisa.aku adalah anak ke 2,aku bekerja di suatu pabrik.umur aku 14 tahun. 


Bahkan mamahnya Elisa pun sudah perkenalan dengan bapak nya Wildan. bapak nya Wildan dan mamah nya saling ngobrol panjang lebar sampai sampai menceritakan karakter anak nya masing masing. ia pun menceritakan semua


"Dari kecil Elisa di rawat sama mamah ku seorang diri.Elisa selalu membiasakan bangun pagi dan merapikan tempat tidurnya sendiri".


"Sebelum berangkat kerja , Elisa juga selalu membantu mamah yang menyiapkan sarapan ,Sepulang kerja Elisa juga langsung bantu mamah beres beres rumah.


Elisa merupakan seorang anak gadis yang mudah diatur dan penurut. Elisa juga selalu membantu mamahnya" .ucapan mamahnya Elisa


sesudah perkenalan dengan ayah nya Wildan, mereka pun langsung pamit ke bapak nya Wildan. Bapak nya Wildan berkata: kasian mereka sama sama terluka sama orang tuanya. ucap bapak nya Wildan.


seiring berjalannya waktu sifat tersebut mulai luntur bagaikan tinta yang terkena air. Elisa terpengaruh oleh teman barunya yang nakal.


Elisa menjadi remaja yang tidak menyenangkan sekaligus penuh dengan kesedihan.di masa itu Elisa akan mencoba keluar dari dunia pertama yang mengenal lingkungan yang lebih luas.


Di masa remaja , Elisa mulai bermain dengan teman sebaya, kelompok atau geng, hingga segenap keseruan lainnya.


Tapi…


Jika pergaulan yang dipilih adalah Elisa salah, maka masa-masa kesedihan itu berubah menjadi kenakalan.

__ADS_1


Elisa merupakan seorang anak gadis yang mudah diatur dan penurut. Ia juga selalu membantu mamahnya.


Tapi seiring berjalannya waktu sifat tersebut mulai luntur bagaikan tinta yang terkena air. Ia terpengaruh oleh teman barunya yang nakal. Ia tak pernah lagi membantu mamahnya.


Sehabis pulang kerja Elisa selalu memilih pergi ke tongkrongan untuk main bersama temannya ketimbang membantu mamah di rumah. Bahkan Elisa juga mulai berani ijin terus kerjanya, dan main di tongkrongan sampai pulang larut malam. 


Sifat yang berubah pada diri Elisa ini sesekali membuat ia bertubuh menjadi seorang pemarah. Dan selalu membuat naik darah mamah nya, Namun Elisa tak pernah mendengarkannya perkataan yang di keluarkan oleh mamah nya.


Sampai pada suatu hari, di tongkrongannya tempat biasanya ngumpul bareng, Elisa termakan ajakan temannya untuk minum minum dan ngeroko.


Namun nasib berkata lain, Elisa tak pernah berhenti tiap hari minum dan minum terus, bahkan sampai-sampai ia lupa pulang.


Elisa yang masih suka berkumpul dan minum minum, ia menggunakan tabungan untuk beli minuman. Suningsih pun melihat Elisa seperti itu cuman menggelekan kepalanya. lalu melaporkan kepada ayah nya.


Suningsih, "sekarang sifat Elisa berubah,sudah mulai ngeroko,mabuk,jarang pulang ke rumah bahkan kerjanya pun sering ijin, gak tau lagi aku harus buat apa," ucap Suningsih kepada ayahnya.


Sesampainya Elisa pulang, mamanya langsung menanyakan tentang masalah uang dan kerjanya.


Elisa keadaannya sangat kacau tak sekalipun menjawab pertanyaan dari mamah nya dengan jujur.


Dari situ Elisa tak pernah lagi pergi kerja,Bahkan sudah di keluarkan di tempat kerjanya. bahkan temanya tau,Elisa sudah tidak kerja lagi, Elisa pun dijauhi oleh teman-temannya yang sudah mengetahui bahwa Elisa tak kerja lagi.


Dari awal, sebenarnya teman-temannya tersebut sudah berniat dan sekongkol untuk  menjebak Elisa Namun dengan polosnya Elisa percaya dan tak sedikitpun mengetahui niatan jahat temannya tersebut. 


Semenjak kejadian itu Elisa mulai tersadar bahwa perilakunya itu salah. Dan Elisa pun segera meminta maaf kepada mamahnya.

__ADS_1


Dengan tetesan air mata Elisa menyesal karena tak pernah sekalipun mau mendengarkan nasihat dari mamahnya lagi.


Elisa juga berjanji kepada mamahnya Elisa tak akan pernah mengulangi perbuatannya tersebut. Elisa juga bakal memilih teman bermain yang baik, bukan yang nakal seperti kemarin.


Dari situ sikap Elisa berubah drastis. Ia menjadi seperti yang dulu lagi, Elisa selalu bangun pagi-pagi bersama mamahnya dan bergegas membantu mamah nya menyiapkan sarapan


Sepulang mencari perkerjaan,Elisa pun bertemu dengan temanya Wildan. Elisa di ajak lagi main keluar, untuk kumpul kumpul ajah.


Elisa pun kaget ko ada teman nya yang kemarin,mereka hanya mau meminta maaf kepada Elisa.Elisa pun memaafkan.tak lama kemudain Elisa pun pulang karna sudah mulai gelap. Mereka pun ikut pulang bergegas menuju ke rumah nya masing masing.


Melihat perilaku Elisa yang sudah berubah, wajah mamah nya sangat bahagia.walaupun Elisa masih kumpul kumpul tapi Elisa tidak minum minum lagi cuman ngeroko ajah.


Elisa sudah mulai kecanduan dengan roko, sampai sampai Elisa meng habiskan 2 bungkus sehari. jdi kalau Elisa berkumpul cuman ngeroko dan silahturahmi ajah


itu juga kalau orang lain masih ada yang minum cuman Elisa ajah yang tidak minum


Elisa sudah berjanji kepada mamahnya, bahwa dia akan berhenti minum. dan Elisa cuman ngeroko ajah. walau mamahnya tau kalau Elisa cuman ngeroko ajah tetep kuatir .


Tapi mamahnya percaya sama Elisa, Elisa bisa menjaga diri nya dengan baik. walau pun Elisa orang nya sedikit bandel cuman Elisa suka nurutin kata kata manah nya.


Hari ini Elisa di ajak sama Wildan ke klab, karna klab mengadakan acara pesta ulang tahun. pesta nya di selenggarakan dengan rame. bahkan semua temanya Elisa pada datang semua. Elisa pun merencanakan tidak pulang mau tidur di rumah temanya.


Akhirnya Elisa pun minum lagi, karna dia tidak pula kerumah. Elisa takut ketauan sama mamahnya,kalau Elisa minum lagi. Elisa pun mengingkari janjinya ke mamahnya, tapi pikiran mamahnya tidak tahu.


Elisa mabok sampai sampai Elisa berkata. "aku sangat bahagia, aku ga punya beban hidup lagi. bener yah ngeroko dan mabok bisa menghilakan masalah".ucapan Elisa

__ADS_1


selama aku mabok dan ngeroko beban pikiran ku langsung hilang. Elisa menyembunyikan tingkah lakunya ini ke pada mamahnya. karna kalau mamahnya tau takut mamahnya sakit . Elisa tidak mau kalau mamah nya sakit. jadi mulai sekarang lebih baik mamah ya jangan tau dulu, Elisa tidak mau menunjukan sipat jeleknya kepada mamahnya. jadi kalau ada apa apa lebih baik mamah nya jangan tau.


__ADS_2