
Elisa selalu ngaji 3 lembar ikro di madrasah, Elisa murid yang paling baik dan pintar di madrasah nya. ibu guru ngaji pun senang kepada Elisa.
Elisa bercerita kepada nenek, bahwa ada 3 orang yang bandal di madrasah. sama ibu guru ngajinya di marahi terus. bahwa ke Elisa pun suka mangil santri cilik. pdahal Elisa baru bisa ngaji ikro nek.
Emang nakal nya gimana gitu?
Nah, pada waktu itu hari kamis. Seperti biasa pagi dan hari kamis Elisa mengaji.Elisa pun biasa di panggil para santri dengan sebutan santri cilik. ngaji ini sifatnya umum. Artinya di peruntukan untuk semua kalangan santri tanpa memandang kelas dan tingkat pelajaranya. Karena pada ngaji biasanya berisi tentang pesan-pesan tausiyah, bukan tentang pelajaran tertentu yang lebih husus, seperti nahwu, shorof, tafsir qur’an, atau ilmu fiqh yang di sesuakan dengan tingkat dan kelas sebagaimana sekolah.sedangakn Elisa masih PUD ia belajar ikro.
Seperti biasa, selalu ada tiga santri yang nakal yang pasti datang belakangan. Biasanya mereka baru datang setelah ngajinya pada beres semua, karena bersembunyi tidak mau ikut ngaji 3 orang tadi. Dan tentunya sudah hapal pula tempat persembunyian dan para santri bandel ini. biasa menjadi langganan dan mendapat predikat santri "bandel" level atas. mereka suka di juluki oleh guru ngajinya: grup Darmaji, teman temanya ngedenger itu semua pada ketawa😂😂😂😂😂
Dan guru ngaji pun juga sangat hapal dengan wajah-wajah santri ‘’ternama” ini.
“Haduh.. kalian lagi.. kalian lagi.. apa kalian gak bosan main kucing-kucingan terus ”. Kata guru ngaji.
Dan Elisa pun tahu bahwa yang di maksud guru ngajinya adalah mereka, mereka hanya bias tertunduk tak berani menjawab ataupun memandang guru ngajinya.ngaji pun kemudian di mulai. Para santri terlihat mendengarkan penjelasan yang di sampaikan oh ibu guru ngaji dengan serius, tak terkecuali 3 orang anak c Darmaji. Mereka juga terlihat husyuk atau mungkin pura-pura husyuk dalam mendengarkan penjelasan yang di sampaikan oleh guru ngaji.
“Nah intinya dari semua yang telah saya sampaikan tadi.. jangan terlalu berat akan dunia. Belajarlah ikhlas akan segala hal. Jika kau kehilangan sesuatu, atau kau ingin memberikan sesuatu, maka kau harus ikhlas. Karena kita harus sadar, bahwa segala sesuatu di dunia ini bukan milik kita. semua adalah milik alloh, dan dia hanya menitipkanya saja kepada kita. Lalu ketika hal tersebut hilang, kita juga harus ikhlas. Karena pada dasarnya semua milik Allah, dan Allah juga berhak mengambilnya kembali jika DIA ingin. Faham semua?”. Kata guru ngaji
“Elisa yaiiiiiii..”bahkan para santri pun serentak yaiiiiii"
“cukup sekian untuk pengajian nya kali ini. Mari kita tutup dengan membaca al-hamdulillah dan do’a bersama. Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..”. kata guru ngajinya menutup bacan di pagi itu. Dan para santri serentak menjawab dengan salam, Elisa pun serentak menjawab salam.
__ADS_1
Ibu guru ngaji memiliki sebuah pohon jambu yang selalu dirawatnya dengan baik. Pohon jambu itu adalah kesayangan ibu guru, karena buahnya sangat manis dan besar-besar. Pohon yang terletak di belakang rumah ibu guru itu tak pernah ada santri yang berani mengambil buahnya, karena mereka tahu itu adalah pohon yang di sayangi oleh ibu guru ngajinya. Malam itu 3 orang anak bandel sedang asik bercengkrama dan bercanda di depan komplek. Karena malam jum’at, mereka tidak memiliki kegiatan. Karena rutinitas ngaji libur di malam jum’at. Hanya beberapa yang mengisinya dengan belajar dan membaca al-qur’an di madrasah.
C Darmaji itu, mau beli makan cuman uangnya tidak ada, 3 orang itu berkata:
“Aduh, perut ku lapar nih brow, mau ikut aku gak cari makanan?”.
“Weh.. uang aja gak punya, mau nyari makanan pakai apa?”.
“Kita petik jambu di belakang rumahnya ibu guru ngaji yuk..”
“Wah.. wah.. wah.. kamu ini cari perkara ya? Mau di marahin sama ibu guru?”. Kata 3 c Darmaji itu
Ahirnya karena begitu hebatnya ci Darmaji itu. Mereka menuju pohon jambu di belakang rumah ibu guru nya. Sebagai mana kesepakatan, ci Darmaji ke 1 yang manjat pohon jambu. Sedangkan ci Darmaji 2 dan 3 hanya menunggu di bawah. Ternyata ibu guru mendengar akan keberadaan mereka. Karena merasa penasaran siapa yang malam-malam begini ada di belakang rumahnya, ibu guru ngaji pun keluar untuk melihatnya dan berniat menegur. Begitu ibu guru ngaji melihat ada tiga santri “ci Darmaji” sedang asik memetik buah jambu kesayanganya, ibu guru ngaji pun menghampiri mereka dan berniat untuk memarahinya.
“Hai.. sedang apa kalian malam-malam di sini? Mau nyolong jambu ya?”. Tegur ibu guru ngaji
3 orang anak bandel itu / ci Darmaji di buat terkejut karena mereka tak menyadari kedatang ibu guru ngajinya . Hehehe.. dengan berusaha santai, ci Darmaji pun menjawab..
“Ma’af ibu , saya tidak mencuri, tapi minta..”. jawab ci Darmaji.
“Minta? Memangnya kamu sudah bilang sama pemiliknya? Ini kan pohon jambu punya ibu, kamu belum minta izin sama ibu”. Kata ibu guru
__ADS_1
“Eh.. ibu salah.. sangat.. sangat salah.. segera bertaubat bu.. ingat pada yang maha kuasa..”. kata ci Darmaji.
“Apa maksud mu Darmaji?”. Tanya ibu guru yang di buat bingung oleh ci Darmaji
“Sebagai mana yang ibu sampaikan tadi pagi, segala hal di dunia ini adalah milik alloh, kita manusia hanya di titipikan. Nah termasuk jambu ini juga milik Allah, "ibu tadi sudah minta izin sama Allah". Kenapa ibu marah-marah?”. Jawab ci Darmaji
“Astaghfirullah Darmaji Darmaji .”. kata ibu sambil menahan amarahnya. Ternyata ci Darmaji mendengarkan pepatah dari ibu guru ngajinya yang di sampaiaknya sendiri tadi kepada murid nya, meski cara penggunaanya kurang tepat. Tapi ibu guru ngaji sadar, apa yang di sampaiakan oleh c Darmaji itu memang benar. Dan ahirnya ibu guru ngaji pun diam dan meninggalkan ci Darmaji. lalu c Darmaji menertawakan ibu guru nya 😄😄
Ternyata kediaman ibu guru tersebut membuat ci darmaji ketawa sangat senang. Mereka mengira ibu guru nya tak akan berani lagi memarahi mereka. Dan pada malam berikutnya, mereka mengulangi hal yang sama, kali ini dengan lebih berani dan terang-terangan tanpa takut di marahi. Tapi baru saja ci darmaji memanjat, tiba-tiba punggungnya di pukul dengan sebuah kayu . Meski tidak besar, tapi “sakit😭” tetap terasa. Ternyata ibu guru memang sudah menunggu mereka dari tadi di situ, ibu guru sengaja duduk di kegelapan agar mereka tidak tahu keberadaanya.
Tentu saja ci darmaji teriak karena merasa terkejut dan kesakitan.. ketika dia tahu yang memukul itu ibu guru ngajinya mereka.
“Bu.. kenapa mukul punggung kami? Kata ci darmaji sambil meringis dan mengusap pungungnya yang “sakit
” itu.
“Siapa yang memukul punggung mu darmajil? ibu Cuma memukul punggung milik Allah. Karena semua hal di dunia ini milik Allah. Dan tadi ibu juga sudah minta izin sama Allah. Dan ibu tadi minta izin mau memukul punggung milik Allah ini berulang-ulang kalau tetap masih bandel..”. kata ibu guru!!!.sambil bilang ibu juga bisa gitu😂😂😂😂😂 dasar anak bandel.
Mendengar perkataan ibu, ci darmaji langsung turun dengan cepat dari pohon jambu. Dan segera lari bersama 3 orang C Darmaji itu, Kini ci darmaji sadar. bahwa menggunakan pengetahuan untuk hal yang tidak baik itu adalah kesalahan besar. Dan kini dia juga mulai menyadari, yang namanya guru pasti memiliki trik untuk mengalahkan kebandelan seorang murid. Setelah kejadian malam itu, ci darmaji itu duduk tak berani lagi coba-coba memetik jambu,milik alloh."Hehehe.
Nenek pun ketawa kencang, mendengar cerita dari Elisa. ada ada ajah yah teman ngaji Elisa, Elisa pun 😄😄😄😄😄ia nek dia anak bandel semua." jawab Elisa "
__ADS_1