
Suami aku terus terusan pingin pulang lagi ke rumah aku, tapi aku sudah tidak mau kembali lagi pada suami aku. aku sudah terlalu banyak kecewa sama dia dan aku sudah terlanjur sakit hati
Aku tidak mau kembali lagi sama suami, malah Anak aku di ambil paksa sama suami ku. bener bener egois nya, hanya memikirkan diri sendiri tidak memikirkan hati orang lain.
Terus kalau anak aku di suami aku, gimana makanya, susunya. sedangkan dia tidak kerja. mau minta ke orang tuanya kasian, ibu nya juga tidak kerja.
' Ya Allah aku tidak tenang, aku harus gimana. takut anak aku tidak terjamin sama suami aku. aku tidak mau anak aku kelaparan dan ke hausan, mudah mudah selama anak aku berada di ayah nya, semoga anak aku sehat terus ", doa Elisa.
Satu hal yang pasti, menghadapi orang egois itu tidak bisa dengan keegoisan lagi. Kalau aku menghadapi kamu dengan sama kerasnya, yang ada malah saling menyakiti.
Selama aku masih punya tenaga dan kesabaran untuk mengalah, aku akan mengalah . Bukan untuk membenarkan sifat yang salah, tapi untuk memberi contoh pada anak kamu tidak seperti begini, seharusnya kamu memberikan contoh yang terbaik buat anak kamu.
Ketika kamu tidak merasa bersalah, tapi kamu meminta maaf kepada aku, itu demi membuat keadaan kembali baik-baik saja. Kalau perlu, bahkan kamu memberikan langsung dengan perhatian dan janji janji yang palsu ke pada aku. .
Misal, ketika bertengkar dan tak ada yang mau minta maaf sampai berhari-hari,aku yang selalu mengalah. aku selalu minta maaf duluan.aku selalu minta maaf bukan berarti aku salah atau aku mengaku salah. Aku cuma pengin kamu tahu kalau aku siap menurunkan ego aku demi anak ku Naura.
__ADS_1
Bukan berarti aku tidak ikhlas melakukannya demi hubungan keluarga dan anak, tapi kalau aku tidak bisa membuka mata, hati dan telinga untuk kamu, aku sudah terlalu banyak di sakiti sama kamu. berarti kamu harus cari seseorang yang bisa nerima kamu apa adanya.seperti , kamu cari lagi wanita yang lebih baik dari aku.
Sebagai Istri tentu ada hasrat dalam hatimu untuk membuat keadaan jadi lebih baik dan ingin di perhatikan sama suami nya. tapi kamu tidak menunjukan sedikit perhatian pada aku,mending kamu cari wanita yang lain, tapi kamu harus mengubah sifat-sifat burukmu dan jangan lupa cari kerja.
Kamu tak perlu memaksa aku untuk kembali lagi sama kamu, aku tidak akan mungkin balikan kamu lagi.dulu aku bersabar dan terus-terusan berharap pingin di perhatikan sama kamu. tapi nyatanya sampai sekarang kamu tidak pernah mengerti aku.
sampai kamu bisa berubah jadi lebih baik untuk hubungan aku dan kamu. aku sudah berusaha tapi kamu tak menunjukkan itikad baik sama aku. sampai sampai kamu juga tega sama aku dan anak kamu,
Sekarang Naura di ambil sama kamu, silakan aku tidak melarang kamu bawa anak kamu.tapi kalau ada apa apa sama anak aku, kamu jangan harap bisa ketemu anak kamu lagi dan jangan harap kamu bisa di maafkan sama aku.
Beberapa minggu aku belajar menjahit, tapi aku masih belum bisa dan lancar. aku selalu ingat Naura terus. aku pingin melihat anak aku ke sanah, cuman pintu nya di ketuk ketuk tidak ada yang buka. hampir tiap hari aku ke rumah mertua aku, tidak ada yang membukakan pintu nya.
Terasa sedih hidup tanpa anak ku, aku ingat terus sama Naura. apakah anak ku baik baik aja? ,sekarang lagi apa?, ibu kangen sama kamu Naura. ucapan Elisa
Tak lama dari itu aku ke rumah mertua aku, mau lihat anak aku di sanah. pas sampai di rumah Ridwan ( suami) ku, Naura lagi bermain sama nenek nya. aku langsung peluk Naura " ibu kangen kamu sayang,
__ADS_1
akhirnya ibu bisa ketemu kamu, ibu sangat kangen kamu". ucapan Elisa
Lalu aku tanya Ridwan sama orang tuanya, katanya Dia lagi cari kerja sampai sekarang dia belum mendapatkan kerja. terus kebutuhan anak aku dari mana?, kalau dia masih belum kerja.
Aku pun memutuskan membawa Naura kembali, karena kasian kalau anak aku di mertua terus. ke seharian nya Naura dari orang tua Ridwan tiap harinya, dari pada aku merepotkan mertua aku mending anak aku di bawa lagi sama aku.
Naura kalau bersama aku ke urus dan terjamin, walau aku belum kerja. tapi aku punya uang dari orang tua setiap harinya, karena aku selalu membantu orang tua aku di sawah/ di ladang.
Walaupun tidak seberapa, insya Alloh hidup Naura akan terjamin sama aku. anak aku selama pulang dari ayah nya dia badan nya aga kurus dan kumeul, kaya kurang perhatian dari ayah nya.
Tak lama dari itu, suami aku ke rumah aku mau ngambil Naura lagi. tapi sama aku tidak di ijinkan membawa Naura, karena selama Naura di rumah ayah nya kaya tidak ke urus. tapi suami aku malah maksa dan malah ngancam ngancam sama aku, kata suami ku " kalau pingin Naura sama kamu, kamu harus balikan lagi sama aku, baru Naura bisa sama kamu. kalau misalnya kamu tidak mau, maaf anak kamu harus tinggal sama aku selamanya. " ucapan Suami nya Elisa. " ok, aku tunggu surat cerai dari kamu, dari pada aku harus pulang lagi sama kamu mending pisah selamanya sama kamu ", ucapan Elisa
Walaupun Naura lagi tidur, masih tetep membawa Naura di ajak pergi dari rumah aku. benar bener ga punya perasaan sama sekali, padahal di rumah nya dia tidak pernah ngurus Naura, yang ngurus malah orang tuanya. dia paling kumpul kumpul sama temen temen nya, cuman bilang ke orang tuanya cari kerja.
Aku pun harus mengalah demi Naura, aku tidak mau Naura menjadi korban keegoisan dari ayah nya. aku akan melihat Naura seminggu sekali ke rumah mertua aku. terpaksa mau ga mau aku harus jauh sama anak aku. semoga ada hikmah nya dari semuanya ini, ya Alloh berikan lah jalan yang terbaik buat aku dan anak aku.
__ADS_1