
Sesudah di bagikan rapot, Elisa melihat anaknya di antar sama kedua orang tuanya. Elisa pun iri dengan mere. kenapa orang lain bisa di perhatikan sama kedua orang tuanya, sedangkan Elisa hanya mamah nya sajah yang selalu merhatikan dia.
Tak lama kelamaan Elisa di tanya sama temanya, kenapa kamu sedih? Elisa menjawab inget ayah aku.Semenjak aku berusia delapan tahun. Waktu itu aku di ambil dari mamah, aku punya adik dari ibu tiri berusia dua tahun.aku ingin di perhatian oleh ayah ku, tetapi ayah malah memperhatikan anak nya itu bukan aku, aku merasa perhatian orang tuaku berkurang.untung aku punya mamah yang sayang pada aku, mamak aku sering merhatikan aku sering menyuapiku kalau aku mau makan. Aku sering di manja-manja sama mamah ku di batan sama ayah.
Elisa benar-benar tak menyengka kalau hidupku bakal seperti ini. Aku dibedakan oleh ayah ku, memperlakukan aku amat beda dengan 2 anak nya itu. Hal ini mulai aku sadari sejak aku beranjak sekolah kelas 1 SD sampai aku putus sekolah. karna aku harus menjaga anak dari ibu tiri nya itu, maka aku tidak di sekolahkan oleh ayah aku.2 Saudaraku memiliki kamar pribadi, sedangkan aku tidak punya jangan kan kamar ingat kepada aku pun tidak sama sekali.
ke marin aku pulang dari sekolah,mendengar 2 saudaraku sering diajak untuk jalan-jalan akhir pekan, namun aku tidak pernah di ajak sama sekalih sama ayah. aku pun melihat di status mereka keliatanya merek sangat senang sekali. Aku juga amat diibedakan dalam hal pakaian, sebulan sekali mereka dapat baju baru, sedangkan aku tidak pernah di beliin sama ayah sama sekali.
Elisa pun hanya bisa bersabar dan pasrah dengan kondisi aku sekarang ini. Entah mengapa aku selalu dibedakan. Apakah karena aku beda ibu,jadi ayah sayang nya ke anak itu sajah,padahal aku punya prestasi di sekolah.
2 saudaraku juga ikut membenci aku, Mereka sering memperlihatkan kebersamaan ayah dan diunggah di sosmed. Sedangkan tak ada satupun foto aku yang pernah diunggah oleh ayah di sosmed. Mereka berdua memang tidak memusuhiku secara langsung, namun perilaku mereka secara tidak langsung sangat menyakiti aku. wajar jika aku dibedakan oleh ayah ku,karna aku beda ibu Bahkan aku tidak di perlukan lagi oleh ayah ku sendiri.
Jangan kan di tengok, di kasih uang pun tidak pernah. Aku pun berjanji pada diri sendiri, bahwa aku akan membuktikan ke pada ayah ku dengan prestasi yang lebih bagus lagi.
Suatu ketika ada lomba sekolah, lomba pidato tentang Ayah. Elisa pun bergegas bersedia ikuta lomba di sekolah untuk membuktikan kepada ayah. akhirnya Aku masuk 5 besar
Hari pembuktian tiba, aku tampil. Juri terpaku dan aku mendapat juara 1. Melihat itu, sekolah pun memberikan penghargaan. Namun ayah ku tambah mengucilkan aku. Ternyata ayah ku iri dengan prestasiku dan kepandaianku. Aku pun kemudian menjadi juara kelas, juara pidato dan lulus SMP , ayah ku makin iri karna anak nya tidak seperti aku.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit timbul rasa cemburuku pada adik Elisa. Elisa menganggap ayah pilih kasih dan lebih sayang pada adikku. Siang dan malam ayah lebih memberi perhatian pada adikku. Setiap hari dimandikan, sedangkan aku mandi sendiri. Setiap hari disuapi, sedangkan Elisa sudah tidak pernah disuapi. Jika adikku menangis, maka ayah ku akan melihat keadaan adik segera. Seperti anak-anak pada umumnya, aku merasa adikku telah mengambil perhatian dari ayah ku, Elisa kesal kepada ayah.
kalau ingat sama ayah Elisa, Elisa suka sedih dan makin membencinya. Elisa selalu bertanya kepada mamah:
mamah, apa benar ayah pilih kasih dan lebih sayang dengan anak anak yang di sanah"?begitu pertanyaanku.
Elisa melihat perubahan wajah mamah, tetapi mamah langsung tersenyum tipis, sepertinya mamah ku mengerti bahwa aku sedang merasakan kurang kasih sayang dari ayah nya. Elisa pingin seperti anak-anak pada umumnya.mamah pun menjawab :
“Seorang mamah tidak bisa pilih kasih, kepada anaknya karna mamah sayang kamu Elisa,” ucapan mamah sambil mengelus sayang rambut Elisa.
mamah nya lalu menjawab, “Kenapa mamah selalu sayang dan merhatikan Elisa setiap hari? Karena Elisa kurang perhatian dari ayah, jadi mamah memberikan kasih sayng lebih buat Elisa.Sedangkan ayah tidak bisa membagikan kasih sayang dengan baik untuk anak anak nya,”ucapan mamah nya.“Dulu, waktu Elisa masih kecil, ayah selalu memandikan dan menyuapi Elisa .cuman semenjak berpisah ayah lebih merhatiin anak yang di sanah, karna sekarang ayah punya keluarga sendiri,” ucap mamah nya ke Elisa.
Tetap saja Elisa tidak puas dengan jawaban mamah, menurut Elisa ayah nya itu tidak adil, dan tidak sama.
“Adil itu tidak harus sama rata,” ucapan mamah nya
“Adil adalah membagi beberapa hal sesuai dengan kemampuannya masing masing . Misalnya.. ayah bisa merhatikan anak anak yang di sanah sedangkan ke Elisa tidak?" ucap Elisa
__ADS_1
“Nah, kalau ayah masih bersatu sama mamah pasti Elisa di perhatian dan di sayangin sama ayah” ucap mamah sekali lagi.
“ayah terlalu banyak mementikan anak anak yang di sanah di banding Elisa yang di sini,” jawab Elisa dengan polos.
Senyum mamah nya semakin lebar. “Itulah yang disebut kasih sayang ayah dan ibu tidak sama. Mungkin lebih besar kasih sayang ibu di banding ayah nya,” ujar ibu.
Elisa pun mulai mengerti, bahwa beberapa jenis adil tidak bisa semuanya sama.
mamah Elisa langsung memeluk dan mencium keningku Elisa. mamah nya menyayangi Elisa dengan kasih sayang yang lebih.
Berada dalam pelukan mamah membuat Elisa percaya bahwa mamah nya menyayangi Elisa lebih dari ayah nya.Semakin dewasa, Elisa semakin mengerti.
Dengan berjalannya waktu, Elisa pun mau lulus dari kelas 3 SMP. Elisa mendapatkan prestasi di sekolah nya. bahkan Elisa mau di masukin kuliah sama guru guru nya dengan jalur beasiswa, cuman Elisa tidak mau. Elisa pingin cari kerja, pingin bantu mamah nya cari uang. Elisa pun di ajak mamah nya untuk kerja bareng di pabrik nya.
Nasib Elisa sangat bagus sekali, Elisa setelah lulus SMP Elisa di ajak kerja sama mamahnya.Elisa tak perlu melamar pekerjaan,Kebetulan mamh nya Elisa bekerja di pabrik itu, jadi setelah lulus SMP Elisa langsung kerja. Tanpa tes dan tanpa susah payah seperti orang-orang hehehe.
Namun di tempat kerja Elisa banyak orang yang iri denganku, sebab Elisa kerja tidak ikut tes apa pun. Akhirnya mereka pun membuat masalah dengan Elisa, tapi Elisa tidak menghiroukan mereka. Elisa terus bekerja pingin membuktikan ke pada ayah ku bahwa Elisa bisa cari uang sendiri.
__ADS_1