
Pada waktu itu Elisa pulang dari madrasah/ ngaji, Elisa melihat ayahnya pergi sama wanita. Elisa pun mengejar ayah nya itu cuman tidak kejejar. Elisa pulang kerumah dengan muka cape dan lelah. Elisa tidak bilang ke mamah nya bahwa tadi ayah nya pergi sama perempuan.
Tapi Elisa pun tidak putus semangat untuk sekolah, ia selalu semangat di sekolahnya. prestasi Elisa tetep baik di sekolahnya. sesampai nya di sekolah, semua murid murid nya harus bercerita tentang ayah nya di depan kelas. karna hari ini adalah hari ayah.
Haruskah bercerita sedih/lucu?Elisa Tidak bisa. Karena itu aku tak menyertakan kisah ini dalam cerita itu. Karena kisahku terlalu menyakitkan bagiku,karna Elisa tidak tingal sama ayah nya melainkan dia tingal sama mamahnya,karena ayah sudah meninggalkan kami. tak ada yang kuwatir sama sekali dengan semua kenyataan ini. Tapi dengan berat hati, Elisa menceritakan semua tentang ayah nya Elisa,agar para ayah diluar sana tidak mengikuti jejak ayahku, agar tak ada lagi anak yang di tingalkan oleh ayahnya, jangan seperti aku😢.
Semua bermula ketika aku umur 6 tahun. Waktu itu ayah memutuskan untuk pindah kerjanya, mengikuti jejak temannya menjadi sopir pribadi bosnya ayahku. Hal itu dilakukan ayah demi merubah nasib keluarga nya, pada wada waktu itu ayh di keluarkan di tempat kerja nya, ayah ku pergi ke jakarta bersama temanya.ayah ku meningalkan seorang istri dan satu anak yang tinggal di rumah nya berdua, tanpa di tinggalin uang sedikit pun. Elisa sama mamah nya lapar cuman di rumah ga ada makan sedikit pun. mau minta ke nenek mamah melarang Elisa. bahkan Elisa setiap malam tidak bisa tidur, karna di rumahnya banyak nyamuk.
Padahal ibu selalu memakaikan losion anti nyamuk sebelum kami tidur tapi nyamuk-nyamuk itu sudah kebal rupanya dengan segala macam losion apapun yang kami pakai. Anehnya, kami pun seperti sudah bersahabat dengan nyamuk-nyamuk itu. Karena kalau sudah terasa ngantuk, kami tak merasakan lagi gigitan-gigitan mereka. Losion anti nyamuk itu hanyalah formalitas semata karena pada kenyataannya kami dan nyamuk sudah bersahabat dengan baik.
Atas nama anak dan istri, ayahku pergi ke jakarta. Bulan-bulan pertama semua baik-baik saja. Kiriman uang lancar. Sampai setahun kemudian semua terasa beda. mamah sering kekurangan uang karena ayah tak mengirim uang seperti biasanya. Jumlah uang yang dikirimkan semakin sedikit tiap bulannnya. Lama-kelamaan tak ada sama sekali. Ibu mulai menjadi tukang cuci, tukang setrika, jadi pembantu harian di komplek rumah mewah dibelakang kami. Ibu bekerja membersihkan botol-botol bekas untuk kemudian dijual ke tukang pengumpul barang-barang bekas. Ibu melakukan semua demi kami agar tetap bisa makan dan ke sekolah.
Waktu berlalu, mamah ku akhir ini kondisinya sudah tidak membaik,ia sering melamun seperti mayat hidup. Tak ada senyum, tak ada tawa di wajahnya tapi tubuhnya tetap bekerja untuk menghidupi Elisa. Aku bertanya-tanya kenapa mamah begitu?. Aku tak menemukan jawabannya sampai suatu hari,Dari pembicaraan yang aku tangkap antara paman dan nene terungkap bahwa ayah akhirnya pulang ke rumah ayah nya dulu.dengan membawa seorang wanita yang telah dinikahinya. Ayah dan kakak nya Suningsih berseteru soal ini sampai meninggalkan rumah karena tak sudi melihat istri muda.
__ADS_1
Mamah nya Elisa tambah tertekan dengan kenyataan ini. Tapi akhirnya Suningsih rela berpisah dengan Sobari, mau menerima kenyataan. Elisa lemas mendengar keputusan kedua orang tuanya.
Mamah mendatangi ayah dan istri mudanya dan bilang mamah ku meminta cerai. Nenek, paman, bersedih lihat mamah ku hidup nya hancur. Hatiku sakit sekali melihat mamah nya sedih terus menerus.
Tapi aku bersyukur karena pada akhirnya ayah menceraikan mamah. mamah tambah stres kelihatannya karena mungkin merasa di bohongin terus sama Ayah ku. Ayah pergi ke istri barunya, mereka tinggal bersama disana. Sejak itu aku tak pernah bicara dengan ayah. Aku muak kepada ayah yang meninggalkan aku dan serta mamah ku,Hatiku sakit sekali.
Tahun berganti, kudengar ayah hidup miskin dengan istri mudanya. Mereka kini sudah memiliki dua anak sementara mamahku belum menikah lagi. mamah menghabiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja untuk menghidupi Aku.
Aku sering bolos sekolah karena di sekolah selalu di ejek,jadi aku kadang sekolah kadang tidak, tergantung keadaan ekonomi ayah ku apakah punya ongkos untuk memberangkatkan aku ke sekolah atau tidak. Kadang aku mau tertawa ketika aku di suruh menggendong anak dari ibu tiri Elisa ,Aku belum mau jadi seorang ibu tapi aku sudah harus mengasuh bayi sekecil ini.
Elisa sudah ga kerasa lagi mau masuk SD, Elisa sudah berumur 7 tahun. Elisa masih tetep tinggal dengan ayahnya. ibu tirinya dia sangat galak, Elisa selalu di suruh beres beres rumah, nyuci piring, bahkan nyuci baju di kali pun Elisa pernah.
Sekolah Elisa tidak benar, Dia ke sekolah nya kadang 3hari ke sekolah dan 3 hari di rumah. karena Elisa harus membatu ibu tirinya itu. hidup Elisa menderita, kadang semua orang menyayangkan dia.bahkan ibu gurunya pun bertanya kenapa Elisa jarang masuk sekolah.
__ADS_1
Dengan berjalan nya waktu, Elisa setiap kenaikan tidak naik kelas terus. karena ia jarang sekolah dan tidak mengerjakan PR nya. guru pun menyayangi Elisa, Elisa prestasinya sangat menurun akhir akhir ini. ibu guru Elisa pun ke rumah nya dia. ternyata Elisa diam tidak bersama ibu aslinya melainkan sama ibu tirinya. ibu guru nya menyesalkan semua ke adanya Elisa sangat memburuk dan sangat prihatin. bahkan Elisa pun tidak ke urus, badanya kurus, bajunya juga dekil.
ibu guru Elisa pergi mencari mamah nya Elisa yang asli.tapi alhamdulillah ketemu dengan mamah nya Elisa,ibu guru menceritakan dengan panjang lebar tentang Elisa.Suningsih pun bersedih mendengar cerita dari gurunya gitu.Suningsih pun sempat mencari Elisa kemana mana namun tidak ketemu.tapi ibu guru nya Elisa mau mengantar ke beradaan Elisa sekarang.
Sesampai nya di sanah Suningsih bertemu dengan Elisa, Suningsih ga kuat menahan sedih melihat anaknya Elisa itu kurus, dekil tidak ke urus. akhir nya Suningsih membawa nya Elisa pulang kembali dan tinggal bersama Suningsih.
Sesampai nya di Rumah,Elisa bertanya mamah kenapa sekarang mamah tingal di nenek
Suningsih pun menjawab : rumah yang dulu di jual sama mamah ke paman, sekarang mamah tinggal dengan nenek,Elisa pun mengerti.Suningsih dan Elisa sekarang tinggal bersama nenek nya. Suningsih kembali lagi hidup bersama anaknya , dia sebelum pergi kerja dia harus beres beres rumah ibu nya dulu.siapin sarapan untuk Elisa setelah beres Suningsih langsung pergi kerja.
Elisa pun belum mulai sekolah, karena ia mau pindah sekolahan nya.tanpa berpikir panjang suningsih mengumpul kan uang untuk menyekolahkan Elisa nanti.
Suningsih pun mengurus ngurus ke sekolahan biar Elisa bisa kembali masuk sekolah. ibu gurunya Elisa pun sangat senang Elisa masuk lagi sekolah ,caman menyayangkan Elisa sekolah nya harus mulai dari kelas 1 SD lagi. karena kemari kemarin Elisa sekolahnya tidak naik kelas. jadi Elisa harus ngulang lagi dari kelas 1 lagi. Suningsih sangat sedih melihat anaknya harus ngulang lagi dari kelas 1.tapi tidak apa apa yang penting Elisa bisa sekolah lagi seperti biasa naya.
__ADS_1