
Malam minggu yana dan Elisa sepakat untuk bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah Elisa. Malam itu Elisa ingin terlihat cantik didepan yana dan ingin mengungkapkan perasaannya ke yana dan ternyata yana ingin memberitahukan sesuatu pada Elisa.
Saat Elisa masuk ke dalam cafe Elisa mulai berjalan perlahan menuju sebuah meja yang sudah ditempati yana. Matanya Elisa langsung ceria dan senyum tak henti memandang yana dan jantungnya Elisa pun mulai tak menentu. Rasanya Elisa ingin langsung berlari dan memeluk yana tapi Elisa harus terima kenyataan bahwa kini Yana bukanlah kekasihnya.
“hay yana” sapa Elisa .
hay juga Elisa, kamu cantik banget” yana memuji.
yana mempersilahkan Elisa untuk duduk disalah satu kursi meja tersebut dan mereka sedikit gugup dan ada sedikit perasaan yang berbeda.
“yan, selamat ya sekarang yana sudah punya cewe baru"ucapan Elisa
“makasih EL. ucapan yana
“terus, Elisa sekarang sama siapa? tanya yana
“emm Belum punya dan sekarang tidak mau pikiran malah cowo dulu "ucapan Elisa sambil muka nya pucat
“masa kirain yana,kamu sudah punya penganti aku?" ucapan yana
“belumlah, mau fokus dulu kerja sekara mah" Elisa keta mesem
Elisa menemukan keceriaannya seperti dulu. Elisa merenung sesaat , bahkan yana masih tidak percaya bahwa Elisa belun punya pacar lagi. Elisa merasa bahwa yana terlalu dekat dengannya dan membuat Elisa rindu sekali dengan yana. yana yang saat itu terlihat sangat gembira seperti menyimpan sesuatu dan Elisa ingin mengungkapkan perasaannya kepada yana.
__ADS_1
“yana, Elisa mau ngomong sesuatu sama kamu”tanya Elisa
“oh ya? yana juga, makanya yana ajak Elisa ketemuan disini. Kalo gitu kamu duluan deh yang ngomong”ucapan yana ke Elisa
“emm yana aja deh, ucapan Elisa
“Elisa dulu please” ucapan yana
Elisa tersenyum dan berusaha tenang “sebenarnya,Elisa masih sayang banget sama kamu yan”
"yana kaget “kenapa?” sedikit gugup dan merasa setengah percaya.
“dan memang Elisa masih sayang kamu yan,waktu kita putus rasanya Elisa nyesel banget padahal Elisa gak bisa hidup tanpa yana. Hari-hari Elisa seakan suram tanpa kamu yana. Elisa mau kita kaya dulu yana"
“iya Elisa tau, tapi Elisa yakin, yana cuma jadiin cewe itu pelarian dari aku kan? Kamu cintanya sama akukan yana? ucapan Elisa ke yana.
Jujur ya demi apapun, aku ( Elisa) tuh gak ada niat untuk buat yana kecewa. Waktu itu aku cuma mau fokus sama orang tua aku ( Elisa) dulu, aku ( Elisa) mau membahagiakan mamah dan itu juga kalau kkamu percaya yan.Aku ( Elisa) berusaha keras untuk fokus sama orang tua dulu, aku ( Elisa) agar bisa membahagiakan dulu mamah aku ( Elisa). dan setelah itu nikah sama kamu yan. setelah Elisa putus sama kamu yan, aku (Elisa) masih berharap kamu bisa balik sama aku (Elisa) lagi. dan melanjutkan hubungan kita” ucapan Elisa kepada yana.
Yana sangat tidak menyangka dan berpikir bahwa “Elisa sampai segitunya ke yana.terus Yana",emangnya gak ada laki lagi lagi yang lebih baik dari aku EL?” tanya Yana ke Elisa.
“aku Elisa rasa gak ada, karna hati aku (Elisa) cukup untuk memilih kamu yan". Gak ada kepikiran untuk cari pengganti kamu yan", ucap Elisa ke Yana. karena aku ( Elisa) cuma sayang sama kamu yan. Sampai kapapun aku ( Elisa) tetap mencintai kamu yan” Elisa memandang mata Yana.
Yana pun luluh “tapi EL kamu harus terima kenyataan” dengan berat hati mengatakan “ke Elisa mau tunangan sama wanita itu, bulan depan dan 1 bulan lagi yana akan segera menikah”
__ADS_1
Tiba-tiba Elisa merasa ditikam pisau tajam dari yana. Air matanyapun seakan berteriak dan sekejap aliran darahnya memebeku. Bibirnyapun terasa kaku untuk bicara. Elisa hanya bisa menangis.
“maafin Aku EL, aku rasa kita harus masing-masing” Elisa tidak sadar mengeluarkan air matanya.
Pada saat hari pertunangan yana pun Elisa tidak bisa datang karna badannya terasa berat untuk berdiri, Elisa sakit. Elisa berusaha untuk mengobati dirinya sendiri, tapi sebenarnya bukan fisiknya yang sakit melainkan hatinya yang sedang sakit parah. Hari demi haripun Elisa merasakan sakit kepala yang teramat sakit dirasakannya. Ternyata Elisa terkena penyakit vertigo tapi Elisa menganggap penyakitnya tidak terlalu penting. dan Elisa ingin mengumpulkan semangat untuk pergi ke dokter. Elisa ingin menyibukkan hari-harinya agar bisa terlupa dengan bebannya dan sakit hatinya. Elisa pun sakit hati lagi, kemarin Elisa sakit hati sama ayah nya sekarang sama yana. 😞
Tapi beberapa hari kemudian, setelah ke dokter sudah aktif, kesehatannya Elisa semakin menurun. Tapi Elisa tidak memperdulikannya, d
Elisa ingin terlihat sehat dan Elisa pun memaksakan kerja walaupun kesehatan nya kurang baik.Elisa memang baik hati, setiap temanya minta tolong dia selalu membantunya.Elisa merasa membutuh kan uang untuk membahagiakan mamanya, walaupun Elisa masih sakit Elisa bekerja terus dan masih bisa mebuat mamahnya ketawa walaupun Elisa hatinya terluka.
Sebenarnya Elisa tahu bahwa penyakitnya sudah sangat parah, tapi Elisa tidak ingin mamahnya tahu dan menambahkan beban pikiran mamahnya.Elisa berusaha untuk tegar dan kuat melawan penyakitnya. Elisa masih sanggup untuk tersenyum dan bekerja.
Tapi pada akhirnya, Elisa pingsan pada saat kerja. Elisa langsung dibawa kerumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Setelah dibawa ke ruang rawat inap, belum ada satupun orang yang menjenguknya karna mamahnya tidak tau kalau Elisa masuk rumah sakit.
Ketika mamahnya menelpon, Elisa berusaha untuk membuat keadaan baik-baik saja, Elisa tidak ingin membuat mamahnya sedih dan cemas dengan keadaannya. Dan akhirnya ada satu orang pertama yang menjenguknya, dia adalah ina teman dekatnya Elisa.
"Na, kalo nanti aku tidak bisa datang ke pernikahan yana,Tolong ya kasih surat ini ke Yana.Tapi kamu janji, kasih surat ini pada saat hari pernikahannya Yana berlangsung” pesan Elisa ke ina.Disaat hari pernikahan Yana dan Sinta berlangsung. Sebuah surat yang dibuatkan Elisa untuk Yana,sebelum Yana berlangsung kan acara pernikanya ina memberikan ke pada yana dulu.Ketika Wina menyalami Geo, surat itupun telah dipegang Yana dan Yana tidak membukanya langsung.
Pada saat acara resepsi selesai, dia pergi ke kamar kecil untuk membuka surat dari Elisa Dan ternyata isi surat yang ditulis Elisa dua hari yang lalu adalah..
“Aku tahu, ketika kamu buka surat ini kamu sedang berbahagia atas pernikahan kamu. Aku juga ikut senang dan bahagia atas pernikahan kamu dan Sarah. Semoga Sarah menjadi pendamping yang terbaik untuk kamu selamanya. Tapi kamu harus tahu satu hal bahwa aku juga selalu mencintai kamu walaupun sekarang kita tidak ada hubungan lagi dan percayalah aku selalu ada disetiap senyum kamu dan aku selalu ada untuk kamu”
isinya surat dari Elisa seperti itu. Yana pun sedih dan menyesal telah menikahi orang lain.
__ADS_1