SEDIHNYA KEHIDUPANKU

SEDIHNYA KEHIDUPANKU
42.Menyiapkan pernikahan


__ADS_3

Elisa dan Ridwan Lagi sibuk menyiapkan pernikahan? Atau mungkin punya pengalaman tak terlupakan ketika menyiapkan pernikahan?mempersiapkan pernikahan memang selalu memberi kesan dan pengalaman yang tak terlupakan.


Melaksanakan pernikahan itu merupakan impian bagi Elisa dan Ridwan. Elisa  mempersiapkan hari besar di jauh-jauh hari dengan persiapan yang matang. Namun ada juga pernikahan yang dilaksanakan dengan persiapan waktu yang singkat karena berbagai alasan. Kalau pernikahan dilakukan dengan persiapan cuma 2 bulan itu mungkin masuk dalam kategori persiapan pernikahan yang singkat, termasuk Elisa salah satunya. Mulai dari ketemu jodoh sampai ke pernikahan Elisa merasa semua serba singkat.


Namun sebelum menceritakan suka duka Elisa mempersiapkan pernikahan, kendala yang pertama Elisa menemukan jodohnya. Karena syarat utama pernikahan adalah mempelai pria dan wanita. Elisa menemukan jodoh di umur yang terbilang matang, 20 tahun. Padahal sejak kecil saya bercita-cita menikah di usia muda setidaknya 25 tahun sudah menikah. Namun bagaimana sudah jodoh, Elisa sudah menemukan pasangan hidup nya.


Jodoh itu jorok, ibarat rezeki yang sering datang di waktu yang tak disangka-sangka. Di saat Elisa sudah putus asa dan pasrah, jodoh tiba-tiba hadir. Elisa dan Ridwan sudah saling tahu cukup lama, sekitar 2 bulanan, namun jarang sekali menyapa padahal satu ruangan pekerjaan. Mungkin dalam 6 bulan mereka bisa dihitung pakai jari mereka langsung berkomunikasi.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Ridwan mengungkapkan ingin bertemu dengan orang tua Elisa dan ingin berkomitmen dengan Elisa lewat pernikahan. Elisa pun Kaget ?. "Kalau lagi berkhayal ingin rasanya ada yang mau segera nikahin, terus menikah  punya anak dan hidup bahagia"ucapan Elisa.Tapi saat menghadapi hal seperti ini antara kaget, bingung, ada senengnya juga, semua campur aduk jadi satu.


Elisa dan Ridwan berdua bekerja bareng, dan orang tua kami kebetulan sama-sama orang bandung. Karena itu Ridwan bisa langsung bertemu dengan orang tua Elisa. akhirnya Elisa juga bertemu dengan kedua orang tua Ridwan. Di sinilah dimulai, awalnya Elisa berpikir itu hanya pertemuan keluarga dengan tujuan saling mengenal tapi ternyata Elisa dilamar. Waktu pernikahan diserahkan kepada Elisa dan Ridwan berdua. Awalnya Ridwan dan Elisa minta dua bulan kemudian menikah.


Nentuin tanggal nikah itu ribet juga, Akhirnya kebanyakan pada pergi ke nikahan Elisa dan Ridwan.Ridwan juga kurang srek awalnya, kenapa harus Ridwan yang mengalah berganti tanggal pernikahan yang sudah ditentukan. Namun pada akhirnya mereka menyepakati tanggal pernikahan dimajukan menjadi tanggal 25 April 2019. Beruntungnya, meskipun mereka sama-sama berasal dari bandung yang biasa dikenal dengan hitungan hari baik tetapi mereka dan keluarga menganggap bahwa semua hari itu baik. Jadi dari keluarga menerima keputusan mereka berdua.


Persiapan pernikahan itu memang perlu waktu apalagi kami punya prinsip jangan sampai terlalu merepotkan keluarga. Urusan administrasi pernikahan baru dilakukan akhir bulan Januari karena Ridwan ada waktu pulangnya hanya waktu tersebut.  Konsep pernikahan dari kecil saya memimpikan konsep pernikahan yang sederhana cukup ijab qobul di KUA dan sebagai rasa syukur dan mengumumkan kalau kita sudah menikah resmi secara agama dan hukum. Ridwan pun mengiyakan, tidak perlu adanya pernikahan yang seperti orang lain lakukan dengan adanya resepsi dan lain-lain.

__ADS_1


Ternyata kenyataan tak sesimpel yang mereka pikirkan. Elisa anak perempuan satu-satunya dan anak pertama di keluarga. Akhirnya mengesampingkan keinginan Elisa dan memutuskan ada resepsi meskipun kecil-kecilan sesuai masukan dari keluarga. Menentukan konsep pernikahan dan mencari baju pengantin, make up, catering dan lain-lainnya dengan waktu dua bulan itu ternyata sangat mepet sekali. Baju pengantin sampai berkali-kali ganti konsep, Elisa cocok tapi Ridwan tidak, belum lagi orang tua dan mertua.


Kalau sudah urusan orang tua atau mertua itu paling membingungkan, karena kami tidak ingin orang tua Elisa dan Ridwan kecewa. Akhirnya konsep pengantin adat sunda yang dipilih meskipun tidak semua prosesi adat dilaksanakan, hanya yang bagian-bagian paling penting saja. Hal ini karena perhitungan ke uang yang Elisa dan Ridwan punya. Semua pengeluaran kalau bisa semua dari Ridwan dan Elisa berdua. Elisa dan Ridwan tidak ingin membebani kedua orang tua, meskipun menikahkan anak merupakan tanggungjawab kedua orang tua nya. Jujur Elisa sampai pusing mengatur ke uang an pernikahan ini, tabungan Elisa tidak besar jumlahnya. Dan akhirnya Elisa dan Ridwan menikah dengan mahar seperangkat alat salat saja tanpa tambahan lainnya.


Tak hanya konsep pernikahan, hal-hal kecil kalau Elisa dan Ridwan mendahulukan ego masing-masing akan berakhir dengan pertengkaran. Hal kecil seperti menentukan supenir saja sempat ribut, namun akhirnya Elisa mengalah dan memilih pilihan Ridwan. yang mungkin sering orang rasakan saat hari-hari terakhir menjelang pernikahan ada-ada aja kejadian. Mulai dari tiba-tiba mantan pacar Ridwan yang tiba-tiba datang. Seakan-akan cerita mereka belum selesai, padahal Ridwan dan Elisa cerita mereka sudah selesai sejak lama.


Deg-degan, galau dengan akhir ceritanya karena mantannya lebih dari Elisa dia lebih segalanya,dia Lebih cantik.badannya lebih bagus ,dari keluarga berada dan masih banyak lagi. Alhamdulillah Ridwan tak goyah dari niatnya dan menyelesaikan masalahnya dengan mantannya. Tak berakhir di situ, tiba-tiba Elisa mengetahui kelakuan buruk Ridwan.Ridwan sebelum dekat dengan Elisa. Kalau Ridwan tidak teguh dengan pendirian bisa saja hal ini membatalkan pernikahan mereka. Namun saat itu Elisa bisa menerimanya dan menganggap hal itu hanyalah sesuatu masa lalu. Kalau Elisa melihat satu keburukannya dan tak melihat seribu kebaikannya itu tidak adil. Toh setiap manusia punya masa lalu, dan Ridwan mau berubah untuk yang lebih baik. Elisa pun bukan orang yang sempurna pasti punya banyak kekurangan.

__ADS_1


Akhirnya setelah melalui berbagai hal, pada tanggal 25 April 2019 pada pukul 09.00 WIB kami sah secara agama dan hukum dengan mahar seperangkat alat shalat dibayar tunai. Menikah itu bukan akhir kisah percintaan tetapi awal dari kisah cinta yang sesungguhnya. Namanya bersatunya dua orang yang berbeda pasti tak semudah mempersatukan kedua tangan. Perbedaan pendapat dan cara pandang pasti ada, asal kita mau mendiskusikan dan tidak mendahulukan ego masing-masing masalah bisa diselesaikan bersama. Berbicara menggunakan hati dan mau lebih mengenal kepribadian pasangan. sekarang Elisa menganggap Ridwan adalah suami sah nya Elisa.


__ADS_2