
Tak terasa umur Elisa sudah 1 tahun lagi, Elisa tumbuh dengan sehat. Suningsih dan Sobari sangat senang melihat Elisa tumbuh dengan cepat dan pintar.
Elisa pun sudah pandai jalan, ngomong, bahkan makan juga sendiri. Elisa semakin kreatif, ia tidak bisa diam. semua barang di pegang, Suningsih pun tidak bisa jauh jauh dengan Elisa.
Bahkan Elisa sudah kebiasan, kalau setiap tidur nya di bacakan dongeng dulu sama mamah nya. Elisa sudah tidak minum ASI lagi sekarang dia minum susu SGM. tapi alhamdulillah Elisa tidak rewel walau pun dia minum air susunya dengan botol.
Suningsih mulai besok mencari yang mengasuh Elisa, karna besok Suningsih harus ke permak baju mengantikan ibu. ibu sudah 2 hari sakit, ATING membawa ibu ke dokter. alhamdulillah ibu tidak sakit parah cuman ibu kecapean. ibu harus banyak istirahat jangan banyak gerak dulu biar permak baju Suningsih yang gantikan; suningsih bilang ke ibunya.
tak lama kemudian Suningsih pun mendapatkan yang ngasuh Elisa besok. jadi Suningsih bisa mulai kerja ke permak baju. Suningsih sebenar nya tidak tega, Elisa di tinggal dengan pengasuhnya. cuman Suningsih mau tidak mau harus mengantikan ibu.
Suningsih pun sudah mau mulai kerja lagi di kompeksi/ permak baju. karna ibu akhir akhir ini sedang tidak enak badan. makanya Suningsih yang mengantikanya. tapi Suningsih buka permak nya tidak sampei malam karana anak nya tidak ada yang jagain. sedangkan pengasuh Elisa pulang jam 5 sore. jadi Suningsih tutup dari permak nya jam 4 sore.
waktu sudah menunjukan jam 4 sore , suningsih siap siap untuk pulang ke rumah. sebelum pulang Suningsih mau liat dulu ibu. Suningsih sampai nya D rumah ibu, ibu sedang tidur. ia pulang lagi karna liat ibunya sedang tidur, nanti bisa balik lagi ke rumah ibu.
Suningsih balik lagi ke rumah ibu sambil bawa Elisa, ternyata ibu sudah bangun dan lagi makan mau minum obat. suningsih bilang ke ibu; cepet sembuh yah yuyut Elisa pingin main dengan yuyut, ibu hanya bisa tersenyum . tak lama kelamaan Suningsih pamit pulang sama ibu mau nyiapin makan buat suaminya nanti.
malam pun tiba, Suningsih menyiapkan makanan buat suaminya. tak lama kemudian Sobari pulang Suningsih makan bareng sama suaminya. karna suningsih harus nidurin Elisa sambil membacakan dongeng .
Suningsih sebelum nidurin Elisa, ia bikinin susu dan siap kan buku dongeng nya yang mau di baca nanti pas di kamar Elsa. sudah lengkap semua Suningsih mulai membacakan dongeng nya, karana Elisa mulai rewel pingin tidur...
__ADS_1
"Pagi hari di sebuah taman yang indah, seekor semut kecil sedang berjalan-jalan mengelilingi taman. Sungguh hari yang menyenangkan untuk menikmati pemandangan taman. Tak lupa, semut menyapa hewan-hewan lain penghuni taman.
Seketika, pandangan semut tertuju pada sebuah kepompong menggantung di salah satu tanaman. Semut kemudian berkata, "Kasihan sekali kamu kepompong, sudah jelek tidak bisa ke mana-mana lagi. Ayo turun dan nikmati taman yang cantik ini!”
Tapi kepompong tersebut diam saja dan tidak menanggapi semut. Kemudian semut pun melanjutkan jalan-jalannya tanpa menghiraukan kepompong.
Hari berganti, angin tetap berembus. Suatu hari di taman, semut jatuh ke dalam kubangan lumpur. Memang, semalaman hujan deras mengguyur kota.
Lantaran tidak bisa berenang dan keluar dari lumpur, semut pun berteriak minta tolong. Beruntung, melintas seekor kupu-kupu cantik. Ia melihat semut yang sedang kesulitan hampir tenggelam dalam lumpur
Kupu-kupu mengambil ranting kecil, kemudian mengulurkannya ke arah semut.
“Ayo semut! Raih ranting ini dan aku akan mengangkatmu keluar dari lumpur!”
Setelah bebas dari kubangan lumpur, semut senang sekali. Ia ingin berterima kasih kepada kupu-kupu yang telah menyelamatkan nyawanya. Namun, betapa malunya semut ketika mengetahui bahwa yang telah menyelamatkannya adalah kepompong jelek yang ia hina tempo hari.
Dengan rasa menyesal, semut meminta maaf pada kupu-kupu penolong. Kupu-kupu penolong memaafkan semut. Mereka lalu kembali mengitari taman dengan riang gembira.
Sungguh kupu-kupu yang baik. Ia senang menolong, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Kupu-kupu yang tadinya diejek oleh semut tidak segan untuk memberikan bantuan ketika semut berada dalam masalah.
__ADS_1
Di dalam sebuah hutan yang rindang, tinggalah ibu kambing dan anaknya. Suatu hari ibu kambing harus pergi ke luar rumah untuk mengunjungi nenek kambing yang tinggal agak jauh dari rumah mereka. Namun, anak kambing harus tinggal menjaga rumah.
Lantaran khawatir anaknya dimangsa oleh serigala ketika ditinggal sendirian di rumah, ibu kambing mengajari anak kambing sebuah lagu. Lagu itu akan menjadi tanda supaya anak kambing tidak membukakan pintu rumah untuk siapa pun.
Jika ibu kambing sudah pulang, ia akan menyanyikan lagu tersebut sehingga si anak bisa tahu kalau ibunya sudah pulang. Setelah mengajarkan lagu tersebut si ibu kambing pun pergi ke rumah nenek kambing jauh di tengah hutan.
Sialnya, serigala sedang mengintip dengan ganas. Ia pun telah tahu lagu rahasia antara ibu kambing dan anak kambing. Setelah ibu kambing pergi, serigala datang menghampiri anak kambing yang sendirian di rumah.
Di halaman, serigala pun bernyanyi. Ia menyanyikan lagu yang diajarkan ibu kambing. Anak kambing yang mendengar lagu ini pun bertanya-tanya, “Apakah ibu sudah pulang? Padahal ia belum lama pergi.”
Lantaran merasa curiga, anak kambing pun berhati-hati. Ia mengintip dari balik jendela, dan terlihat lah di halaman sana, serigala siap memangsa.
Melihat hal tersebut, anak kambing kemudian berteriak sekuat tenaga meminta bantuan tetangga hewan yang lain agar menolongnya. Serigala yang takut dan panik lalu pergi meninggalkan rumah kambing dan tidak jadi memangsa anak kambing.
Amanat dongeng ini yaitu agar orangtua mengajarkan anak untuk waspada dan hati-hati dengan orang asing. Bahkan jika orang asing tersebut tahu nama si anak. Lalu, jika tidak sedang bersama dengan orangtua ada baiknya untuk tidak dekat-dekat dan mau diajak pergi, atau membukakan pintu rumah
Suatu hari di tengah hutan yang damai, ada seekor semut kecil yang hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumahnya. Sungai yang akan diseberangi memiliki arus air yang cukup kencang.
Dengan sangat hati-hati semut menyeberangi sungai menggunakan kakinya yang kecil. Namun, di tengah sungai ia pun tergelincir oleh batu yang licin dan terbawa arus sungai yang deras. Ia pun berteriak minta tolong.
__ADS_1
Seekor burung merpati yang sedang terbang melintasi sungai mendengar teriakan si semut. Ia turun dan mengambilkan daun untuk menolong semut yang hampir tenggelam. Semut buru-buru naik ke atas daun, sehingga semut menyeberang dengan selamat."
Elisa pun setelah mendengarkan dongeng dari cerita mmh nya ,Elisa tertidur lelap sekali. akhirnya Suningsih bisa istirahat dengan teunang karna Elisa sudah tidur.